Horizon Tanah: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya

Horizon Tanah: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya – Tanah adalah bagian penting dari bumi yang sangat berpengaruh bagi makhluk hidup. Ia mempunyai banyak variasi yang meliputi gurun pasir, tanah rawa dan juga tanah lumpur.

Selain itu, tanah juga mempunyai banyak lapisan yang sering disebut dengan horizon tanah. Membahas tentang tanah memang tidak bisa lepas dari horizon tanah. Karena keduanya memang saling berkaitan.

Lalu apa sih yang dimaksud dengan horizon tanah? Apakah ia hanya sebatas lapisan yang ada dalam tanah? Sebelum ke pembahasan inti, simak tentang pengertian tanah di bawah ini ya.

Definisi Tanah

Definisi Tanah
Definisi Tanah

Berdasarkan soil survey staff (1975), definisi dari tanah adalah kumpulan tubuh alami pada permukaan bumi yang dapat berubah atau dibuat oleh manusia.

Pembentukannya berasal dari bahan organik yang sesuai bagi perkembangan akar tanaman.

Pada bagian atas tanah dibatasi oleh air yang dangkal atau udara. Sedangkan pada bagian samping dapat dibatasi oleh air yang dalam bahkan hamparan es atau batuan.

Selanjutnya, pada bagian bawah dibatasi oleh suatu materi yang sulit dikenal atau didefinisikan. Ukuran terkecilnya adalah 1 hingga 10 meter persegi tergantung keragaman horizonnya.

Tanah terdiri atas bahan-bahan organik maupun anorganik. Bahan organik tersebut seperti sisa-sisa makhluk hidup yang telah lapuk bertransformasi menjadi tanah.

Sedangkan, mineral atau bahan anorganik yang membentuk tanah diperoleh dari pelapukan bahan pada suatu daerah. Tanah terletak di bagian paling atas kerak bumi dan menopang kehidupan organisme maupun mikroorganisme.

Selain itu, pembentukannya dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti bahan induk, iklim, topografi, makhluk hidup, dan waktu.

Dari interaksi faktor-faktor tersebut secara langsung, terbentuklah tanah itu sendiri. Selain proses pembentukan tanah, ada juga proses perkembangan tanah.

Dari proses perkembangan tanah itu terbentuklah karakteristik tertentu pada setiap lapisan tanahnya.

Lapisan-lapisan yang terbentuk inilah, selanjutnya disebut dengan horizon tanah. Nah, pengertian tanah sudah, mari lanjut ke pembahasan inti yaitu tentang horizon tanah.

Pengertian Horizon Tanah

Pengertian Horizon Tanah
Pengertian Horizon Tanah

Horizon tanah adalah  lapisan tanah yang sejajar dengan permukaan tanah dan terdiri dari lapisan yang berbeda. Lapisan-lapisan tanah itu memiliki tingkat kepadatan, ketebalan, warna serta struktur yang berbeda-beda.

Perbedaan pada horizon tanah disebabkan oleh pengendapan yang berkali-kali oleh genangan air atau penyucian tanah (leached) dan karena proses pembentukan tanah.

Perlu kalian ketahui, horizon tanah berbeda dengan lapisan pada tanah. Horizon tanah terbentuk karena perkembangan tanah.

Sedangkan, lapisan tanah terbentuk dari proses pengendapan yang memiliki tenaga geomorfik. Tak hanya itu, horizon tanah rupanya bisa diurutkan mulai dari permukaan yang paling atas hingga yang paling bawah.

Untuk proses pengurutannya sendiri didasari pada logika dalam hal ini pembentukan tanah yang berasal dari proses translokasi, penambahan atau pengurangan senyawa kimia dan juga proses transformasi. 

Sedangkan untuk sistem pengurutan lapisan tanahnya horizon tanah akan memakai logika endapan material batuan. Logika endapan batuan ini mempunyai ciri yang sesuai dengan jenis daya geomorfik.

Horizon tanah memiliki syarat-syarat yakni; tegak (vertikal), baru, tidak terkena sinar matahari, tidak tergenang air serta mewakili tapak sekeliling.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, horizon tanah memiliki beberapa jenis lapisan. Berikut jenis dan penjelasan seputar horizon tanah. 

Jenis Horizon Tanah yang perlu diketahui 

Jika dilihat dari jenisnya, horizon tanah dibagi menjadi enam lapisan yang dibedakan menggunakan simbol kapital. Simbol ini biasanya terdiri dari A, B, E, O, R dan juga C dan merupakan symbol dari sistem dan pelapisan horizon tanah. 

Dan berikut penjelasan lengkap seputar simbol-simbolnya: 

1. Horizon O

Horizon O
Horizon O

Secara teori, Horizon O terletak pada permukaan tanah paling atas. Biasanya juga dapat terkubur pada bagian bawahnya. 

Horizon O sering disebut sebagai horizon organik karena terdiri dari berbagai material organik seperti sisa dedaunan, bangkai hewan, dan tumbuhan. Horizon ini terdiri dari bagian yang kaya akan unsur hara. dan terbentuk di atas lapisan tanah mineral.

Ada dua jenis horizon o yang perlu kalian ketahui, yakni O1 yang memiliki ciri sisa-sisa tanaman yang masih terlihat. Selanjutnya, ada juga horizon O2 yang sisa-sisa tanaman pada tanahnya tidak terlihat serta merupakan campuran bahan-bahan dan perombakan bahan organik. 

2. Horizon A

Horizon A
Horizon A

Pada dasarnya, Horizon A dalam pengertiannya adalah horizon tanah mineral yang mana ia terbentuk di dasar permukaan tanah. Ia memiliki ciri yaitu semua struktur batuan aslinya (yang berada dalam tanah) menghilang.

Selain itu, horizon ini mempunyai sifat akumulasi bahan organik yang bercampur dengan fraksi mineral secara sangat intensif. Terakhir, ia terdiri dari berbagai macam topsoil atau sebuah materi bahan organik berwarna gelap dan mempunyai butiran mineral akibat adanya efek aktivitas organisme.

Karakteristik horizon tanah A adalah subur, berwarna gelap karena Humus, lembut dan berpori. Selain itu, lapisan ini juga menyerap lebih banyak air, sebagai tempat berlindung bagi makhluk hidup seperti kumbang atau serangga lain, serta menyediakan bantuan bagi tumbuhan untuk tumbuh.

Horizon A juga disebut sebagai horizon eluviasi (pencucian). Ada 3 jenis horizon A yang perlu kalian mengerti,  antara lain:

a. Horizon A1 

Yakni horizon yang merupakan percampuran antara horizon organik dan mineral, sehingga warna lapisan ini cenderung kelam/gelap. Terdapat bahan organik pada lapisan ini yang berbentuk partikel sendiri atau bahan organik yang menyelaputi bahan mineral.

b. Horizon A2 

Horizon terkenal sebagai horizon ”eluviasi” atau lapisan yang mengalami pencucian yang paling maksimal. Ciri pada lapisan ini ditandai dengan warna yang yang cerah atau terang,  akan tetapi memiliki tekstur yang paling kasar dan struktur yang lebih longgar dibanding dengan lapisan-lapisan lain.

c. Horizon A3 

Pengertian horizon yang satu ini merupakan peralihan antara horizon A ke horizon B atau C. Horizon A3 memiliki warna yang mirip dengan horizon A2 yakni berwarna terang. 

Akan tetapi, apabila peralihan kurang jelas dan hanya menampakkan ciri dan warna campuran, maka horizon ini diberi simbol AB jika beralih ke B, atau AC maka langsung beralih ke C.

3. Horizon E

Horizon E
Horizon E

Setelah horizon A ada lapisan lain disebut horizon E yang biasanya terletak di paling bawah pada permukaan tanah. Ciri dari Horizon ini dapat dilihat dari kandungan minerlanya yang tergolong tak begitu besar. 

Alasan Horizon E memiliki mineral yang sedikit karena ia merupakan jalur rembesan air yang menembus hingga ke lapisan tanah terakhir.

Horizon E memiliki karakteristik berpasir dan berwarna terang. Horizon E juga merupakan lapisan eluvial, karenanya lapisan ini memiliki warna cerah.

Selain itu, horizon E sering melekat pada Horizon A memiliki tujuan sebagai ganti dari lapisan tersebut. 

4. Horizon B

Horizon B
Horizon B

Menurut penelitian, Horizon B  terjadi di bagian bawah horizon O, A dan juga Horizon E, yang sudah melalui perkembangan horizon. Pada horizon ini, hampir semua struktur batuan aslinya juga telah hilang. 

Sama seperti dengan horizon E, horizon B memiliki kandungan mineral yang rendah. Horizon B juga terbentuk proses penimbunan atau iluviasi dari bahan-bahan yang tercuci dari horizon A.

Horizon B memiliki warna merah agak kekuningan, sedikit humus, pada dan keras. Hal ini menunjukkan hilangnya kesuburan tanah dari lapisan ini. 

Horizon B juga terbagi dalam tiga jenis, yakni: 

  • B1 yang merupakan peralihan dari horizon A ke horizon B, tetapi warnanya lebih menyerupai horizon B.
  • B2 yang melihatkan warna horizon B paling kuat di antara horizon lainnya. Sehingga warnanya lebih gelap, teksturnya paling padat dan paling berat.
  • B3 yakni peralihan horizon B ke horizon C. Sama seperti horizon B1, warna dari horizon ini lebih menyerupai horizon B.

5. Horizon C

Horizon C
Horizon C

Pengertian Horizon C adalah lapisan yang tersusun dari bahan induk tanah. Proses  pembentukan horizon C hanya sedikit dipengaruhi proses pedogenik. 

Horizon ini juga memiliki karakteristik yang berbeda dari horizon O, A, E, serta B. Tanah pada horizon C tidak subur, terdiri dari batuan kecil dan kerikil serta lebih keras dari horizon B.

Pada Horizon C terjadi pelapukan dan dihancurkannya bebatuan. 

6. Horizon R atau D

Horizon R atau D
Horizon R atau D

Makna Horizon R atau disebut juga dengan horizon D merupakan lapisan paling dasar dalam susunan horizon tanah. Akan tetapi, Horizon R termasuk susunan tanah pertama yang terbentuk pada horizon tanah. 

Horizon R terbentuk atas beberapa komponen diantaranya yakni batuan-batuan dasar yang padat. Dapat dikatakan batuan-batuan tersebut masih utuh dan belum mengalami pelapukan.

Batuan yang ada pada horizon R atau D terdiri atas granit, basal, batu pasir, batu gamping, dan lain-lain.

Selain itu, struktur dari tanah ini cenderung lebih keras dan tersementasi (terikat secara kimia). Lapisan ini cukup sulit untuk digali. Tidak cukup menggali tanah ini dengan sekop, butuh bantuan mesin penggali untuk menggali tanah pada lapisan ini. 

Manfaat Adanya Horizon Tanah

Manfaat Adanya Horizon Tanah
Manfaat Adanya Horizon Tanah

Setelah mempelajari jenis-jenis tanah kalian dapat mengetahui bahwa setiap lapisan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Adanya penggolongan lapisan tanah dalam sebuah horizon tanah bukan tanpa tujuan. 

Pastinya, ada banyak manfaat dari adanya horizon tanah. Untuk melihat sifat-sifat suatu tanah perlu dilakukan pengamatan pada penampang vertikal. 

Berikut adalah manfaat horizon tanah, yakni:

  • Berguna sebagai kelengkapan atau penyebaran dari sebuah horizon tanah. Nah, jika demikian maka Anda dapat mengetahui perihal perincian dan juga perkembangan dan juga usia tanah yang sedang dianalisis.
  • Horizon tanah juga berguna sebagai acuan tentang seberapa dalam top soil yang digunakan sebelum Anda menanam jenis tanaman dengan akar pendek. Jika kedalaman ini sudah diketahui maka Anda akan tahu jenis tanaman apa yang sesuai dengan top soil.
  • Terakhir, horizon tanah juga berguna untuk mengetahui tentang warna hitam yang ada pada tanah. Dengan mengetahui warna tanah, Anda dapat mengetahui tingkat kesuburan dari tanah tersebut. 

Nah, itu tadi adalah jenis-jenis horizon tanah dan karakteristiknya. Sangatlah penting untuk mempelajari ilmu mengenai horizon tanah. 

Mempelajari horizon tanah dapat membantu kalian yang bekerja secara langsung dengan tanah atau berkaitan dengan sistem pertanian atau perkebunan. Jika mengetahui tentang horizon tanah, kalian dapat mengetahui mana kondisi tanah yang baik dan buruk.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, setiap jenis horizon tanah juga memiliki warna yang berbeda-beda.

Dari warna inilah kita juga dapat mengetahui kesuburan dari sebuah tanah. Bahkan kita juga dapat mengetahui berapa umur dari tanah tersebut. Semoga informasi tersebut bisa menambah wawasan kalian yah!

Daftar Pustaka

  • www.kelaspintar.id/ blog/tips-pintar/memahami -profil-tanah-6883/
  • www.geologinesia.com /2017/08/horizon-tanah-yang -harus-anda-ketahui.html
  • geograpik.blogspot.com/ 2020/02/pengertian-horizon – tanah-dan-gambarnya.html #: ~:text=Horison%20tanah %20 adalah%20lapisan %20tanah ,tanah%20dalam%20 hal%20proses%20 pembentukannya.
  • aldofernandonasir. wordpress.com/2014/03 /16/horizon-horizon-tanah/
  • rimbakita.com/ horizon-tanah/
  • geo-media.blogspot. com/ 2013/12/tanah- pedosfer.html

Nilai Kualitas Artikel

Leave a Comment