Laporan Praktikum Enzim Katalase

Hari ini admin membagikan Laporan Praktikum Enzim Katalase pada hati ayam, Laporan enzim katalase pada pankreas dan hati ayam lengkap dengan pembahasannya.

Apa Itu Enzim?

Enzim adalah biomolekul berupa protein yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia organik.

Apa Itu Enzim Katalase?

Katalase adalah enzim yang mengandung empat gugus heme, pada tulang, membran mukosa, ginjal dan hati.

Apa Fungsi Enzim Katalase?

Katalase berperan sebagai enzim peroksidasi khusus dalam reaksi dekomposisi hydrogen peroksida menjadi oksigen dan air.

Laporan Praktikum Enzim Katalase ini disusun dari berberapa sumber agar landasan teori yang dihasilkan bisa beragam dan banyak, silahkan dibaca dan selamat belajar.

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Metabolisme berasal dari kata metabole (yunani) yang berarti berubah. keseluruhan proses kimiawi suatu organisme disebut metabolisme metabolisme merupakan aktivitas hidup yang selalu terjadi pada setiap sel hidup. Metabolisme dapat digolongkan menjadi dua, yakni proses penyusunan yang disebut anabolisme dan proses pembongkaran yang disebut katabolisme.perubahan – perubahan yang terjadi pada proses anabolisme dan katabolisme daapat di percepat dengan suatu zat yang di sebut enzim.

Metabolisme yang merupakan reaksi kimia memiliki biokatalisator yang disebut dengan enzim. Enzim adalah senyawa yang dibentuk oleh sel tubuh organisme yang terdiri atas protein atau suatu senyawa yang berikatan dengan protein. Di dalam sel, enzim diproduksi oleh organel badan mikro peroksisok. Enzim merupakan zat yang membantu semua kegiatan yang dilakukan sel. Enzim mempunyai dua fungsi pokok yaitu mempercepat reaksi tetapi tidak ikut bereaksi dan mengatur sejumlah reaksi yang berbeda-beda dalam waktu yang sama.

Kegunaan enzim katalase adalah menguraikan Hidrogen Peroksida (H2O2) yang memiliki sifat oksidator kuat dan merupakan senyawa racun dalam tubuh yang terbentuk pada proses pencernaan makanan. Dengan adanya enzim katalase, senyawa Hidrogen Peroksida (H2O2) dapat diuraikan menjadi air (H2O) dan oksigen (O2) yang tidak berbahaya ditandai dengan timbulnya gelembung.

Ada tidaknya gelembung merupakan indikator adanya air dalam wujud uap. Sedangkan menyala atau tidaknya bara merupakan indikator adanya gas oksigen dalam tabung tersebut. Enzim katalase yang dihasilkan peroksisom pada hati akan mengalami denaturasi (kerusakan) pada suhu yang tinggi ataupun pada suasana asam dan basa. Enzim katalase bekerja secara optimal pada suhu kamar (±30*C) dan suasana netral. Hal ini dapat dilihat pada suasana asam, basa, dan suhu tinggi, laju reaksi menjadi sangat lambat. Bahkan terhenti sama sekali. Indikasinya adalah sedikitnya gelembung yang dihasilkan dan bara api tidak menyala. Sedangkan pada suhu normal dan pH netral, reaksi berjalan dengan lancar.

Cara kerja yang dilakukan enzim yaitu molekul selalu bergerak dan saling bertumbukan satu sama lainnya. Jika ada molekul substrat menumbuk molekul enzim yang tepat maka akan menempel pada enzim. Tempat menempelnya molekul substrat tersebut disebut dengan sisi aktif. Kemudian terjadi reaksi dan terbentuk molekul produk.

Kerja enzim tentunya dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu. Keinginan kami untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim, dan memenuhi tugas biologi, merupakan suatu motivasi kami untuk melakukan praktikum sederhana dengan menggunakan enzim katalase yang berasal dari ekstrak hati dan jantung ayam.

