Laporan Praktikum Pembuatan Es Krim

  • Whatsapp
Laporan Praktikum Pembuatan Ice Cream
Laporan Praktikum Pembuatan Ice Cream Lengkap

Laporan Praktikum Pembuatan Es Krim Lengkap dengan landasan teori dan pembahasnnya, Praktikum Pembuatan Es Krim alami dan mudah dilakukan. Laporan Berikut ini merupakan laporan yang admin Laporanpraktikum.id susun dari berbagai sumber dan referensi, semoga laporan ini dapat membantu pembaca semuanya.

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Es krim merupakan kudapan favorit setiap kalang. Walau tak sedikit orang yang menganggap bahwa es krim merupakan penyebab flu dan pilek. Biasanya es krim terbuat dari susu, bisa menggunakan susu sapi maupun susu kambing, selain itu es krim juga bisa terbuat dari santan dan margarin. Mengkonsumsi es krim dapat memberi efek perasaan tenang dan lega. Hal ini dikarenakan es akan merangsang thrombotonin, yang merupakan hormon yang bisa membuat kita merasa bahagia dan mengurangi stress.

Es krim tidak lain berupa busa (gas yang terdispersi dalam cairan) yang diawetkan dengan pendinginan. Walaupun es krim tampak sebagai wujud yang padu, bila dilihat dengan mikroskop akan tampak ada empat komponen penyusun, yaitu padatan globula lemak susu, udara (yang ukurannya tidak lebih besar dari 0,1 mm), kristal-kristal kecil es, dan air yang melarutkan gula, garam, dan protein susu.Berbagai standar produk makanan di dunia membolehkan penggelembungan campuran es krim dengan udara sampai volumenya menjadi dua kalinya (disebut dengan maksimum 100 persen overrun). Es krim dengan kandungan udara lebih banyak akan terasa lebih cair dan lebih hangat sehingga tidak enak dimakan. Bila kandungan lemak susu terlalu rendah, akan membuat es lebih besar dan teksturnya lebih kasar serta terasa lebih dingin. Emulsifier dan stabilisator dapat menutupi sifat-sifat buruk yang diakibatkan kurangnya lemak susu dan dapat memberi rasa lengket.

Dahulu es krim sering dianggap kudapat mewah, dan hanya kaum elit saja yang dapat menikmatinya. Proses pembuatannya pun sering kali dianggap rumit dan merepotkan. Namun sekarang es krim dapat dinikmati semua orang, dan bisa dibuat oleh siapa saja. Proses pembuatan es krim secara manual memerlukan garam untuk mempercepat adonan es krim memadat. Garam dan es batu biasanya di letakkan diluar tabung adonan es krim, kemudia tabung diputar-putar sampai es krim jadi. Fungsi penambahan garam adalah untuk menurunkan titik beku larutan.

Oleh karena itu, untuk mengetahui cara pembuatan es krim dengan penerapan titik beku pada sifat koligatif larutan. Maka dilakukanlah praktikum ini.

B. Pembatasan Masalah

Agar pembatasan masalah dalam praktikum ini memiliki ruang lingkup yang jelas maka pembatasan masalahnya adalah “pengaruh sifat koligatif larutan penurunan titik beku terhadap pembuatan es krim”.

C. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam praktikum ini adalah :

Bagaimana cara pembuatan es krim dengan pengaplikasian dari sifat koligatif larutan penurunan titik beku

D. Tujuan Praktikum

Tujuan Praktiku ini adalah :

Mengetahui cara pembuatan es krim dengan pengaplikasian dari sifat koligatif larutan penurunan titik beku

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Es Krim

Es krim dapat didefinisikan sebagai makan beku yang terbuat dari produk susu (diary) dan dikombinasikan dengan pemberian rasa (flavor) dan pemanis (sweetener). Es krim merupakan produk olahan susu yang dibuat dengan cara membekukan dan mencampur bahan baku secara bersama-sama. Bahan yang digunakan adalah kombinasi susu dengan bahan tambahan seperti gula dan madu atau tanpa bahan perasa dan warna stabilizer, bahan campuran es krim disebut ice cream mix (ICM), dengan pencampuran bahan yang tepat dan pengolahan yang benar maka dapat dihasilkan es krim dengan kualitas yang baik (Susilorini, 2007).

Nilai gizi es krim sangat tergantung pada gizi bahan baku yang digunakan. Es krim yang memiliki kualitas tinggi bahan bakunya perlu diketahui dengan pasti, yaitu dengan menggunakan susu sebagai bahan utama pembuatan es krim maka es krim memiliki sumbangan terbesar dalam gizinya. Es krim terbukti memiliki beberapa fakta gizi yang tidak terduga dibalik kelembutan dan kemanisannya. Keunggulan es krim yang didukung oleh bahan utamanya yaitu susu tanpa lemak dan lemak susu maka es krim hampir sempurna dengan kandungan gizi yang lengkap (Fitrahdini, 2010).

Komposisi adonan saat pembuatan es krim akan menentukan kualitas es krim. Faktor yang mempengaruhi antara lain bahan baku, proses pembuatan, proses pembekuan, pengepakan, dan sebagainya. Proses pembuatan seluruh bahan baku es krim akan dicampur menjadi suatu bahan dasar es krim, salah satunya viskositas atau kekentalan. Kekentalan pada adonan es krim akan berpengaruh besar pada tingkat kehalusan es krim serta ketahanan es krim sebelum mencair. Proses pembuatannya melalui pencampuran bahan-bahan menggunakan alat pencampur berputar (Harris, 2011).

B. Penurunan Titik Beku

Proses pembekuan suatu zat cair terjadi bila suhu diturunkan, sehingga jarak antar partikel sedemikian dekat satu sama lain dan akhirnya bekerja gaya tarik menarik antar molekul yang sangat kuat. Adanya partikel-partikel dari zat terlarut akan mengakibatkan proses pergerakan molekul-molekul pelarut terhalang, akibatnya untuk dapat lebih mendekatkan jarak antarmolekul diperlukan suhu yang lebih rendah. Jadi titik  beku larutan akan lebih rendah daripada titik beku pelarut murninya. Perbedaan titik beku akibat adanya partikel-partikel zat terlarut disebut penurunan titik beku ΔTf. Penurunan titik beku larutan sebanding dengan hasil kali molalitas larutan dengan tetapan penurunan titik beku pelarut Kf, dinyatakan dengan persamaan :

ΔTf = Kf (n 1000) : p atau ΔTf = Kf m

ΔTf  = Penurunan titik beku
Kf    = Tetapan penurunan titik beku molal
n      = Jumlah mol zat pelarut
p      = Massa zat pelarut

C. Penerapan Penurunan Titik Beku Larutan dalam Pembuatan Es Krim

Adonan es krim ditempatkan dalam bejana yang terendam dalam es batu dan air yang sebelumya telah diberi garam dapur sambil diputar-putar. Proses tersebut mengakibatkan adonan es krim membeku dengan titik beku beberapa derajat dibawah titik beku air murni. Ketika es dicampur garam, es mencari dan terlarut membentuk air garam serta menurunkan temperaturnya. Proses ini memerlukan panas dari luar. Proses ini terjadi karena perpindahan kalor dari adonan es krim ke dalam campuran es baru, air dan garam. Campuran itu mendapat panas dari adonan es krim maka hasilnya adalah es krim padat dan lezat siap dihidangkan.

D. Hipotesis

Terjadinya pemadatan adonan es krim akibat dari sifat koligatif larutan penurunan titik beku.

BAB III METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat

Praktikum pembuatan es krim ini kami lakukan pada :

Hari :

Tempat :

B. Alat dan Bahan

Alat

  • Toples
  • Baskom
  • Sendok

Bahan

  • es batu
  • air dingin
  • garam
  • susu cair strawberry (sesuai selera)
  • potongan buah strawberry (jika mau)

C. Prosedur Kerja atau Cara Kerja

  1. Tuang susu cair strawberry kedalam toples masukkan potongan buah strawberry
  2. Masukkan toples ke dalam baskom
  3. Masukkan air dingin, es batu, dan garam kedalam baskom hingga menutupi 3/4 tinggi toples, kemudian tutup toples tersebut
  4. Putar toples ke kiri dan ke kanan, lalukan kurang lebih selama 10-15 menit hingga adonan es krim membeku.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Adapun pembahasan dalam Praktikum Pembuatan Es Krim ini adalah sebagai berikut :

Berdasarkan hasil pengamatan sifat organoleptiknya didapatkan warna produk merah muda, rasa manis, aroma khas strawberry, tekstur lembut dan terlihat menarik. Pembuatan es krim menggunakan beberapa bahan yaitu air, susu, es batu, garam, dan potongan buah strawberry sebagai penambah tekstur dan rasa. Air merupakan komponen terbesar dalam pembuatan es krim, yang berfungsi sebagai pelarut bahan-bahan lain dalam campuran. Lemak susu berfungsi untuk meningkatkan nilai gizi es krim, menambah cita rasa, menghasilkan tekstur yang lembut, membantu memberikan bentuk, dan kepadatan. Fungsi pencampuran pada es krim diantaranya adalah pencampuran untuk mencampurkan semua bahan yang akan dibuat es krim sehingga tercampur rata.

Beberapa ketika diputar, terdapat gumpalan-gumpalan es kecil pada bagian luar kaleng dan juga di bawah baskom serta es yang mulai mencair dan menyatu dengan garam. Saat es batu di campur dengan garam, sebagian membentuk air garam dan es secara terlarut dalam air garam, akibatnya air garam semakin banyak. Adonan es krim di dalam kaleng yang terendam es batu dan telah diberi garam dapat membeku seiring proses pengguncangan. Hal ini terjadi karena proses perpindahan kalor dari adonan es krim ke campuran es batu, dan garam. Temperatur normal campuran es dan air adalah nol derajat celcius, sedangkan temperatur diperlukan untuk membekukan es krim yakni lebih kecil sama dengan minus tiga derajat celcius atau lebih rendah. Untuk mencapat suhu tersebut maka ditambah garam lebih banyak.

Fungsi garam adalah untuk menurunkan titik beku larutan. Garam larut dengan es yang mencair membentuk air garam dan menurunkan temperaturnya. Selama proses ini memerlukan panas. Larutan tersebut mendapat kalor dari adonan es krim sehingga es krim memadat. Pengguncangan selama proses pembekuan bertujuan untuk memperkecil ukuran kristal es yang terbentuk sehingga es krim semakin halus. Hasilnya terbukti dengan tekstur es krim yang beku memiliki tekstur lembut.

BAB V PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan dari percobaan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa :

Pembuatan es krim dengan campuran es dan air dapat dilakukan dengan penambahan garam sebagai penurunan titik beku larutan yang merupakan konsep dari sifat koligatif larutan, sehingga terjadi proses perpindahan kalor dari adonan es krim ke campuran es batu air dan garam.

Download Laporan Praktikum PDF

Anda dapat mendowload Laporan Praktikum Pembuatan Es Krim Lengkap ini dengan format PDF dengan mengklik tombol download di bawah ini.

Download Laporan Praktikum
Klik Tombol Diatas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *