Laporan Praktikum Perkecambahan Biji Kacang Hijau

  • Whatsapp
Laporan Praktikum Perkecambahan Biji Kacang Hijau
Laporan Lengkap Praktikum Kecambah

Laporan Praktikum Perkecambahan Biji Kacang Hijau – Laporan Berikut ini merupakan laporan yang admin Laporanpraktikum.id susun dari berbagai sumber dan referensi, semoga laporan ini dapat membantu pembaca semuanya.

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tumbuh dan berkembang merupakan salah satu ciri makhluk hidup. Dua rangkaian proses tersebut berjalan bersamaan, sehingga tidak dapat dipisahkan. Pertumbuhan diartikan sebagai suatu proses pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversible, yaitu tidak dapat kembali kebentuk semula. Pertumbuhan disebabkan oleh pembelahan sel (pertambahan jumlah sel) dan oleh adanya pembesaran sel (pertambahan ukuran sel). Pertumbuhan bersifat kuantitatif (dapat diukur), untuk mengukur petumbuhan dapat menggunakan alat auksanometer. Sedangkan perkembangan merupakan spesialisasi sel menjadi struktur dan fungsi tertentu. Perkembangan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran, tetapi melalui perubahan bentuk dan tingkat kedewasaan.

Perkecambahan merupakan proses munculnya tanaman kecil (plantula) dari dalam biji hasil dari perkembangan dan pertumbuhan embrio. Perkembangan dan pertumbuhan dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor pendukung yang paling penting bagi proses perkecambahan adalah air. Proses awal perkecambahan dimulai dari penyerapan air dengan cepat secara imbibisi. Air yang berimbibisi bisa mengakibatkan biji memecah kulit pembungkusnya dan mengembang serta memicu perubahan metabolik pada embrio sehingga biji mengalami pertumbuhan. Selain itu, proses perkecambahan juga membutuhkan cahaya. Kekurangan cahaya akan mengganggu proses fotosintesis pada kecambah yang menimbulkan gejala etiolasi. Gejala ini dapat dilihat dari batang kecambah akan tumbuh lebih cepat namun lemah dan daunnya berukuran kecil, tipis, dan berwarna pucat. Sebaliknya, tumbuhan yang tumbuh ditempat terang menyebabkan tumbuhan tumbuh lebih lambat dengan kondisi relative pendek, daun berkembang, tampak lebih segar dan batang kecambah lebih kokoh.

Sesuai dengan penjelasan yang telah dijabarkan diatas, mengenai faktor yang berpengaruh pada proses perkembangan dan pertumbuhan biji kacang hijau. Maka dilakukanlah percobaan ini.

B. Pembatasan Masalah

Pembatasan masalah dalam Praktikum Perkecambahan Biji Kacang Hijau ini adalah :

Agar pembatasan masalah dalam praktikum ini memiliki ruang lingkup yang jelas maka pembatasan masalahnya adalah “Pengaruh intensitas cahaya terhadap proses perkecambahan biji kacang hijau”.

C. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam praktikum ini adalah :

  1. Bagaimanakah pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan kacang hijau?
  2. Bagaimana perbedaan pertumbuhan kacang hijau yang mendapatkan cahaya matahari langsung dan yang tidak mendapatkan cahaya matahari?

D. Tujuan Praktikum

Tujuan  praktikum ini adalah :

  1. Mengetahui pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan kacang hijau.
  2. Mengetahui perbedaan pertumbuhan kacang hijau yang mendapatkan cahaya matahari langsung dan yang tidak mendapatkan cahaya matahari.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan berbiji dimulai dengan perkecambahan yaitu munculnya plantula (tanaman kecil dari dalam biji). Pada umumnya tanaman polongan dapat mempunyai endoperma. Cadangan makanan disimpan dalam kotiledon (daun embrio), yang terlindungi di dalam biji pada saat berkecambah plumula (ujung embrio atau calon kecambah) diselubungi oleh kotiledon, sedangkan calon akar (radikula) diselubungi oleh koleoriza. Bagian batang pada kecambah di atas kotiledon disebut epikotil dan bagian batang kecambah di bawah kotiledon disebut hipokotil. Dalam proses perkecambahan melibatkan proses fisiknya yaitu : terjadi ketika biji menyerap air (imbibisi) akibat dari potensial air rendah pada biji yang kering. Proses kimianya yaitu dengan masuknya air, biji mengembang dan kulit biji akan pecah.

Air yang masuk mengaktifkan embrio untuk melepaskan hormon giberelin (GA) hormon ini mendorong aleuron (lapisan tipis bagian luar endosperma) untuk mensistesis dan mengeluarkan enzim-enzim bekerja enghidrolisis cadangan makanan yang terdapat dalam kotiledon dan endosfilem. Proses ini menghasilkan molekul kecil yang larut dalam air misalnya enzim amylase menghidrolisis pati dalam endosperma menjadi gula. Selanjutnya gula dan zat-zat lainnya diserap dari endosperma oleh kotiledon selama pertumbuhan embrio menjadi bibit tanaman (Pujiyanto, 2008).

Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan tanaman kacang-kacangan ketiga yang banyak dibudidayakan setelah kedelai dan kacang tanah. Bila dilihat dari kesesuaian iklim dan kondisi lahan yang dimiliki, Indonesia termasuk salah satu negara yang memiliki kesempatan untuk melakukan ekspor kacang (Purwono dan Hartono, 2005).

Kecambah kacang hijau mengandung vitamin E yang tidak ditemukan pada kacang tanah dan kedelai. Bahkan nilai gizi kecambah kacang hijau lebih baik daripada nilai gizi biji kacang hijau. Hal ini disebabkan kecambah telah mengalami proses perombakan makromolekul menjadi mikromolekul. Selain itu dengan proses perkecambahan terjadi pembentukan senyawa tokoferol (vitamin E) (Purwono dan Hartono, 2005).

Kandungan zat gizi pada biji sebelum dikecambahkan, berada dalam bentuk tidak aktif (terikat). Setelah perkecambahan, bentuk tersebut diaktifkan sehingga meningkatkan daya cerna bagi manusia. Peningkatan zat-zat gizi pada kecambah mulai tampak sekitar 24-48 jam saat perkecambahan (Astawan, 2005). Sedangkan peningkatan vitamin E (atokoferol) terjadi setelah proses perkecambahan selama 48 jam (Anggrahini, 2009).

Biji kacang hijau dapat berkecambah apabila berada dalam lingkungan yang memenuhi syarat untuk perkecambahan, yaitu kandungan air kacang hijau dan kelembaban udara sekeliling harus tinggi. Kadar air biji kacang hijau berkisar 5-15%, pada kadar air ini kelembaban terlalu rendah untuk berlangsungnya metabolisme sehingga tahap perkecambahan adalah kadar air biji kacang hijau harus dinaikkan dengan cara dilakukan perendaman atau ditempatkan pada lingkungan yang jenuh uap air (Anggrahini, 2009).

Suwarsono (1989), menyatakan bahwa cahaya merupakan perangsang utama dalam hidup tumbuhan. Beberapa respon tumbuhan terhadap interaksi cahaya yang berbeda-beda adalah dilakukan oleh auksin dan efeknya timbul karena berkurangnya efektivitas auksin pada keadaan cahaya terik. Tumbuhan yang tumbuh delam gelap atau cahaya lemah akan mempunyai batang yang panjang dengan ruas yang lebih panjang dan lebih besar dari tumbuhan yang mendapatkan cahaya matahari penuh dan daun lebih kecil daripada daun yang terlindung.

Menurut Hasan (1997), bahwa hampir seluruh energi panas (kalor) berasal dari matahari. Suhu meningkatkan perkembangan tanaman sebagai batas tertentu. Hubungan suhu dengan pertumbuhan tanaman menunjukkan hubungan linier sampai batas tertentu. Setelah mencapai maksimum hubungan kedua variabel itu menunjukkan parabolik. Pada suhu rendah kebanyakan tanaman mengakibatkan rusaknya batang, daun muda, tunas, bungan dan buah. Besarnya kerusakan organ atau jaringan tanaman akibat suhu rendah tergantung keadaan air.