Enzim merupakan senyawa yang dibentuk secara alamiah oleh tubuh organisme. Enzim ini memiliki peranan dalam membantu proses penting di dalam tubuh organisme tersebut. Salah satu jenis enzim yang memiliki peranan yang cukup penting adalah enzim katalase. Enzim ini berperan dalam mengurai H2O2 atau Hidrogen Peroksida yang apabila tidak diurai akan menjadi senyawa beracun.Lebih lanjut tentang enzim katalase.Dengan adanya enzim katalase senywa hidrogen peroksida (H2O2) Dapat di urai menjadi air(H2O) Dan oksigen (O2) Yang tidak berbahaya. cara kerja yang dilakukan enzim katalase adalah sebagai berikut : molekul selalu bergerak dan saling bertumbukan satu sama lain nya.jika ada molekul substarat menumbuk melekul enzim yang tepat maka akan menempel pada enzim. Tempat menempelnya molekul substrat tersebut di sebut juga dengan sisi aktif. Kemudian terjadi reaksi dan terbentuk molekul produk.

Enzim katalase jenis enzim yang dapat menguraikan hidrogen peroksida yang tidak baik pada tubuh makluk hidup menjadi air dan oksigen yang sama sekali tidak  berbahaya.
Dari latar belakang tersebut, maka penulis membuat judul praktikum ini tentang “ pengaruh enzim katalase terhadap larutan  Asam Klorida ( HCL ) , Larutan Hidrogen Peroksida (H2O2),dan Larutan Natrium Hidroksida(NAOH)

B. Pembatasan masalah

Pembatasan masalah dalam laporan ini adalah ;
Agar pembatasan masalah dalam praktikum ini memiliki ruang lingkup yang jelas maka pembatasan masalahnya adalah “ pengaruh enzim katalase terhadap larutan asam klorida(HCL),Larutan hidrogen peroksida(H2O2),Dan larutan natrium hidroksida (NAOH)”

C. Rumusan masalah

Rumusan masalah dalam praktikum ini adalah ;

  1. Bagaimana pengaruh enzim katalase terhadap larutan hidrogen peroksida(H2O2)
  2. Faktor apa saja yang mempengaruhi kerja enzim katalase ?
  3. Apakah enzim katalase terdapat pada organ hati ?
  4. Apakah peranan enzim katalase ?
  5. Gas apakah yang terbentuk dari reaksi percobaan praktikum ?

D.Tujuan praktikum

Tujuan  praktikum ini adalah ;

  1. Mengetahui pengaruh enzim katalase terhadap hidrogen peroksida (H2O2)
  2. Mengetahui Peran enzim katalase melalui percobaan yang dilakukan
  3. Mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kerja enzim katalase
  4. Memahami enzim katalase berserta fungsinya
  5. Memahami prinsip kerja enzim katalase
  6. Mengetahui gas yang di hasilkan dari percobaan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Berikut merupakan Kajian-kajian pokok yang admin susun dalam membuat Laporan Praktikum Enzim Katalase:

A. Enzim

Metabolisme sangat bergantung pada enzim. Enzim berperan sebagai pemercepat reaksi metabolisme di dalam tubuh mahkluk hidup, tetapi enzim tidak ikut bereaksi.

B. Struktur enzim

Enzim merupakan protein yang tersusun atas asam – asam amino. Kebanyakan enzim berukuran lebih besar dari substratnya.akan tetapi,hanya daerah tertentu dari molekul enzim tersebut yang berikatan dengan substrat, yaitu bagian yang disebut dengan sisi aktif (active side)
Secara kimia, enzim yang lengkap (holoenzim) tersusun atas dua bagian, yaitu bagian protein dan bagain bukan protein.

  1. Bagian protein disebut apoenzim, tersusun atas asam – asam amino. Bagian protein bersifat labil (mudah berubah), misalnya terpengaruh oleh suhu dan keasaman.
  2. Bagian bukan protein yang disebut gugus protetik, yaitu gugusan yang aktif. Gugus prostetik yang berasal dari molekul non organik disebut kofaktor, misalnya besi, tembaga, zink. Gugus prostetik yang terdiri dari senyawa – senyawa kompleks disebut konenzim, misalnya NADH, FADH, koenzim A, tiamin, riboflavin, asam pantotenat, niasin, piridoksin, biotin, asam folat, dan kobalamin.

C. Ciri-Ciri Enzim

  1. Biokatalisator : enzim hanya dihasilkan oleh sel-sel mahkluk hidup yang digunakan  untuk mempercepat proses reaksi.
  2. Protein : sifat-sifat enzim sama dengan protein yaitu dapat rusak pada suhu yang tinggi dan dipengaruhi pH.
  3. Bekerja Secara Khusus : enzim tertentu hanya dapat mempengaruhi reaks tertentu, tidak dapat mempengaruhi raeksi lainnya. Zat yang terpengaruhi oleh enzim rtersebut substrat. Substrat adalah zat yang bereaksi. Oleh karena
  4. macam zat yang bereaksi di dalam sel sangat banyak, maka macam enzim pun banyak
  5. Dapat Digunakan Berulang Kali: dapat digunakan berulang kali karena enzim tidak berubah pada saat terjadi reaksi. Satu molekul enzim dapat bekerja berkali-kali selama enzim itu tidak rusak.
  6. Rusak Oleh Panas : enzim rusak oleh panas karena merupakan suatu protein . Rusaknya enzim oleh panas disebut denaturasi jika telah rusak enzim tidak dapat bekerja lagi.
  7. Tidak Ikut Bereaksi : enzim hanya diperlukan untuk mempercepat reaksi namun tidak ikut bereaksi.
  8. Bekerja Dapat Balik : suatu enzim dapat bekerja menguraikan suatu senyawa menjadi senyawa-senyawa lain dan sebaliknya dapat pula bekerja menyusun senyawa-senyawa itu menjadi senyawa semula.

D. Cara Kerja Enzim

  1. Teori gembok – anak kunci Sisi aktif enzim mempunyai bentuk tertentu yang hanya sesuai untuk satu jenis substrat saja. Entuk substrat sesuai dengan sisi aktif, seperti gembok cocok dengan anak kuncinya. Hal itu menyebabkan enzim bekerja secara spesifik. Substrat yang mempunyai bentuk ruang yang sesuai dengan sisi aktif enzim akan berikatan dan membentuk kompleks transisi enzim-substrat. Senyawa transisi ini tidak stabil sehingga pembentukan produk berlangsung dengan sendirinya. Jika enzim mengalami denaturasi (rusak) karena panas, bentuk sisi aktif berubah sehingga substrat tidak sesuai lagi. Perubahan pH juga mempunyai pengaruh yang sama.
  2. Teori induced fit Reaksi antara substrat denan enzim berlangsung karena adanya induksi molekul substrat terhadap molekul enzim. Menurut teori ini, sisi aktif enzim bersifat fleksibel dalam menyesuaikan struktur sesuai dengan struktur substrat. Ketika substrat akan terinduksi dan kemudian mengubah bentuknya sedikit sehingga mengakibatkan perubahan sisi aktif yang semula tidak cocok menjadi cocok (fit). Kemidian terjadi pengikatan substrat oleh enzim, yang selanjutnya substrat diubah menjadi produk. Produk kemudian dilepaskan dan enzim kembali pada keadaan semula, siap untuk mengikat substrat baru.

E. Hipotesa

Karena enzim katalase terbentuk atas senyawa protein, maka enzim ini juga memiliki  ciri – ciri yang sama dengan protein. Kerja enzim akan sangat dipengaruhi oleh suhu dan derajat keasaman lingkungannya.

BAB III METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat

Praktikum Enzim Katalase tentang cara kerja dan pengaruh cahaya ini kami lakukan pada :
Hari        :
Tempat  :

B. Alat dan Bahan

Alat

  • Tabung reaksi
  • Lampu bunsen/ lampu spritus
  • Gelas ukur
  • Tungku segitiga
  • Pipet tetes
  • Corong pemisah
  • Penjepit tabung reaksi
  • Botol cuci
  • Rak tabung reaksi
  • Sikat tabung reaksi
  • Ose / bara api
  • Alat tulis
  • Kamera digital /hp
  • Tisu
  • Korek api
  • Lumpang porselin
  • Penangas
  • Alu
  • Kertas labe

Bahan

  • Ekstrak hati ayam ü  Larutan Asam Klorida (HCL)
  • Larutan Hidrogen Peroksida (H2O2)
  • Larutan Natrium Hidroksida (NAOH)Air/aquades
  • Sunlight/sabun
  • Spritus

C.   Prosedur kerja atau cara kerja

Adapun prosedur kerja dalam Laporan Praktikum Enzim Katalase ini adalah sebagai berikut:

1) Ekstrak hati + H2O2

  1. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pratikum
  2. Cucilah ekstrak hati ayam tersebut terlebih dahulu dan kemudian dihaluskan
  3. Berilah label angka 1 pada tabung reaksi percobaan pertama
  4. Masukkan larutan H2O2 ke dalam tabung reaksi sebanyak 5 tetes
  5. Tambahkan ekstrak hati yang telah dihluskan ke dalam tabung reaksi sebanyak 5 cm
  6. Tutuplah tabung reaksi yang telah ditambahkan ekstrak hati
  7. Amatilah reaksi yang terjadi
  8. Panaskan ose pada api yang menyala sehingga terbentuk bara api
  9. Masukkan ose/bara api tersebut ke dalam tabung reaksi
  10. Catatlah hasil pengamatan dan tabel pengamatan

2) Ekstrak hati + H2O2 + HCL

  • Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pratikum
  • Cucilah ekstrak hati ayam tersebut terlebih dahulu dan kemudian dihaluskan
  • Berilah label angka 2 pada tabung reaksi percobaan kedua
  • Masukkan larutan H2O2 dan larutan HCL ke dalam tabung reaksi sebanyak 5 tetes
  • Tambahkan ekstrak hati yang telah dihluskan ke dalam tabung reaksi sebanyak 5 cm
  • Tutuplah tabung reaksi yang telah ditambahkan ekstrak hati
  • Amatilah reaksi yang terjadi
  • Panaskan ose pada api yang menyala sehingga terbentuk bara api
  • Masukkan ose/bara api tersebut ke dalam tabung reaksi
  • Catatlah hasil pengamatan dan tabel pengamatan

3) Ekstrak hati + H2O2 + NAOH

  • Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pratikum
  • Cucilah ekstrak hati ayam tersebut terlebih dahulu dan kemudian dihaluskan
  • Berilah label angka 3 pada tabung reaksi percobaan ketiga
  • Masukkan larutan H2O2 dan larutan NAOH ke dalam tabung reaksi sebanyak 5 tetes
  • Tambahkan ekstrak hati yang telah dihluskan ke dalam tabung reaksi sebanyak 5 cm
  • Tutuplah tabung reaksi yang telah ditambahkan ekstrak hati
  • Amatilah reaksi yang terjadi
  • Panaskan ose pada api yang menyala sehingga terbentuk bara api
  • Masukkan ose/bara api tersebut ke dalam tabung reaksi
  • Catatlah hasil pengamatan dan tabel pengamatan

4) Ekstrak hati + H2O2 di dalam air panas

  • Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pratikum
  • Cucilah ekstrak hati ayam tersebut terlebih dahulu dan kemudian dihaluskan
  • Berilah label angka 4 pada tabung reaksi percobaan ke empat
  • Masukkan larutan H2Oke dalam tabung reaksi sebanyak 5 tetes
  • Tambahkan ekstrak hati yang telah dihluskan ke dalam tabung reaksi sebanyak    5 cm
  • Tutuplah tabung reaksi yang telah ditambahkan ekstrak hati
  • Rendamlah campuran ekstrak hati dan larutan H2O2 tersebut ke dalam air mendidih
  • Amatilah reaksi yang terjadi
  • Panaskan ose pada api yang menyala sehingga terbentuk bara api
  • Masukkan ose/bara api tersebut ke dalam tabung reaksi
  • Catatlah hasil pengamatan dan tabel pengamatan

5) Ekstrak hati + H2O2 dalam keadaan dingin

  • Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pratikum
  • Cucilah ekstrak hati ayam tersebut terlebih dahulu dan kemudian dihaluskan
  • Berilah label angka 5 pada tabung reaksi percobaan kelima
  • Masukkan larutan H2O2 ke dalam tabung reaksi sebanyak 5 tetes
  • Tambahkan ekstrak hati yang telah dihluskan ke dalam tabung reaksi sebanyak 5 cm
  • Tutuplah tabung reaksi yang telah ditambahkan ekstrak hati
  • Rendamlah campuran ekstrak hati  dan larutan H2O2 tersebut ke dalam air dingin
  • Amatilah reaksi yang terjadi
  • Panaskan ose pada api yang menyala sehingga terbentuk bara api
  • Masukkan ose/bara api tersebut ke dalam tabung reaksi
  • Catatlah hasil pengamatan dan tabel pengamatan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Adapun pembahasan dalam Laporan Praktikum Enzim Katalase adalah sebagai berikut:

  1. Pada Tabung pertama yang berisi  Ekstrak hati di tambah H2O2, karena Saat ekstrak diberi H2O2 terjadi gelembung-gelembung udara yang banyak.  Hal ini membuktikan bahwa enzim katalase yang terdapat di dalam hati ayam mengubah H2O2menjadi H2O (air). Sedangkan pada waktu di masukkan ose/ bara api kedalamnya, timbul nyala api. Hal ini membuktikan bahwa H2O2 juga diuraikan menjadi O22.
  2. Pada Tabung yang kedua berisi ekstrak hati yang ditambah H2O2 + HCL, Pertambahan HCL disini di maksudkan untuk membuat ekstrak dalam keadaan terlalu asam. pada percobaan ini terjadi sedikit gelembung-gelembung udara dan api menyala. Hal ini membuktikan bahwa enzim mampu berkerja dalam keadaan basa.
  3. Pada tabung yang ketiga berisi ekstrak hati yang ditambah H2O2 + NAOH, penambahan NaOH disini dimaksudkan untuk membuat ekstrak dalam keadaan terlalu basa. terjadi gelembung-gelembung udara yang banyak, dan api menyala. Hal ini membuktikan bahwa enzim mampu mengubah H2O2 menjadi H2O ( air ) dan O2 (oksigen) dalam kondisi yang basa.
  4. Pada tabung yang keempat berisi ekstrak hati ayam dimasukkan H2O+ air panas. Enzim katalase bekerja dengan menguraikan H2Omenjadi air (H2O) dan Oksigen (O2). Terjadi banyak gelembung- gelembung, dan api menyala hal ini disebabkan karena Enzim katalase tidak rusak apabila bekerja pada suhu 100C atau suhu optimum, dan pada kondisi asam maupun basa.
  5. Pada tabung yang berisi ekstrak hati yang di masukkan H2O2 + air dingin, terjadi banyak gelembung artinya yaitu apabila enzim katalase berada dalam suhu netral  mampu bekerja dengan baik, dan terjadi nyala api.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

kesimpulan dalam Laporan Praktikum Enzim Katalase ini adalah ;

  1. Enzim katalase bekerja dengan menguraikan H2O2 menjadi air (H2O) dan Oksigen (O2).
  2. Enzim katalase tidak menjadi rusak dan mampu apabila bekerja secara optimal  pada kondisi asam maupun basa.
  3. Enzim juga mampu bekerja dalam kondisi suhu yang berbeda

B. Saran

adapun Saran dalam laporan praktikum ini adalah ;

  1. Dibutuhkan waktu yang lebih lama, dan waktu yang khusus (diluar jam pelajaran) untuk melakukan percobaan ini agar kami lebih teliti dan intensif dalam menguji faktor yang mempengaruhi kerja enzim.
  2. Dibutuhkan alat -alat yang lebih lengkap agar data hasil percobaan kami lebih akurat.
  3. dalam melakukan praktikum harus berhati-hati agar tidak terkena cairan yang berbahaya.

Nilai Kualitas Artikel

2 thoughts on “Laporan Praktikum Enzim Katalase”

Leave a Comment