Batuan Metamorf : Pengertian, Ciri dan Proses Terbentuknya

Batuan metamorf adalah salah satu nama batuan yang ada di muka bumi ini selain batuan beku dan juga batuan sedimen.

Ia juga sering disebut dengan batuan malihan yang berada pada kelompok batuan hasil transformasi dari tipe batuan yang telah ada sebelumnya.

Transformasi yang terjadi ini melewati sebuah proses yang juga disebut dengan metamorphosis atau bahasa mudahnya perubahan bentuk.

Ketimbang jenis batu lainnya seperti batuan beku dan sedimen, proses metamorf pada batuan ini terbilang cukup lama.

Proses Terjadinya batu metamorf

Proses Terjadinya batu metamorf
Proses Terjadinya batu metamorf

Dalam proses terbentuknya, ada setidaknya tiga proses yang harus dilalui dalam hal pembentukan batuan metamorf yaitu perubahan temperatur, perubahan tekanan dan juga aktivitas kimia.

Dalam kehidupan manusia modern, batuan ini cukup memiliki banyak kegunaan yang salah satunya adalah sebagai bahan bangunan.

Ia juga termasuk batuan yang cantik baik dari warna, corak maupun bentuknya. Karena keindahannya inilah ia kerap dijadikan sebagai bahan campuran dalam pembuatan marmer.

Dalam proses terjadinya, batuan metamorf ini melewati banyak proses yang memakan waktu yang cukup lama.

Karena ia merupakan batuan metamorf, maka ia terjadi dari batuan yang telah ada sebelumnya yaitu protolith.

Protolith ini sendiri adalah  batuan awal yang telah terpapar panas kurang lebih 150 derajat celcius.

Selain itu, ia juga telah mengalami tekanan ekstrem yang kemudian mengalami perubahan kimia dan juga fisika yang lumayan besar.

Ciri Batuan Metamorf

Ciri-ciri batuan metamorf dapat dilihat dari berbagai hal berikut ini:

1. Warna

Warna
Warna

Warna dari batuan metamorf terbilang cukup beragam karena ia memiliki proses metamorfisme yang berbeda-beda.

Mulai dari kwarsa, mika dan juga feldspar. Untuk kwarsa, ia memiliki warna putih susu namun lumayan cukup jernih. Ia juga memiliki banyak jenis belahan dari berbagai jenis warnanya.

Untuk mika, ia merupakan batuan yang di dalamnya terdapat belahan dengan warna hitam yang juga bisa disebut dengan biotit.

Sedangkan untuk warna putihnya biasa disebut dengan muskovit. Terakhir ada batuan feldspar yang mana ia memiliki ciri yaitu terdapat belahan pada tiap warna batuan.

2. Struktur

Struktur
Struktur

Struktur batuan metamorf terbagi menjadi dua jenis yaitu Non-foliasi dan foliasi. Untuk Non-foliasi adalah jenis batuan yang hampir atau bahkan tak memiliki belahan.

Ini karena dalam proses pembentukannya disebabkan oleh banyak komponen penyusun sehingga sulit untuk diamati.

Sedangkan Foliasi adalah lapisan yang ada dalam batuan metamorf yang mana bentuknya mirip belahan.

Ia biasa dihasilkan dari aktivitas penjajaran dari komposisi mineral dari suatu penyusunan batu.

3. Bentuk Kristal

Bentuk Kristal
Bentuk Kristal

Ciri batuan metamorf selanjutnya adalah dari bentuk Kristal yang terkandung di dalam batuan ini.

Bentuk Kristal ini terbagi menjadi berbagai macam yaitu Kristal euhedral, Kristal subhedral, dan juga Kristal anhedral.

Kristal euhedral merupakan jenis Kristal yang cukup sempurna yang mana ia dibatasi dengan jelas, teratur dan tegas dari bidang Kristal ideal.

Ia juga menjadi kristal dengan bentuk paling baik dari jenis lainnya. Kedua adalah Kristal subhedral yang merupakan Kristal yang boleh dibilang dibatasi secara tidak teratur.

Sedangkan untuk Kristal anhedral, ia merupakan Kristal yang memiliki batasan yaitu bidang Kristal yang sifatnya lumayan tidak teratur.

Jenis- jenis Batuan Metamorf

Setelah mengetahui tentang pengertian batuan metamorf, kini lanjut ke pembahasan selanjutnya yaitu tentang jenis-jenis batuan metamorf.

Jadi, batuan metamorf ini dibedakan menjadi tiga macam yaitu batuan metamorf kontak pneumatolistis, batuan metamorf dinamo dan juga batu metamorf kontak.

Nah, penjelasannya satu persatunya ada di bawah ini:

1. Batuan metamorf kontak

Batuan metamorf kontak
Batuan metamorf kontak

Batuan ini terjadi karena mengalami proses metamorphose yang disebabkan karena adanya suhu tinggi. Atau biasa juga terjadi karena ada sebuah aktivitas magma.

Selain itu, ada juga penjelasan yang mengatakan bahwa batuan magma terjadi karena pengaruh intrusi magma.