BAB III METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat

Praktikum ini kami lakukan pada :

Hari :

Tempat :

B. Alat dan Bahan

Adapun Alat dan Bahan dalam Praktikum Perkecambahan Biji Kacang Hijau adalah sebagai berikut:

Alat

  • 2 buah cawan petri
  • kapas
  • mistar

Bahan

  • 10 biji kacang hijau
  • aquades

C. Prosedur Kerja atau Cara Kerja

Adapun Prosedur dalam Praktikum ini adalah sebagai berikut:

  1. Letakkan kapas pada masing-masing cawan petri
  2. Basahi setiap kapas dengan air (basahi, jangan direndam!)
  3. Letakkan 5 biji kacang hijau diatas kapas
  4. Tutup kembali dengan kapas basah
  5. Beri label pada masing-masing cawan petri A dan B, letakkan cawan petri A ditempat yang terkena sinar matahari, sedangkan cawan petri B letakkan ditempat yang tidak terkena sinar matahari
  6. Amati dan ukur pertambahan kecambah setiap hari selama 7 hari
  7. Catat pada tabel pengamatan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Adapun pembahasan dalam laporan ini adalah sebagai berikut:

Perkecambahan kacang hijau ditempat yang terkena sinar matahari
Perkecambahan kacang hijau ditempat yang tidak terkena sinar matahari

A. Pertumbuhan Kacang Hijau Ditempat yang Terkena Sinar Matahari

Pada keadaan ini, kacang hijau mendapat cahaya dengan intensitas yang sangat besar, akibatnya pertumbuhan kacang hijau akan lambat, karena sebagian besar hormon auksin terurai oleh sinar matahari. Dari data diperoleh rata-rata panjang batang kecambah 2,75 cm. Statistik ini paling rendah dari semua data yang ada, yang berarti pertumbuhan kecambah kacang hijau di tempat terang adalah yang paling lambat. Tiga objek tidak tumbuh, hal ini mungkin disebabkan oleh biji yang rusak atau mungkin juga hormon auksin yang tidak bekerja sama sekali akibat kelebihan cahaya

Apabila tanaman ditempatkan pada tempat yang terkena sinar matahari, maka kecambah akan tumbuh lebih pendek daripada yang ditempatkan pada tempat yang tidak terkena sinar matahari. Peristiwa itu terjadi karena pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin. Seperti yang telah dijelaskan di atas, hormon auksin ini akan terurai dan rusak sehingga laju pertambahan tinggi tanaman tidak terlalu cepat. Akibatnya, batang tanaman akan lebih pendek, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang sehat, subur, batang terlihat gemuk, daun terlihat segar dan berwarna hijau serta memiliki cukup klorofil.

B. Pertumbuhan Kacang Hijau Ditempat yang Tidak Terkena Sinar Matahari

Dari data di atas dapat dilihat bahwa rata-rata panjang batang kecambah di tempat dengan intensitas cahaya rendah adalah 6,49 cm. Pada tempat yang gelap,  kacang hijau tidak mendapatkan cahaya matahari sama sekali, akibatnya hormon auksin yang terdapat pada biji kacang menjadi sangat aktif dan bekerja secara optimal. Hal itu  menyebabkan pertumbuhan kacang hijau menjadi sangat cepat namun kurang merata. Sehingga batangnya lemah. Pertumbuhan kecambah pada tempat gelap paling cepat diantara tempat-tempat lain. Pertumbuhan kacang hijau ditempat gelap cenderung bengkok tetapi batangnya sangat kuat dan warnanya hijau, karena mendapatkan cahaya yang cukup untuk fotosintesis. 

Fungsi utama hormon auksin adalah sebagai pengatur pembesaran sel dan memacu pemanjangan sel di daerah belakang meristem ujung. Hormon auksin ini sangat peka terhadap cahaya matahari. Bila terkena cahaya matahari, hormon ini akan terurai dan rusak. Pada keadaan yang gelap, hormon auksin ini tidak terurai sehingga akan terus memacu pemanjangan batang. Akibatnya, batang tanaman akan lebih panjang jika ditanam di tempat yang gelap, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang kurang sehat, akar yang banyak dan lebat, batang terlihat kurus tidak sehat, warna batang dan daun pucat serta kekurangan klorofil sehingga daun berwarna kuning (etiolasi).

BAB V PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan dari percobaan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa :

Cahaya mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau. Cahaya memperlambat/menghambat kerja hormone auksin dalam pertumbuhan meninggi. Sehingga menyebabkan kacang hijau di tempat gelap mengalami etiolasi. Selain cahaya, air juga berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments

  1. Artikel ini sangat menarik . Kacang hijau dapat diolah menjadi beragam makanan. Selain itu, kacang hijau juga memiliki banyak khasiat loh.