Pembentukan Batuan Sedimen, Jenis, Klasifikasi, dan Manfaatnya

Batuan Sedimen – Di dalam bumi semua elemen memiliki peran pentingnya masing-masing termasuk batuan. Batuan sendiri merupakan bahan padat yang tersusun dari beragam jenis mineral.

Ada banyak sekali jenis batuan yang menjadi penyusun dan memberikan manfaat  di bumi salah satunya adalah batuan sedimen.

Batuan ini memiliki peranan yang sebenarnya sangat penting, hanya saja jarang disadari oleh manusia.

Bahkan tanah pun yang menjadi unsur krusial dalam kehidupan awalnya berasal dari batuan yang lapuk. Sehingga bisa dibayangkan bahwa sebenarnya keberadaan batu ini sangat penting dan juga krusial.

Pengertian

Pengertian
Pengertian

Batuan sedimen termasuk ke dalam salah satu batuan alam seperti layaknya batuan beku.

Pembentukan batuan ini terbentuk melalui tiga cara utama yakni pengendapan, pelapukan batuan lain, dan aktivitas biogenik.

Merupakan batuan alami dengan ragam bentuk serta ragam pemanfaatan di masyarakat.

Di bumi ada sekitar 75% batuan ini, dan nama lain dari batuan ini adalah batuan endapan. Batuan endapan adalah batuan yang merupakan hasil dari pengendapan materi erosi.

Materi erosi ini memiliki banyak sekali klasifikasinya berdasarkan berat, tekstur, dan juga cara dibawanya sehingga memiliki pengaruh

Proses Pembentukan Batuan Sedimen

Untuk batuan ini sendiri memiliki tiga tahap proses pembentukan pembatuan yang diantaranya pemampatan, penyimenan, dan penghabluran. Adapun penjelasan lengkap terkait proses pembentukan batuan sedimen adalah.

1. Pemampatan (Compaction)

Pemampatan (Compaction)
Pemampatan (Compaction)

Pada bagian ini butiran sedimen akan dipadatkan karena mengalami tekanan saat sedang tertimbus.

Pada proses ini butiran sedimen akan mengalami pengurangan air sampai 60-80%. Setelahnya butiran akan tersusun seperti semua dan menjadi penempatan terterusan.

Karena hal tersebut membuat butiran menjadi bersentuhan satu dengan yang lain. Pada tempat sentuhan yang memiliki high pressure (tekanan tinggi) serta proses fisikal berlaku, seperti pressure solution (larutan tekanan).

Nantinya akan ada silika masuk dengan sifatnya yang terlarut ke dalam rongga antara butiran.

2. Penyemenan (Cementation)

Penyemenan (Cementation)
Penyemenan (Cementation)

Merupakan proses pembentukan atau pengendapan mineral baru yang berasal dari cairan rongga (pore fluids) di permukaan butiran.

Hal ini sering juga disebut tumbuh-lampau atau tumbuh-tambah atau overgrowths (pertumbuh besaran) mineral yang ada. Kuarza dan kalsit merupakan jenis simen yang utama.

Butiran akan diikat oleh simen sehingga membuat sedimen menjadi batu. Biasanya berlaku diperingkat pertengahan diagenesis, karena di awal simen masih yang keras bisa menahan tekanan.

3. Penghabluran Semula

Penghabluran Semula
Penghabluran Semula

Merupakan proses perubahan bentuk yang tidak didampingi dengan perubahan kimia atau mineralogy. Proses ini biasanya berupa proses pertambahan bentuk, namun begitu pengecilan bentuk sedimen bisa terjadi.

Proses ini penting dalam batu kapur, dimana ukuran kalsit bertambah menjadi lebih besar. Sehingga menyebabkan musnahnya tekstur serta struktur yang dimiliki.

Jenis-Jenis Batuan Sedimen

Setelah mengetahui bagaimana proses pembentukan batuan sedimen, sekarang saatnya untuk mengetahui jenis-jenis batuan sedimen.

Secara umum batuan ini dibagi menjaid tiga jenis berdasarkan cara pembentukannya yang diantaranya

1. Batuan Sedimen Klastik

Batuan Sedimen Klastik
Batuan Sedimen Klastik

Pertama adalah batuan klastik yang merupakan hasil endapan alami yang terbentuk dari hasil pengolahan kembali dari batuan yang telah ada.

Proses yang terlibat biasanya erosi, pelapukan, transportasi serta pengendapan kembali.

Bisa dibilang ini adalah proses yang sering terjadi dan media yang sering dilibatkan berupa es, angin, serta air.

Batuan ini biasanya dibedakan dari ukurannya yakni lumpur, pasir dan juga kerikil. Untuk lumpur masih lagi terbagi menjadi dua, yakni lempung serta lanau.

2. Batuan Sedimen Non-Klastik

Batuan Sedimen Non-Klastik
Batuan Sedimen Non-Klastik

Kalau sebelumnya merupakan pengendapan kembali kali ini ada batu yang terbentuk dari hasil larutan material yang menguap.

Proses ini melibatkan proses biologi, kimia ataupun proses biokimia yang merupakan gabungan.

Batuan ini terbentuk ketika uap terkumpul yang menjadikannya beku dengan cara kimia. Batuan sedimen non klastik ini sangat banyak beredar di lingkungan sekitar.

Contohnya adalah batu karang, batu bara, serta endapan rijang untuk sedimen non klastik biologi. Sementara ada juga batuan gypsum serta garam untuk contoh yang lainnya.

3. Volkaniklastik

Volkaniklastik
Volkaniklastik

Terakhir adalah sedimen volkanoklastik yang terpisah dari klastika maupun non klastika.

Proses pembentukannya berupa pengendapan material gunung berapi yang terbentuk akibat dari aktivitas gunung berapi. Aglomerat dan batu pasir bertuf merupakan jenis dari batu yang satu ini.

Sekilas batu ini memiliki tekstur seperti klastika, hanya saja batu ini berasal dari endapan gunung berapi.

Jadi batu ini memiliki ciri khasnya tersendiri, dan banyak ditemukan di sekitar daerah gunung berapi.

Klasifikasi Batuan Sedimen

Selain melihat jenis apa saja dari batuan endapan, kali ini akan dilihat juga klasifikasi batuan sedimen. Pengelompokan selanjutnya dari batuan ini diantaranya.

1. Berdasarkan Proses pengendapannya

Berdasarkan Proses pengendapannya
Berdasarkan Proses pengendapannya
  • Klastik, merupakan batuan hasil dari pecahan batuan yang sebelumnya
  • Kimiawi, batuan yang berasal dari proses kimia
  • Organic, berasal dari bahan organic yang diendapkan

2. Berdasarkan Tenaga Alam yang Mengangkut

Berdasarkan Tenaga Alam yang Mengangkut
Berdasarkan Tenaga Alam yang Mengangkut
  • Udara, batuan sedimen aerik
  • Air sungai, batuan sedimen aquatic
  • Laut, batuan sedimen marin
  • Gletser, batuan sedimen glastik

3. Berdasarkan Tempat Endapannya

Berdasarkan Tempat Endapannya
Berdasarkan Tempat Endapannya
  • Sungai, batuan sedimen fluvial
  • Laut, batuan sedimen marine
  • Rawa, batuan sedimen limnik
  • Darat, batuan sedimen teistrik

Sifat-Sifat Batuan Sedimen

Setiap batuan pasti memiliki sifat tertentu yang menjadi ciri khas dan membedakannya dengan batuan lain.

Biasanya sifat-sifat ini terbentuk berdasarkan tempat pengendapan dan faktor-faktor lainnya. Adapun beberapa sifat yang dimiliki oleh batuan sedimen yang diantaranya.

1. Struktur

Struktur
Struktur

Secara umum batuan ini memiliki 2 struktur yakni struktur syngenetik, dan juga struktur epigenetik.

Syngenetik merupakan struktur yang terbentuk bersamaan dengan terbentuknya batuan ini sering disebut sebagai struktur primer batuan.

Lalu struktur epigenetic yakni terbentuk setelah kekar, sesar, dan lipatan terbentuk.

2. Warna

Warna
Warna

Untuk warna dari batuan sendiri sebenarnya dipengaruhi oleh dua hal yakni besi (II)oksida, dan besi(III)oksida. Batuan ini memiliki warna umumnya terang seperti kuning, putih, atau bahkan abu-abu terang.

Meskipun begitu masih ada beberapa jenis dari batuan ini yang memiliki warna gelap seperti coklat ataupun merah.

3. Tekstur

Tekstur
Tekstur

Dalam hal tekstur batuan ini dibedakan berdasarkan jenis batunya yakni klastik dan non klastik.

Untuk yang klastik tekstur lebih mengarah ke tiga dimensi dengan ciri khas yang berasal dari fabrik batuan.

Lalu selanjutnya ada tekstur non klastik yang lebih lempung jika dibandingkan dengan yang klastik.

4. Tingkat Sedimentasi

Tingkat Sedimentasi
Tingkat Sedimentasi

Sering disebut juga sebagai tingkat pengendapan dan biasanya tempat atau lokasi menjadi faktor utama pada hal ini.

Seperti lautan dalam yang setiap tahunnya hanya beberapa milimeter saja pencapaian pengendapannya. Berbeda dengan saluran tidal yang dalam satu hari bisa mencapai beberapa meter.

5. Kandungan Mineral

Kandungan Mineral
Kandungan Mineral

Pada batuan ini mengandung kalsit (pada batuan karbonat) dan juga kuarsa (batuan silisiklastik). Berbeda dengan batuan metamorf dan juga beku, karena batuan ini mineral utamanya lebih sedikit.

Meskipun begitu asal usul mineral dari batuan ini jauh lebih kompleks jika dibandingkan dengan kedua batuan lainnya.

Contoh Batuan Sedimen

Setelah melihat bagaimana klasifikasi dan juga sifat dari batuan ini, sekarang masuk ke dalam pembahasan contoh dari batuan ini.

Untuk contohnya sendiri sebenarnya batuan ini sudah sangat banyak tersebar di sekitar masyarakat seperti batu kapur. Adapun contoh lainnya dari batuan ini adalah.

1. Batu Konglomerat

Batu Konglomerat
Batu Konglomerat

Pertama adalah batu yang memiliki ciri seperti pasir dan krikil yang melekat di sekitarnya. Tekstur batu ini lebih seperti pecahan-pecahan keramik yang ditempelkan menjadi satu di atas batu.

Hal ini disebabkan karena proses terbentuknya batuan ini yakni bahan-bahan yang lepas disebabkan oleh gaya beratnya menjadi terikat.

2. Batu Pasir

Batu Pasir
Batu Pasir

Sesuai dengan namanya batu ini memiliki ciri seperti butiran-butiran pasir yang ditempelkan di atas batu. Warna dari batu ini biasanya kuning, abu-abu ataupun merah.

Sama seperti batu konglomerat, batu pasir juga terbentuk karena bahan-bahan lepas akibat gaya beratnya yang menjadi terpadatkan serta terikat.

3. Batu Serpih

Batu Serpih
Batu Serpih

Keunikan dari batu yang satu ini adalah sifatnya yang lunak, bahkan batu ini juga memiliki bau layaknya tanah liat.

Di Sekelilingnya seperti terdapat butir batuan halus dengan warnanya yakni kuning, hijau, hitam, merah, abu-abu. Pembentukan batu yang satu ini masih sama seperti batu yang sebelumnya.

4. Batu Kapur

Batu Kapur
Batu Kapur

Selanjutnya ada batu kapur yang juga memiliki tekstur agak lunak, dan memiliki warna putih keabu-abuan.

Apabila ditetesi dengan cairan asam, maka akan mengeluarkan gas CO2. Berbeda dari batu sebelumnya, batuan sedimen ini terbentuk dari cangkang binatang lunak yang telah mati kemudian memadat.

5. Batu Breksi

Batu Breksi
Batu Breksi

Merupakan jenis batu endapan yang berjenis volkaniklastik sehingga memiliki bentuk seperti pecahan yang dipadatkan. Batu ini memiliki warna layaknya lahar gunung berapi yakni oranye, merah, coklat.

Proses pembentukannya yakni material gunung berapi yang terlempar tinggi ke udara dan kemudian memadat.

6. Batu Lempung

Batu Lempung
Batu Lempung

Memiliki warna cokelat keemasan, coklat, merah, serta abu-abu. Sesuai dengan namanya batu ini terbentuk dari lempung residu yang mengalami proses diagenesa.

Lempung residu ini berasal dari hasil pelapukan batuan beku dan biasanya ditemukan disekitar batuan induknya.

7. Stalaktit dan Stalagmit

Stalaktit dan Stalagmit
Stalaktit dan Stalagmit

Terakhir ada batu yang biasanya banyak terletak di dalam gua dengan warna kuning, krem, coklat, keemasan, dan juga putih.

Di daerah karst terdapat air yang larut dan kemudian masuk ke lubang-lubang lalu turun dan menetes dari atap gua ke dasar gua. Tetesan tersebut mengandung kapur, yang membeku.

Manfaat Batuan Sedimen

Manfaat Batuan Sedimen
Manfaat Batuan Sedimen

Seperti di awal dikatakan bahwa setiap elemen pada bumi memberikan manfaat begitupun seperti batuan ini.

Untuk batuan endapan ini sendiri pemanfaatan paling utamanya adalah untuk bahan baku bangunan, seperti batu konglomerat. Lalu bisa juga sebagai hiasan dan peralatan rumah, seperti breksi dan repih.

Lalu ada juga batu bara yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar maupun untuk pembangkit energi lainnya.

Pemanfaatan sebagai campuran material di dalam pembuatan gelas/ kaca, seperti batu pasir.

Serta batu gypsum yang paling terkenal dimanfaatkan untuk perekat, penyaring, bahan bangunan dan lainnya.

Itulah tadi pembahasan lengkap terkait batu sedimen dimulai dari pengertian sampai dengan pemanfaatannya di masyarakat.

Batu ini sebenarnya merupakan batu yang paling mudah ditemui karena tempat pembentukannya bisa dimana saja. Hal ini juga yang membuat pemanfaatan batu ini lebih banyak.

Daftar Pustaka

  • www.harapanrakyat.com/ 2020/ 08/jenis- batuan-sedimen/
  • bobo.grid.id/ read/ 082065654/ batuan-sedimen- banyak-manfaatnya -ini-proses- pembentukan -batuan-sedimen- dan-contohnya ?page =all
  • ilmugeografi.com/ geologi/ batuan- sedimen
  • geograpik.blogspot.com/ 2020/02/ pengertian- batuan- sedimen-ciri. html

Nilai Kualitas Artikel

Leave a Comment