Intrusi ini biasanya terjadi pada suhu yang lumayan tinggi dari aktivitas magma.   Suhu yang tinggi ini terjadi karena ia berada tak jauh dari aktivitas magma.

Contoh dari batuan metamorf ini adalah batuan batu gamping dan batu kapur, batuan batolit atau batuan sill.

Batuan metamorf ini juga dipengaruhi pada letak instruksinya yang mana semakin jauh letak (instruksinya) maka derajat dari metamorfosisnya juga akan semakin sedikit atau berkurang.

2. Batuan metamorf dinamon

Batuan metamorf dinamon
Batuan metamorf dinamon

Kedua adalah jenis batuan metamorf dinamo yang mana ia adalah batuan yang bermetamorfosis karena adanya tekanan dari tenaga endogen.

Tekanan ini berlangsung cukup lama dan berada pada bagian atas kerak bumi.  Selain itu, terdapatnya tekanan (secara berlawanan arah) menyebabkan terjadinya perubahan berupa butiran mineral.

Butiran mineral ini biasanya berbentuk pipih dan bisa juga berbentuk kristal. Contoh batuan metamorf dinamon ini adalah batuan serpih atau biasa juga batuan serbuk.

Ada lagi contoh batuan yang termasuk batuan metamorf dinamon yaitu batu mudstone dan batu lumpur.

3. Batuan metamorf kontak pneumatolistis

Batuan metamorf kontak pneumatolistis
Batuan metamorf kontak pneumatolistis

Terakhir ada batuan metamorf kontak pneumatolistis yang mengalami metamorfosa akibat adanya pengaruh gas yang ada di magma.

Gas ini sifatnya panas hingga dapat menyebabkan perubahan komposisi pada komposisi kimiawi.

Contoh dari batuan ini adalah batu gas borium yang berubah menjadi batu permata dan juga batu kuarsa.

Selain itu, ada juga batu kuarsa yang memiliki gas fluorium dan batu berubah yang berubah menjadi topas.

Tipe-tipe Metamorfosa pada batuan metamorf

Setelah membahas seputar jenis batu metamorf, kini lanjut ke pembahasan selanjutnya yaitu tipe-tipe metamorfosa yang terbagi menjadi tiga jenis yaitu:

1. Metamorfosa regional/dinamothermal

Metamorfosa regional
Metamorfosa regional

Proses metamorfosa ini terjadi akibat adanya tekanan atau perubahan tekanan dengan temperatur yang terjadi secara bersamaan. 

Perubahan ini umum terjadi pada jalur orogen dimana ia meliputi daerah yang cukup luas dengan perubahan yang progresif dari dari P & T rendah ke P & T tinggi.

2. Metamorfosa kataklastik/kinematik/dislokasi

Metamorfosa kataklastik
Metamorfosa kataklastik

Proses ini biasa terjadi pada daerah yang mengalami pergeseran dangkal seperti zona sesar yang mana tekanannya lebih banyak peran ketimbang temperatur.

Sehingga lambat laun dapat menyebabkan terjadinya granulasi, breksi sesar, zona hancuran, milonit yang diikuti rekristalisasi.

3. Metamorfosa burial

Metamorfosa burial
Metamorfosa burial

Proses metamorfosa ini umum terjadi akibat adanya pembebanan yang terjadi pada perubahan mineralogi dan terjadi di dalam cekungan sedimentasi.

4. Metamorfosa lantai samudera

Metamorfosa lantai samudera
Metamorfosa lantai samudera

Terakhir ada metamorfosa lantai samudera yang mana ia terjadi akibat adanya pembukaan lantai samudera.

Ia terjadi pada bagian punggung tengah samudera atau tepat dimana lempeng tersebut terbentuk.

Contoh Batuan Metamorf

Pembahasan selanjutnya adalah tentang contoh batuan metamorf yang sebenarnya sering kalian temui di kehidupan sehari-hari.

Batu-batuan ini bahkan sering digunakan untuk berbagai kegiatan pembangunan ataupun penambah estetika. Dan berikut beberapa contohnya:

1. Batuan Pualam atau Batu Marmer (dari batu gamping/kapur)

Batuan Pualam atau Batu Marmer
Batuan Pualam atau Batu Marmer

Batuan ini juga sering disebut dengan batu gamping atau batu kapur. Batu ini mempunyai ciri khusus dengan campuran warna yang berbeda-beda.

Ia juga memiliki pita-pita warna dengan bentuk Kristal yang sedang hingga kasar. Batu ini juga cukup keras dan bisa menjadi sangat mengkilap jika kamu poles secara terus menerus.

Selain itu, saat batu ini ditetesi asam, maka ia akan mengeluarkan bunyi yang jika didengar seperti mendesah.

Dalam cara terbentuknya, batuan ini terbentuk apabila kapur telah mengalami perubahan (suhu) dengan tekanan yang cukup tinggi.

Dalam kegunaannya, batu ini kerap digunakan untuk membuat ubin atau lantai dan juga aneka kerajinan seperti patung dan sebagainya.

2. Batu Sabak

Batu Sabak
Batu Sabak

Batu sabak adalah salah satu contoh dari batuan metamorf yang mempunyai ciri warna abu-abu agak kehijau-hijauan.

Namun ada juga batuan sabak yang mempunyai warna hitam, tergantung pada jenisnya. Selain itu, batuan ini juga dapat dibelah menjadi sebuah lempeng yang sangat tipis.

Batu sabak ini terbentuk jika batu serpih terkena suhu dan juga terkena tekanan tinggi.

Dalam kegunaannya, ia kerap digunakan sebagai kerajinan tangan, bahan bangunan, membuat genting ataupun sebagai batu tulis.

3. Batu Gneiss (ganes)

Batu Gneiss
Batu Gneiss

Batuan ini juga kerap disebut dengan batu  ganes yang mempunyai ciri yaitu berwarna abu-abu.

Selain itu, pada batu ini ada sebuah goresan-goresan yang tersusun dari sebuah mineral-mineral.

Batu ini mempunyai penjajaran yang lumayan tipis dengan posisi terlipat (pada bagian lapisan). Selain itu, ia juga mempunyai bentuk urat yang tebal dan terdiri dari butiran mineral.

Batuan ini terbentuk melalui proses ketika batuan sedimen atau batuan beku yang berada pada tempat dengan kedalaman maksimal mengalami tekanan.

Tak hanya mengalami tekanan, ia biasanya juga terjadi karena dipengaruhi oleh temperatur tinggi.

Dalam kegunaanya, batuan ganes ini kerap digunakan untuk membuat aneka macam kerajinan, seperti patung dan sejenisnya.

4. Batu Sekis

Batu Sekis
Batu Sekis

Selanjutnya ada batuan sekis yang mana ia mempunyai ciri khusus yaitu berwarna hitam, ungu maupun hijau.

Kandungan mineral pada batuan ini biasanya terbentuk secara terpisah dan menjadi berkas gelombang.

Berkas gelombang ini biasanya diperlihatkan oleh Kristal yang mengkilap atau Kristal garnetra.

Dalam proses terbentuknya, batu sekis ini mengalami metamorfosa regional. Ini dimaksudkan ia terbentuk dalam kondisi derajat metamorfosanya berada pada tingkat menengah.

Dalam kehidupan sehari-hari, batuan ini kerap digunakan sebagai komposisi sumber mika paling utama.

Mika sendiri merupakan sebuah komponen paling penting dalam sebuah pembuatan kapasitor atau kondensator dalam sebuah industri elektronika.

5. Batu Kuarsit 

batu karsit
Batu karsit

Selanjutnya ada batu kuarsit yang merupakan contoh batu metamorf yang mempunyai ciri khusus yaitu berwarna kekuningan, merah, abu-abu ataupun coklat.

Batu ini bentuknya berlapis-lapis dan biasanya mengandung fosil. Ia juga memiliki tekstur yang lumayan keras dengan butiran sedang.

Batuan kuarsit terbentuk oleh metamorfose batuan pasir yang strukturnya tidak sama sekali mengalami perubahan.

Selain itu, ia juga masih dapat menunjukkan struktur aslinya selama proses metamorfosa.

Selain itu, batuan kuarsit juga terbentuk karena adanya suhu panas sehingga terjadilah rekristalisasi kwarsa dan juga feldspar.

Batuan kuarsit ini kerap digunakan sebagai bahan membuat aneka jenis kerajinan tangan, sebagai konstruksi jalan-jalan besar dan juga perbaikan.

6. Batu Milonit

Batu Milonit
Batu Milonit

Terakhir ada batu milonit yang jika dilihat dengan teliti batu ini memiliki butiran yang lebih halus serta bisa dibelah. Untuk warnanya, batu ini memiliki klasifikasi warna seperti biru, hitam ataupun abu-abu.

Dalam proses terbentuknya, batu milonit ini terbentuk dari rekristalisasi dengan sifat yang dinamis.

Selain itu, ia juga terbentuk karena mineral pokok yang berpotensi menyebabkan terjadinya penurunan dari segi ukuran pada butiran-butiran batuan tersebut.

Sedangkan dalam kehidupan sehari-hari, batuan ini digunakan sebagai bahan membuat aneka jenis kerajinan tangan.

Jadi itulah pembahasan seputarbatu metamorf yang diulas secara lengkap dan jelas. Pendek kata, batuan metamorf adalah batuan terjadi akibat adanya metamorfosa.

Jenis batu metamorf cukup beragam dan ia kerap digunakan sebagai pelengkap kebutuhan bangunan atau kerajinan tangan.

Wait, sebelum pindah ke artikel lainnya, jangan lupa untuk share artikel ini ya. Terima kasih.

Sumber: 

  • www.gurupendidikan.co.id/ batuan-metamorf/
  • mgm.slemankab.go.id/ tag/ jenis-batu/
  • bobo.grid.id/read/ 082065888/ ciri-dan-contoh -batuan- metamorf-batu-batu-indah- yang-terbentuk- dari-proses- panjang ?page=6

Nilai Kualitas Artikel

Leave a Comment