Contoh Artikel Pendidikan

  • Whatsapp
Contoh Artikel Pendidikan
[powerkit_toc title=”Daftar Isi” depth=”2″ min_count=”4″ min_characters=”1000″]

Contoh artikel pendidikan adalah salah satu dari sekian banyak contoh artikel yang paling sering dicari di dunia. Ada banyak sekali tema yang bisa ditulis dalam bentuk artikel. Untuk bisa menemukan sebuah artikel, saat ini sangatlah mudah.

Jika dahulu Anda hanya bisa menemukannya dalam media cetak seperti koran dan majalah, kini hanya menggunakan smartphone miliki Anda. Anda bisa menemukan jutaan bahkan milyaran artikel dari ponsel pintar Anda. Perkembangan dunia teknologi memberikan kemudahan untuk bisa mengakses segala informasi yang biasanya tertulis dalam bentuk artikel.

Contoh Artikel Pendidikan

contoh artikel pendidikan

[powerkit_alert type=”info” dismissible=”false” multiline=”false”]

Artikel Pendidikan #1: Carut Marutnya Pendidikan di Indonesia

Pendidikan merupakan salah satu cara untuk membentuk suatu karakter bangsa. Secara umum pendidikan di Indonesia bisa diperoleh dari bangku sekolah. Namun sayangnya masih terdapat masalah yang harus dihadapi di dunia pendidikan di Indonesia.

Semakin derasnya arus globalisasi semakin besar pula tantangan yang harus dihadapi dalam dunia pendidikan di Indonesia. Mulai dari mutu pendidikan, jumlah guru yang belum merata, kualitas guru yang dinilai masih kurang, keterbatasan akses pendidikan dan masih banyak yang lainnya.

Terlebih bagi mereka yang tinggal di pedalaman. Akses untuk meraih pendidikan yang layak masih sangat terbatas. Sehingga hal inilah yang juga melatar belakangi arus urbanisasi ke kota untuk bisa mendapatkan pendidikan yang lebih layak.

Menurut mantan menteri pendidikan, Anies Baswedan, mengatakan bahwa keterbatasan akses pendidikan di daerah inilah yang menjadi faktor derasnya arus urbanisasi. Menurutnya “Yang menjadi persoalan, di Jabodetabek jumlahnya sudah proporsional. Tapi jangan kita hanya bicara urban. Justru di luar urban itu kita punya masalah dan itu yang menyebabkan migrasi ke Jakarta”.

Selain itu, jumlah guru yang memiliki kualifikasi sesuai pada bidangnya masih sangat terbatas. Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Dasar (Dikdas) Kemendikbud Hamid Muhammad, di Indonesia saat ini masih banyak kekurangan jumlah guru untuk sekolah dasar. Jumlahnya diperkirakan mencapai 112 guru.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Kementerian Pendidikan dan kebudayaan akan melakukan kerjasama bersama dengan pemerintah daerah. Baik di tingkat kabupaten atau kota dan juga pada tingkat provinsi untuk bisa mendistribusi jumlah guru secara merata.

Di sisi lain, masalah putus sekolah juga masih banyak terjadi di Indonesia. Banyak anak-anak usia sekolah dasar yang harus menghentikan masa pendidikannya. Menurut sekretaris Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi Dr.Ir.Patdono Suwigno, M.Eng, Sc di Jakarta, menjelaskan bahwa “Berdasarkan data Kemendikbud 2010, di Indonesia terdapat lebih dari 1,8 juta anak setiap tahun tidak dapat melanjutkan pendidikan. Hal ini disebabkan oleh tiga faktor, yaitu faktor ekonomi; anak – anak terpaksa bekerja untuk mendukung ekonomi keluarga; dan pernikahan di usia dini”

Dalam laporan terbaru program pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa menjelaskan posisi Indonesia berada pada posisi ke-121 dari 185 negara. Dengan indeks pembangunan manusia hanya mencapai angka 0,629 saja. Hal ini menjelaskan bahwa kualitas pendidikan di Indonesia yang masih rendah. Berbeda dengan Singapura yang berada di peringkat 18 dan malaysia di peringkat 64.

Menurut Anies Baswedan sebagai salah satu tokoh pendidikan di Indonesia yang kini menjabat sebagai gubernur di Daerah Khusus Ibukota Jakarta menjelaskan bahwa “Kita harus menyelesaikan permasalahan pendidikan ini, karena kepemilikan atas pengetahuan adalah kunci seseorang mencapai kesejahteraan”.

Nah itulah contoh artikel pendidikan tentang carut marut masalah di dunia pendidikan yang terjadi Indonesia. pada artikel tersebut menjelaskan tentang hal yang berkaitan dengan dunia pendidikan, juga dilengkapi dengan opini dari seorang ahli.

Anda juga bisa menulis jenis artikel yang lainnya, misalnya artikel kesehatan, artikel politik, ekonomi, sosial, budaya dan lain sebagainya sesuai dengan keinginan Anda. Untuk penulisan artikel sebaiknya gunakan bahasa yang singkat, padat dan jelas, serta gunakan bahasa yang mudah dipahami dan sesuai dengan keinginan Anda.

Jika memang artikel tersebut untuk media yang resmi maka sebaiknya gunakan bahasa yang formal.sementara untuk jenis artikel yang ditujukan untuk anak muda biasanya cenderung menggunakan bahasa yang santai dan tidak terlalu formal.

[/powerkit_alert] [powerkit_alert type=”info” dismissible=”false” multiline=”false”]

Artikel Pendidikan #2: Pengaruh Pendidikan Terhadap Kualitas Anak Pedalaman

Bukan rahasia lagi bila anak-anak yang tinggal di daerah pedalaman sangat sulit mendapatkan kehidupan yang layak seperti anak-anak pada umumnya. Mereka kesulitan mendapat air bersih, mengenyam pendidikan sesuai batas kelayakan pendidikan Indonesia dan sulit mengikuti perkembangan zaman. Bukan hanya itu saja, mereka bahkan tidak mengenal alat komunikasi seperti telepon genggam.

Hal pokok yang menjadi sorotan utama yaitu betapa sulitnya mereka mendapat pendidikan yang layak dan mengenyam pendidikan dua belas tahun. Pada faktanya tak semua salah mereka, kesulitan mereka menjangkau lokasi sekolah menjadi masalah karena mereka harus mengarungi sungai. Mereka juga harus berjalan kaki hingga berpuluh-puluh kilometer, bahkan ada pula yang tak memakai alas kaki.

Kurangnya tenaga pengajar di pedalaman karena sulitnya mencari pengajar yang mau mengajar di daerah tersebut juga sangat disayangkan. Padahal kualitas seseorang diukur melalui seberapa jauh pendidikan yang dicapai karena kualitas seorang lulusan SD berbeda dengan kualitas seorang sarjana. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan sangat mempengaruhi kualitas seorang anak pedalaman.

[/powerkit_alert] [powerkit_alert type=”info” dismissible=”false” multiline=”false”]

Artikel Pendidikan #3: Strategi Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal

Mereka yang sekarang pada masa usia dini akan menjadi generasi yang mengendalikan bangsa ini pada tahun 2045. Tahun 2045 ini, akan menjadi tonggak sejarah pemuda bangsa indonesia yang unggul dan mandiri bisa mencapai target yang lebih pada masa Indonesia 2045 ini karena pada tahun itu Bangsa Indonesia memperingati 100 tahun kemerdekaannya. Dengan berbagai strategi pembelajaran yang berbasis lokal maka bangsa ini pada tahun itu, bangsa Indonesia akan sudah 100 tahun bebas dari penjajahan. Adalah suatu kewajaran atau bahkan suatu keharusan bahwa tahun 2045 itu dijadikan benchmark (patokan) untuk menentukan kinerja bangsa ini selama seratus tahun merdeka dari penjajahan dan menentukan daya saing di arena internasional.

Grand design Kemendikbud untuk menyiapkan generasi emas 2045 mendapatkan momentum yang sangat tepat, karena periode tahun 2010—2035 merupakan periode “bonus demografi Indonesia” (demographic dividend), di mana potensi sumber daya manusia berupa populasi usia produktif merupakan yang terbesar sepanjang sejarah kemerdekaan Indonesia).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2011, jumlah penduduk Indonesia 2010 usia muda lebih banyak dibandingkan dengan usia tua. Jumlah anak kelompok usia 0-9 tahun sebanyak 45,93 juta, sedangkan anak usia 10- 19 tahun berjumlah 43,55 juta jiwa. Diprediksi, bahwa pada 2045, mereka yang usia 0-9 tahun akan berusia 35-45 tahun, sedangkan yang usia 10-20 tahun berusia 45-54.

Pada usia-usia itu merekalah yang akan memegang peran di suatu Negara,karena generasi yang unggul dan mandiri yang harus dimiliki oleh bangsa ini,bagi generasi muda tidak ada kata sulit jika mau bergerak dan menunjukkan kualitas diri baik itu di nasional maupun internasional,tidak hanya mampu menjadi generasi yang unggul dan mandiri namun kiat-kiat yang harus dimiliki generasi muda adalah memiliki wawasan yang luas agar mampu berpikir secara kritis di dalam bertindak dalam mencapai Indonesia emas 2045.

Berdasarkan isyarat awal yang dikemukakan oleh Mendiknas, ada dua fenomena penting yang dapat diprediksi akan mengiringi kelahiran, sekaligus akan menjadi karakteristik utama, dan pembentuk generasi bangsa 2045. Kedua fenomena tersebut adalah: kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan keterbukaan pemanfaatan kemajuan TIK. Pertama, kemajuan TIK dengan segala keunggulannya sudah menyentuh hampir semua bidang kehidupan manusia, tak terkecuali bidang pendidikan.

Revolusi spektakuler teknologi internet (WWW) dari Web 1.0 (1993) ke Web 2.0 (2004), bahkan kini dengan dukungan teknologi tiga dimensi (3-D), telah mampu menciptakan sebuah lingkungan pembelajaran baru di dunia maya (virtual world learning environments) yang lebih menarik dan menantang bagi peserta didik, tak terkecuali mereka yang kini ada di pendidikan dasar (PAUD, TK, SD, dan SMP).

Berbagai situs internet nasional dan dunia, menyediakan ruang-ruang dan media-media jejaring sosial online/virtual yang dapat digunakan tidak saja bagi orang dewasa, tetapi juga oleh peserta didik pada pendidikan dasar, baik untuk kepentingan belajar, bermain, maupun untuk membangun relasi-relasi sosial dengan sebaya mereka.

[/powerkit_alert]

Setelah Anda mengetahui pengertian, ciri-ciri dan juga jenis-jenis artikel beserta dengan contoh artikel pendidikan tentunya kini Anda sudah paham bukan bagaimana cara menulis artikel yang baik dan benar? Jadi tunggu apalagi? Mulai sekarang juga. Karena dengan menulis Anda akan dikenang sepanjang sejarah.

BACA JUGA:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *