Daftar Deret Volta dan Cara Menghafalnya

Bagi Anda yang bersekolah di jurusan IPA/MIpa, pasti sudah sering mendengar kata deret volta. Ya, deret volta bisa didefiniskan sebagai sebuah deret yang digunakan untuk mengukur usur-unsur logam, yang berdasarkan dengan nilai potensial dari elektroda yang dimiliki oleh unsur tersebut.

Setiap unsur logam atau logam, pasti memiliki sifat reduktor. Hal ini karena logam memang cenderung akan melepaskan elektro atau yang disebut juga sebagai proses oksidasi.

Anda perlu tahu, bahwa logam dengan reduktor terkuat akan sangat mudah untuk mengalami proses oksidasi, sedangkan redoktor terlemah tentunya akan sulit mengalami proses oksidasi. Agar semakin paham dan mengetahui tentang deret volta, mari langsung saja simak ulasan berikut ini.

Fungsi dan Kegunaan Deret Volta

Sebelum membahas terlalu jauh mengenai derat volta, maka Anda juga perlu tahu mengenai kegunaan dari deret volta. Deret volta memiliki kegunaan sebagai suatu acuan menganai adanya reaksi logam dengan ion logam lainya.

Itulah kegunaan dari deret volta. Nah, seperti yang sudah diketakan sebelumnya, bahwa ada istilah pereduksi dan pengoksidasi pada pembahasan deret volta. Apa sih, yang dimaksud dengan pereduksi dan pengoksidasi pada deret volta? Untuk lebih jelasnya, mari simak ulasan berikut ini

Peruduksi dan Pengisidasian Pada Deret Volta

Seperi yang sudah di jelaskan sebelumnya, bahwa pada pembelajaran deret volta ada istilah pereduksi dan pengoksidasian. Sebelum mengetahui masalah daftar deret volta, ada baiknya Anda paham terlebih dahulu mengenai pereduksi dan pengoksidasian deret volta.

Pereduksi yang terjadi di dalam sel volta, pereduksi yang paling kuat adalah pereduksi yang memiliki E° sel paling negatif, serta tentunya yang terletak di paling kiri dari deret volta.

Pengoksidasian reaksii redoks adalah bagian kimia yang memiliki sifat oksidator atau reduktif, serta tentunya juga mengalami reduksi. Jadi, E° selnya ditandai dengan sebuah tanda positif.

Dapat dipahami? Jika Anda sudah paham mengenai masalah pereduksi dan pengoksidasian pada deret volta, tentunya Anda akan bisa juga memahami daftar dari deret volta. Berikut adalah daftar dari deret volta.

Daftar Deret Volta

Deret volta memilki urutan logam-logam yang diurutkan berdasarkan oleh kenaikan potensial elektroda standarnya. Nah berikut adalah gambar dari daftar deret volta yang sering atau umum dipakai.

Dari gambar diatas maka dapat disimpulkan beberapa informasi seperti berikut ini.

Penempatan Elektroda Standar

Potensial elektroda standar yang lebih kecil ada unsur logam diatas, ditempatkan di bagian sebelah kiri, sedangkan potensial elektroda standar yang lebih besar pada unsur logam, di tempatkan di sebelah kanan.

Cu memiliki Potensial Elektroda Lebih Besar Dibandingkan Bi

Dari gambar deret volta diatas, unsur logam tembaga (Cu) memiliki potensial elektroda standard yang lebih besar, jika dibadningakn dengan logam bismuth (Bi). Unsur logam zinc (Zn) memiliki potensial elektroda yang lebih besar, jika dibandigkan dengan unsur logam mangan (Mn).

Li memiliki Potensial Elektroda Paling Kecil Dibandingkan Au

Jadi, jika dilihat dari deret volta di atas, bisa didapatkan kesimpulan bahwa unsur logam lithium (Li) adalah unsur logam yang memiliki potensial elektroda standard yang paling kecil, sedangkan unsur logam emas (Au) merupakan unsur logam yang memiliki potensial elektroda standar terbesar.

Makin ke Kiri Kedudukan Logam Akan Semakin Reaktif

Serta dari deret volta di atas, akan didapatkan bahwa makin ke kiri kedudukan suatu logam akan  semakin reaktif, atau semakin mudah melepas electron. Logam yang berada di sebelah kiri merupakan reduktor yang makin kuat, sehingga makin ke kiri, logam akan semakin memiliki sifat yang makin mudah teroksidasi.

Logam Deret Kiri Bisa Mereduksi Logam di Deret Kanan

Logam di sebelah kiri akan dapat mereduksi ion logam yang berada di sebelah kanannya, begitu pun sebaliknya. Logam di sebelah kanan akan dapat mengoksidasi logam yang berada di sebelah kirinya.

Logam Deret Kanan Semakin Berkurang Reaktifitasnya

Jika tadi merupakan tinjauan logam dari sebelah kiri, maka selanjutnya tinjauan logam yang berada di sebelah kanan. Jika ditinjau dari  kedudukanya, logam yang terletak semakin ke kanan akan semakin berkurang reaktifitasnya atau makin sulit melepaskan elektron. Semakin ke kanan, logam akan semakin menjadi oksidator yang semakin kuat (atau makin mudah tereduksi).

Setelah mengetahui daftar dari deret volta dan mengetahui sifat-sifat dari deret volta, tentunya membuat Anda harus menghafalkan deret volta tersbeut. Menghafal bisa saja menjadi suatu hal yang sulit, maka dari itu terkadang ada teknik atau metode menghafalkan sesautu, termasuk deret volta agar makin mudah diingat di dalam memori otak. Nah, berikut adalah cara mudah menghafalkan deret volta

Cara Mudah Menghafalkan Deret Volta

Jika dilihat dari deret volta yang sudah disebutkan di atas, pastinya Anda akan kesusahan menghafalkan deret volta yang panjang. Metode jembatan keledai, merupakan salah satu metode yang bisa Anda gunakan untuk menghafalkan deret volta yang panjang tersebut.

Metode jembatan keledai merupakan salah satu metode, teknik, atau cara yang memudahkan Anda untuk menghafalkan suatu singkatan yang berukuran sangat panjang. Lihat gambar berikut ini agar Anda paham mengenai metode jembatan keledai.

Perhatikan tulisan berwarna hitam yang ada di bagian atas dari deret volta. Nah Anda bisa saja menghafalkan singkatan deret volta dengan cara mengingat atau menghafalan tulisan hitam yang ada di atas deret volta tersebut. Tentunya menghafalkan tulisan hitam tersebut, dirasa akan jauh lebih mudah diingat, dibanding dengan langsung menghafal singkatan deret volta yang sesungguhnya.

Jika dirasa metode jembatan keledai di atas kurang bisa membuat Anda merasa cepat menghafal, tentunya Anda bisa membuat sendiri jembatan keledai versi Anda. contohnya seperti ini

“Lihat Kertas Bagus Caca Nanas Mangga Alhamdulilah Manis Zalan Crita Fera Cindy Corong Nina Sana Pemburu Hari Sabtu Bisa Curang hingga Agak Pucat Aku

Buatlah jembatan keledai versi Anda sendiri, dan tentunya jembatan keledai tersebut bisa mudah untuk diingat dan dihafal.

Itulah metode agar Anda bisa menghafal deret volta. Ingat huruf yang dibuat tebal adalah singkatan asli dari deret volta. agar makin paham mengenai deret volta, berikut adalah contoh soal dari pembelajran deret volta

Contoh Soal Pembelajaran Deret Volta

Tentukan diagram sel dari kedua susunan electrode berikut ini.

 Ag⁺(aq) + e –> Ag (s)      E° = +0,80 v

Jawab

  • Reaksi proses oksidasi pada anode E° lebih negatif dibadning dengan Al
  • Reasi reduksi pada katode E° lebih positif jika dibanding dengan Ag

Jadi diagram sel dari kedua susunan kedua electrode di atas  adalah sebgai berikut  Al ǀ Alᶟ⁺ ǀǀ Ag⁺ ǀ Ag

Itulah sedikit penjelasan dari deret Volta, dan contoh soal dapri pembelajaran deret volta. tentunya dengan sedikit ulasan kali ini, semoga bisa membatu dan memeberikan sedikit informasi mengenai deret volta kepada Anda. Sebaiknya jangan hanya menghafalkan saja, Anda juga perlu memahami segala hal mengenai deret volta. Dengan memahami tentunya Anda akan semakin mudah untuk menghafalkan deret volta.

Frequently Asked Questions

Apa yang dimaksud dengan Deret Volta?

Deret Volta adalah sebuah deret yang dipakai untuk mengurutkan unsur-unsur logam berdasarkan dengan nilai potensial dari elektroda yang dimiliki oleh unsur tersebut.

Apa fungsi dari digunakannya Deret Volta ini?

Deret Volta ini digunakan untuk menjadi suatu acuan atau pedoman untuk mengetahui apakah logam dapat bereaksi dengan ion logam yang lainnya atau tidak.

Bagaimana cara menghafal Deret Volta?

Deret Volta ini dapat dihafal dengan cara yang sangat mudah yaitu dengan menggunakan sebuah metode Jembatan Keledai. Contohnya seperti “Lihat Kertas Bagus Caca Nanas Mangga Alhamdulilah Manis Zalan Crita Fera Cindy Corong Nina Sana Pemburu Hari Sabtu Bisa Curang hingga Agak Pucat Aku

Nilai Kualitas Artikel

Leave a Comment