Laporan Praktikum Fisika Menentukan Titik Berat

Laporan Praktikum Fisika Menentukan Titik Berat Suatu Benda Tegar, Laporan Praktikum Fisika Titik Berat Benda Sembarang Titik, Judul Kali ini Membahas Mengenai Praktikum fisika.

Apa Itu Benda Tegar?

Benda tegar adalah istilah yang sering digunakan dalam dunia Fisika untuk menyatakan suatu benda yang tidak akan berubah bentuknya setelah diberikan suatu gaya pada benda itu.

Apa Itu Titik Berat?

Semua gaya yang mengarah ke bawah (pusat bumi), terdapat satu titik yang merupakan pusat dari semua gaya-gaya yang dihasilkan dari partikel penyusun. Titik tersebutlah yang kemudian disebut sebagai titik berat.

Bagiamana menentukan Kesetimbangan atau titik berat benda tegar?

Secara Umum Kita mengukur titik berat beda tegar melalu kegiatan praktikum, dimana hasil teoritisnya nanti di olah menggunakan rumus-rumus titik berat dalam fisika.

BAB I Pendahuluan

1.1 Judul Kegiatan dan Pelaksanaan Praktikum

a. Judul Kegiatan : Menentukan Titik Berat pada benda
b. Tanggal Praktikum : 
c. Lokasi Praktikum : 

1.2 Dasar Teori

Laporan Praktikum Fisika Titik Berat – Suatu benda tegar dapat mengalami gerak translasi (gerak lurus) dan gerak rotasi. Benda tegar akan melakukan gerak translasi apabila gaya yang diberikan pada benda tepatmengenai suatu titik yang disebut titik berat. Benda akan seimbang ketika diletakkan dititik beratnya.

Titik berat adalah suatu titik kesetimbangan suatu benda ataupun suatu bangunbaik itu panjang maupun luas dan volume. Benda ukurannya dapat diabaikan sehinggadapat digambarkan sebagai suatu titik materi, disebut partikel. Gerak yang terjadi pada partikel hanyalah gerak translasi. Gerak translasi adalah gerak yang tidak menyebabkangerak rotasi. Oleh karena itu, satu-satunya syarat agar suatu partikel seimbang adalahresultan gaya yang bekerja pada benda tersebut sama dengan nol.

∑F = 0

Jika partikel terletak pada bidang x-y, maka suatu kesetimbangan dapat ditulis:

∑Fx = 0 (resultan pada sumbu x)

∑Fy = 0 (resultan pada sumbu y)

Ketika partikel seimbang, partikel itu ada dalam keadaan diam (seimbang statis)atau bergerak dengan kecepatan konstan (seimbang dinamis). Apabila ada tiga buah gayayang seimbang, maka resultan dua buah gaya akan sama besar dan berlawanan arahdengan gaya yang lain. Hasil bagi setiap besar gaya dengan sudut sinus di seberangnya punselalu bernilai sama.

Sebuah benda terdiri atas banyak partikel. Setiap partikel mempunyai massa. oleh karena itu, tiap partikel mempunyai berat dan titik berat yang berbeda-beda. Partikel-partikel tersebut masing-masing mempunyai gaya berat w1, w2, w3, …, wn dengan resultan gaya berat w. Resultan dari seluruh gaya berat benda yang terdiri atas bagian-bagian kecil benda dinamakan gaya berat. Titik tangkap gaya berat inilah yang disebut titik berat (Zo) (Setya Nurachmandani, 2009).

Resultan dari gaya berat masing-masing partikel itulah yang kemudian disebut dengan berat benda (W). (Tri Widodo, 2009)Pusat massa dan titik berat suatu benda memiliki pengertian yang sama, yaitu suatu titik tempat berpusatnya massa/berat dari benda tersebut. Perbedaannya adalah letak pusat massa suatu benda tidak dipengaruhi oleh medan gravitasi, sehingga letaknya tidak selalu berhimpit dengan letak titik beratnya (Anonimus, 2012).

Konsep Titik Berat

Semua benda di bumi mempunyai berat. Berat suatu benda dapat dianggapterkonsentrasi pada satu titik yang disebut pusat gravitasi atau titik berat. Pada titik beratini gaya-gaya yang bekerja menghasilkan momen resultan sama dengan nol. Karena itulahbenda yang ditumpu pada titik beratnya akan berada dalam keseimbangan statis.Letak titik berat dari suatu benda secara kuantitatif dapat ditentukan dengan perhitungansebagai berikut:

Koordinat Titik Benda pada sumbu x :

1.3 Tujuan Percobaan

Dengan terlaksanannya percobaan yang telah dilakukan, adapun tujuan daripercobaan tersebut adalah peserta didik dapat menentukan koordinat titik berat bendaberbentuk luasan.

1.4 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan titik berat ?
2. Bagaimana cara menentukan titik berat dari sebuah benda ?
3. Dimanakah letak/posisi titik berat dari sebuah benda beraturan dan tidak beraturan ?

1.5 Hipotesis

Titik berat suatu benda ialah suatu titik pada benda tersebut atau disekitar bendatersebut dimana berat semua bagian terpusat pada titik tersebut. Apabila suatu bendahomogen (kerapatan sebagian benda sama atau benda tersusun dari bahan sejenis ) danbentuk benda simetris (misalnya persegi,persegi panjang,lingkaran) maka titik berat bendaberhimpit dengan pusat massa benda yang terletak di tengah-tengah benda tersebut.

Untuk segitiga pusat massa terletak pada 1/3 h ,dimana h = tinggi segitiga . Semua benda didunia ini mempunyai berat. Berat suatu benda dapat dianggap terkonsentrasi pada satu titik yangdisebut pusat grafitasi atau titik berat.Pada titik berat ini gaya-gaya yang bekerjamenghasilkan momen resultan sama dengan nol. Untuk benda yang tidak beraturan, posisiTitik Berat benda terletak pada perpotongan tiga garis vertikal / lebih.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Alat & Bahan

  1. Pola huruf F
  2. Pola Pulau (Sulawesi)
  3. Sterofoam
  4. Tali dan beban
  5. Kertas milimeter ukuran A3

2.2 Langkah Kerja

  1. Membuat pola sesuai dengan objek yang diukur dengan kertas milimeter
  2. Membuat garis bilangan pada pola
  3. Menentukan 3 titik sembarang
  4. Menggantung pola beserta beban dan tali pada titik yang pertama
  5. Menabali dengan garis arah jatuhnya beban
  6. Lakukan pada 2 titik bagian yang lain
  7. Menentukan titik berat benda berdasarkan percobaan dan hitungan rumus
  8. Menentukan koordinat titik berat

2.3 Hasil Pengamatan

No. Benda X0 Y0
1.  Huruf  (F) 12cm 9,4cm
2. Pulau Sulawesi 7,2cm 13,8cm

2.4 Analisis data

Dari praktikum Titik Berat yang telah dilaksanakan dapat dibuat pembahasan dari hasil data pengamatan Titik Berat, yaitu sebagai berikut.

Benda bangun F memiliki Titik Berat yaitu ( X0 ; Y0 ) = ( 12 ; 9,4 ).

Dan gambar pulau Sulawesi memiliki Titik Berat yaitu (X0 ; Y0) = (7,2 ; 13,8).

2.5 Kesimpulan

Dari praktikum yang telah dilakukan, telah didapatkan titik beratnya yaitu berada pada perpotongan dari 3 (tiga) buah garis yang didapat dari percobaan dengan menggunakan beban yang digantung pada benang yang kemudian benang bergantung beban tersebut digantungkan pada pines lalu pada saat keadaan benda seimbang dibuat garis sesuai arah benang yang telah diikatkan beban tersebut. Dengan menggunakan ketiga garis yang telah diperoleh dari perobaan, didapatkan titik potong pada benda sebagai titik berat benda.

Pada bangun F titik beratnya berada pada titik (12; 9,4).

Ciri keadaan benda seimbang yaitu pada saat di titik perpotongan ketiga garis tersebut ditancapkan paku pada karton tidak bergelayutan / bergerak ke sana ke mari, sedangkan saat paku ditancapkan pada lubang bagian sisi sisi samping karton yang berbentuk bangun F, yang memiliki titik berat terletak pada koordinat ( 12 ; 9,4 ) serta Pulau Sulawesi, yang titik beratnya terletak pada koordinat ( 7,2 ; 13,8 ) mengalami pergerakan ke sana ke mari Ini membuktikan bahwa titik perpotongan ketiga garis tersebut adalah titik berat dari bangun tersebut.

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dari Laporan praktikum Titik Berat yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

  1. Setiap benda memiliki titik berat.
  2. Untuk mencari titik berat dari suatu benda yang memiliki bentuk yang beraturan maupun tidak beraturan dapat dilakukan dengan cara yang mudah dan sederhana yaitu titik berat dari suatu benda didapat dari perpotongan tiga buah garis atau lebih yang ada pada benda tersebut.
  3. Posisi Titik Berat benda terletak pada perpotongan diagonal sisi untuk benda homogen berbentuk teratur. Sedangkan untuk benda sembarang posisi Titik Berat benda terletak pada perpotongan tiga garis vertikal / lebih.

3.2 Saran

Adapun kesimpulan dari Laporan Praktikum Fisika Titik Berat yang telah dikerjakan adalah sebagai berikut:

  1. Persiapkan dan periksa (cek) terlebih dahulu semua peralatan dan bahan yang akan digunakan dalam kegiatan praktikum Titik Berat.
  2. Lakukan semua langkah kerja dalam kegiatan praktikum Titik Berat secara tertib, sistematis (berurutan) dan benar.
  3. Lakukan praktikum dengan kompak dan menjalin kerja sama antar anggota kelompok dan ciptakan suasana yang kondusif.
  4. Pada saat membuat 3 (tiga) lubang pada benda, jangan buat lubang pada posisi tegak lurus atau segaris / lurusnya lubang yang sebelumnya telah dibuat, karena apabila dibuat lubang pada posisi tegak lurus atau segaris / lurusnya lubang yang sebelumnya telah dibuat maka 2 (dua) lubang tersebut hanya akan menghasilkan 1 (satu) garis lurus saja. Dan akhirnya nanti hanya akan menghasilkan 2 garis saja untuk menentukan titik perpotongan. Sedangkan pada praktikum Titik Berat ini dibutuhkan 3 (tiga) garis untuk menentukan titik perpotongan pada benda.
  5. Beban pada tali yang dipasang pada statif sebaiknya diletakkan pada bagian belakang benda, supaya lebih mudah memberi tanda pada saat keadaan benda seimbang.
  6. Pada saat menentukan koordinat X0 dan Y0 dari titik tengah benda, sebaiknya jiplak / gambarlah benda pada selembar kertas supaya lebih mudah dalam menentukan koordinat X0 dan Y0 dari titik tengah benda tersebut.
  7. Ambillah gambar setiap percobaan untuk digunakan sebagai bukti, arsip / dokumentasi percobaan yang telah kalian lakukan.
  8. Catat setiap hasil data pengamatan secara objektif (sesuai kenyataan).

Download Laporan Praktikum (PDF)

Anda dapat mendownload Laporan Praktikum Fisika Titik Berat dengan format PDF dengan mengklik tombol download yang ada di bawah ini.

Download Laporan Praktikum
Klik Tombol Diatas

4 thoughts on “Laporan Praktikum Fisika Menentukan Titik Berat”

Leave a Comment