Laporan Praktikum Pengukuran Menggunakan Osiloskop Digital

  • Whatsapp
Alat Oscilloscop Digital
Praktikum Pengukuran Oscilloscop Digital

Laporan Praktikum Osiloskop Digital Berikut ini merupakan satu dari beberapa kegiatan praktikum fisika mengenai alat-alat ukur, admin sudah menyusun laporan ini dari berbagai sumber dan menjadikannya menjadi satu.

1. PENDAHULUAN

1. Judul: Pengukuran Menggunakan Osiloskop Digital
2. Hari, tanggal: Kamis, 20 Februari 2020
3. Tujuan: Adapun tujuan dari praktikum iini adalah sebagai berikut;
– Dapat menentukan fungsi-fungsi dari menu dan submenu osiloskop digital
– Dapat mengkalibrasi osiloskop digital
– Dapat mengukur tegangan DC dengan osiloskop digital
– Dapat mengukur frekuensi AC dengan osiloskop digital
– Dapat menggambarkan kurva lissajous dengan osiloskop digital

2. TINJAUAAN PUSTAKA

Adapun beberapa Landasan teori dalam Laporan Praktikum Pengukuran Menggunakan Osiloskop Digital ini adalah sebagai berikut:

A. Landasan Teori

Osiloskop adalah alat ukur besaran listrik yang dapat memetakan sinya listrik. Ada beberapa jenis osiloskop digital berbasis computer, dan telah diimplementasikan, salah satu jenis osiloskop digital berbasis computer menggunakan sound card yang dikendalikan dibawah system operasi linux. Perangkat keras maupun perangkat yang mengendalikannya telah diuji fungsi dan kebenarannya, dan sudah dapat berfungsi baik dan benar,. Secara umum osiloskop berfungsi untuk menganalisa tingkah laku besaran yang berubah-ubah terhadap waktu yang ditampilkan pada layar, untuk melihat bentuk sinyal yang sedang diamati. Dengan osiloskop maka kita akan mengetahui berapa frekuensi, periode dan tegangan dari sinyal dan mengukur sinyal (D. Chattopadhyay, 1989 :93).

Sebuah osiloskop akan secara kontinyu menghasilkan sebuah sinyal listrik yang nilainya bervariasi terhadap waktu secara berulang-ulang. Karakteristik terpenting yang dimiliki oleh sebuah osilator adalah bentuk gelombang, amplitude serta frekuensi dari sinyal yang  dibangkitkan op-amp atau rangkaian yang dirancang secara khusus yang dapat digunakan sebagai komponen rangkaian pembentuk rangkaian osilator. Rangkaian multivibrator astabil menggunakan op-amp untuk menghasilkan osilasi gelombang non-siusoidal (Clayton George, 2001 :87).

Multivibrator astabil mempunyai dua keadaan, namun tidak stabil pada salah satu keadaam diantaranya dengan perkataan lain. Multivibrator akan berada pada salah satu keadaannya selama sesaat dan kemudian berpindah ke keadaan yang lain. Disini multivibrator tetap untul sesaat sebelum kembali kekeadaan semula. Perpindahan pulang pergi berkesinambungan ini menghasilkan suatu gelombang segiempat dengan waktu bangkit yang sangat cepat. Karena tidak dibutuhkan sinyal masukan untuk memperoleh suatu keluaran (Affan, 2013 :431).

Osiloskop digital gelombang yang akan ditampilkan terlebih dahulu melalui tahap sampling (pencuplikan sinyal)dan kemudian data hasil sampling tersebut didapat secara digital. Pada prinsipnya osiloskop digital bekerja dengan cara mencuplik sinyal(sampling), menyimpan data, memproses data kemudian menampilkan data hasil pemprosesan dan kemudian akan berulang kembali seperti itu (pribadi,2014 :61-62).

Hal ini dapat menganggu aktifitas kerja dalam proses pembuatan minyak, karena sebelum minyak mentah dikelola, harus dilakukan beberapa uji laboratorium. Untuk itu akan merancang dan membangun alat pengubah tegangan 220 V 2 phase ke 220 V 1 phase dengan keluaran gelombang sinusoidal agar alat elektronik yang ada di laboratorium. Menggunakan osiloskop digital melihat tegangan riak pada keluaran gelombang alat dengan skala 5V/DIV 1ms TIME/DIV. Diperjelaskan kembali gambar 10 dibawah tegangan riak pada gelombang keluaran mengubah TIME/DIV pada osiloskop digital yaitu 0,5ms TIME/DIV (Azhar,2014 :45-49).

Due to its numerous advantages digital oscilloscope which include large screen using data projector for demonstration, easier to operate, portability, among others. All hands must be on deck, to see that the digital oscilloscope is purchased by all concerned and used to complement the traditional oscilloscope for teaching not only RTE but all related areas (jimritu, 2013 :16).

B. Alat dan Bahan

Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam Praktikum Pengukuran Menggunakan Osiloskop Digital ini adalah sebagai berikut:

  1. Osiloskop digital siglent type SOS 1000 CML/CNL/DL
  2. Power supply                                           1 buah
  3. Generator AFG                                         2 buah
  4. Kabel penghubung                                  1 buah

C. Prosedur Kerja

Adapun prosedur kerja pada Praktikum Osiloskop Digital ini adalah sebagai berikut:

1. Kalibrasi Alat

Adapuun cara mengkalibrasi osiloskop digital adalah sebagai berikut:

  1. Dihidupkan osiloskop dengan menekan tombol power
  2. Ditekan tombol DEFAUL SETUP untuk mengembalikan ke pengaturan standar
  3. Dihubungkan osiloskop dengan prode pada CH 1
  4. Dihubungkan prode positif ke ground
  5. Diamati gelombangnya dan diatur volt/div menjadi 2 V, agar jarak antara 2 titik 1 cm
  6. Diatur Time/Div menjadi 0,5 t
  7. Ditekan AUTO
  8. Posisi garis osiloskop ditempatkan berada tepat di sumbu x
  9. Jika ingin menggunakan 2 chanel, diulangi dengan langkah yang sama

2. Mengukur Tegangan DC

  1. Ditekan tombol menu pada vertikal osiloskop
  2. Ditekan menu AC-GND-DC dan pilih DC
  3. Dihidupkan probe positif dan negarif ke power supply yang telah dihubungkan ke sumber arus dengan tegangan 1,5 V
  4. Diamati jumlah tegangannya
  5. Dicatat dalam tabel pengamatan
  6. Dihubungkan probe positif dan negarif ke power supply 3 V lalu diamati jumlah tegangannya
  7. Dicatat data di tabel pengamatan dan dibandingkan dengan teori

3. Mengukur frekuensi AC

  1. Ditekan tombol menu pada vertikal osiloskop
  2. Ditekan menu AC-GND-DC dan dipilih AC
  3. Diataur Volt/Div menjadi 2 V
  4. Dihidupkan AFG generator dan dipasangkan probe pada AFG
  5. Diatur frekuensi osiloskop menjadi 100 Hz
  6. Diatur gelombang menjadi gelombang sinusiodal
  7. Dihubungkan probe positif dan negatif AFG dan osiloskop
  8. Diamati gelombang yang terjadi
  9. Ditekan tombol TRIGGER LEVEL untuk menampilkan data
  10. Diamati dan dicatat dalam data pengamatan

4. Menggambar Kurva Lissajous dengan 2 Chanel

  1. Diatur kembali sumber tegangan tetap AC
  2. Dipasangkan probe ke dua ke CH 2
  3. Diatur Volt/Div pada CH 1 dan CH 2 menjadi 2 V
  4. Diatur posisi garis gelombang dengan menggunakan POSITION agar kedudukan gelombang pertama dan kedua sejajar (jika ingin mengatur CH 1 tekan CH 1 jika ingin mengatur CH 2 tekan CH2)
  5. Dihidupkan AFG generator kedua dan dipasang probe pada AFG kedua
  6. Diatur frekuensi AFG pertama menjadi 100 Hz
  7. Diatur gelombang menjadi gelombang sinusoidal
  8. Dihubungkan probe positif dan negatif AFG pertama pada osiloskop
  9. Duhubungkan probe positif dan negatif AFG kedua pada osiloskop
  10. Diamati gelombang yang terjadi
  11. Untuk mengukur frekuensi gelombang pada AFG kedua, maka ditekan tombol frekuensi pada AFG kedua
  12. Ditulis frekuensi gelombang AFG kedua sesuai yang di inginkan
  13. Ditekan tombol Hz pada AFG kedua
  14. Diatur posisi gelombang pertama dan kedua dengan tombol POSITION
  15. Ditekan tombol TRIGGER LEVEL untuk menampilka data
  16. Dicatat data pengamatan
  17. Ditekan tombol measure untuk menampilkan data di page kedua dan kemudian pilih ADD
  18. Untuk mendapatkan grafik lissajous ditekan tombol DISPLAY
  19. Untuk mengembalikan dalam bentuk sinusoidal ditekan tombol vertikal kedua setelah menu
  20. Diamati dan dicatat dalam data pengematan

3. Analisis Data

Berikut hasil analisis data dalam Praktikum Osiloskop Digital:

4. Hasil Data Pengamatan

Adapun hasil dari Pengamatan dari Praktikum Osiloskop Digital ini adalah sebagai berikut:

A. Pengukuran Tegangan DC

Panjang Gambar di Layar menurut Sumbu YAngka Volt/Div di Osiloskoptegangan BateraiBerdasarkan
0,2 Div2,00 Volt/Div6 VoltTeori
0,2 Div2,00 Volt/Div3,04 Volt Praktik

B. Pengukuran Frekuensi AC

Output TeganganPerpindahan Gambar Sumbu YAngka
volt/div
Time/DiveFregVPPVPVeffPeriodeKet
20 Volt2 Div0,12 Volt/div5 Ms100,820 V107,090,009T
20 Volt2 Div11,20 Volt/div5 Ms100,820 V107,090,0033P

C. Pengukuran Grafik Lissajous

Skala fregCHOutput teganganPerpindahan gambar sumbu YAngka
Volt/Div
TIme/DivFregVPPVPVeffPeriodeKet
1:3CH117 Volt3,4 div55100178,54,25√20,01T
CH222 Volt2,2 div105300 22115,5 √20,0033
1:3CH117,60 V3,4 div5510017,608,86,249,91P
CH2 22,60 V3,2 div10530021,2010,67,50,0033

5. Pembahasan

Pada percobaan kali ini, yaitu pengukuran dengan menggunakan osiloskop digital. Percobaan dilakukan tiga kali pengukuran yaitu pengukuran tegangan DC, pengukuran frekuensi AC, dan dapat menggambarkan kurva lissajous.

Sebelum melakukan pengukuran ada baiknya osiloskop digital dikalibrasi terlebih dahulu, dihidupkan osiloskop digital lalu hubungkan osiloskop dengan probe positif ke ground,amati gelombang yang dibentuk lalu atur TIME/DIV dan tekan AUTO.

Untuk mengukur tegangan DC caranya adalah tekan tombol menu pada osiloskop, tekan AC-GND- DC dan pilih DC lalu hubungkan probe positif dan negatif ke power suply dan amati jumlah tegangannya ubah tegangan yang awal 1,5V dan yang kedua sambungkan pada power suply 3V. Didapatkan data pada panjang gambar dilayar menurut sumbu Y 0,2DIV,angka volt/div diosiloskop 2,00 pada tegangan baterai 6volt, yaitu data Teori sedangkan pada percobaan yang kedua panjang gambar dilayar menurut sumbu Y 0,2div, angka volt/divnya.

Sedangkan untuk mengukur frekuensi dan menggambarkan lissajous pertama atur menu AC- GND-AC lalu pilih AC, hidupkan AFG, untuk menggambar kurva lissajous atur menu tetap di AC lalu atur AFG pertama 100hz dan AFG kedua 3000hz dan hubungkan probe positif dan negatif ke AFG kedua dan juga pada osiloskop lalu amati gelombang yang terjadi.pada pengukuran frekuensi ac dilakukan 2kali percobaan yaitu pada teori dan praktek, data yang didapat pada teori 20volt, perpindahan gambar sumbu Y 2div, angka volt/div yang didapat 5,00 m/s, frekuensi 100,89. Sedankan data yang didapat saat praktek tegangan yang didapat 2div, angka volt/div 11,2 volt/div, time/div 5,00 m/s,frekuensinya 100,8,  vpp 2volt, vp 10, veff 7,09 dan periodenya 0,003 yang membeakan antara teori dan paraktek adalah pada periode dan angka volt/div.

Percobaan pengukuran grafik lissajous dilakukan dengan 2 chanel dengan skala perbandingan 1:3, pada cnanel 1

Output tegangannya 17 volt, perpindahan sumbu Y 3,4div, angka volt/div 5m/s, time/div 5m/s, dengan frekuensi 100hz,  vpp 17 vollt, vp 8,5volt, veff 4,24, periode 0,01 sedangkan pada chanel 2 output tegangannya 22volt, perpindahan sumbu Y 2,2div, angka volt/div 10, time/div 5m/s, frekuensinya 300hz, vpp 22, vp 11, veff 5,5, dengan periode 0,003. Pada saat pengukuran data yang didapat hasilnya tidak  sama dengan toeri karean kuarang telitinya praktikan dan juga teganggannya berbeda jadi hasilnya tidak sama.

Berikut gambar kurva lissajous yang telah kamidapatkan dari praktek:

6. Pertanyaan

Adapun pertanyaan pada Praktikum Osiloskop Digital ini adalah sebagai berikut:

a. Jelaskan apa itu noise dan berikan contohnya?

Jawaban: Noise adalah sinyal-sinyal yang tidak diinginkan dalam suatu sistem komunikasi atau informasi. Sinyal-sinyal noise ini dapat mengganggu kualitas penerimaan sinyal dan reproduksi sinyal yang akan di pancarkan. Contohnya noise yang dapat dirasakan seperti pada menyebabkan suara desis di loudspeaker sehingga terdengan oleh pendengarnya

b. Apa itu kegunaan kurva lissajous dan gambarkanlah macam-macam bentuk kurva lissajous beserta sudutnya?

Jawaban: Kurva lissajous adalah untk membandingkan atau menunjukkan perbedaan beda fase, frekuensi dan amplitudo dari 2 gelombang inputan pada probe osiloskop. Macam-macam bentuk kurva lissajous beserta sudutnya adalah:

7. Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari percobaan ini adalah sebagai berikut:

  1. Osiloskop digital merupakan alat ukur yang dapat menganalisis dan menampilkan suatu gelombang AC, DC dan lissajous pada layar
  2. Cara menggunakan osiloskop dengan baik dan benar yaitu dengan cara mengkalibrasi atau mengembalikan posisi ke arah nol sebelum memulai percobaan
  3. Besar kecilnya gelombang yang dihasilkan dipengaruhi oleh sumber tegangan dan volt/div atau time/div yang digunakan

8. Daftar Pustaka

  • Bayu, Dadang pribadi.2014. pengendalian motor DC brushlees dengan PID pada robot penghindar halangan. Jurnal Stikom. Issn 2502-3624
  • Chattpodahyaay,D.1989. Fisika Universitas. Bandung : Graha Cipta
  • George, Clayton. 2001. Fisika Edisi 2. Banten : Media Cipta
  • Muhammad, azhar aswady. 2014. Rancang bangun alat pengubah tegangan 220V 1 phasa dilaboratorium PT pertanian RU III plaju-sungai gorong. Issn 2355-0457
  • Jimritu. 2013. Effectivess of a Digital Oscilloscope for The Teaching of Some Radio, Television and Electronics Work Concepts at The Teching College Level in Adawama State, Negeria. Journal of Education and Practive. 4(16). Hal 12-13

9. Download Laporan Praktikum (PDF)

Silahkan Download Laporan Praktikum Pengukuran Menggunakan Osiloskop Digital dengan Format PDF dengan mengklik Tombol Download yang sudah di sediakan.

Download Laporan Praktikum
Klik Tombol Diatas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *