Laporan Praktikum Pencemaran Lingkungan

Laporan Praktikum Pencemaran Lingkungan ini merupakan kelanjutan Laporan Praktikum yang admin susun dari berbagai sumber agar informasi yang di berikan lebih banyak.

BAB 1 Pendahuluan

1.1 Tujuan Praktikum

Adapun tujuan dalam praktikum ini antara lain adalah sebagai berikut:

  • Untuk mengetahui pengertian pencemaran lingkungan.
  • Untuk mengetahui cara penanggulangan pencemaran lingkungan
  • Untuk mengetahui indikator pencemaran lingkungan.
  • Untuk mengidentifikasi jenis-jenis pencemaran lingkungan.
  • Untuk mengetahui dampak pencemaran lingkungan.

1.2 Latar Belakang

Kualitas lingkungan yang baik merupakan modal dasar penting bagi terlaksananya pembangunan yang berkelanjutan. Kualitas lingkungan berpengaruh terhadap kualitas hidup masyarakat lokal, penduduk yang bekerja serta yang berkunjung ke daerah tersebut.

Banyak aktivitas manusia yang memiliki dampak buruk terhadap kualitas lingkungan karena pengelolaan sampah dan limbah yang kurang baik, kepedulian masyarakat yang rendah terhadap kebersihan lingkungan, penggunaan yang semakin meningkat bahan-bahan yang tidak mampu didegradasi oleh alam yang berdampak serius terhadap kualitas lingkungan.

Menurunnya kualitas lingkungan yang disebabkan karena perubahan kondisi akibat ulah manusia sering disebut sebagai pencemaran lingkungan.

Peningkatan jumlah dan penggunaan kendaraan pribadi dan kendaraan yang tidak laik jalan serta operasi industri yang berpengelolaan buruk merupakan penyebab penting lain menurunnya kualitas lingkungan.

Perencanaan tata ruang dan wilayah yang tidak mempedulikan kaidah pelestarian lingkungan, kelemahan birokrasi, penegakan hukum dan kelembagaan juga menjadi faktor penting yang mempengaruhi kualitas lingkungan.

Dari latar belakang tersebut, maka penulis berharap bahwa makalah ini bisa bermanfaat untuk memberi gambaran tentnag pengertian, macam, dan bahaya dari pencemaran supaya pencemaran dapat dihindari.

BAB 2 Landasan Teori

2.1 Pengertian Pencemaran Lingkungan

Pengertian pencemaran lingkungan hidup tidaklah tunggal. Tidak terdapat konsensus mengenai definisinya di antara berbagai ahli. Pencemaran lingkungan hidup adalah kontaminasi  komponen fisik dan biologis dari sistem bumi atau atmosfer sedemikian rupa dimana proses lingkungan terganggu. Demikian pengertian menurut Kemp (1998:129).

Pencemaran lingkungan hidup menurut Santos (1990:44) adalah sebagai kontaminasi habitat, pemanfaatan sumber daya alam yang tidak dapat terurai. Setiap penggunaan sumber daya alam yang melebihi kapasitas alam untuk memulihkan dirinya sendiri dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan. Hal ini dapat dibaca dalam buku Santos yang berjudul Managing Planet Earth: Perspectives on Population, Ecology, and the Law.

2.2 Penanganan Pencemaran Lingkungan

2.2.1 Remediasi

Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Ada dua jenis remediasi tanah, yaitu in-situ (atau on-site) dan ex-situ (atau off-site). Pembersihan on-site adalah pembersihan di lokasi. Pembersihan ini lebih murah dan lebih mudah, terdiri dari pembersihan,venting (injeksi), dan bioremediasi.

Pembersihan off-site meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman. Setelah itu di daerah aman, tanah tersebut dibersihkan dari zat pencemar. Caranya yaitu, tanah tersebut disimpan di bak/tanki yang kedap, kemudian zat pembersih dipompakan ke bak/tangki tersebut. Selanjutnya zat pencemar dipompakan keluar dari bak yang kemudian diolah dengan instalasi pengolah air limbah. Pembersihan off-site ini jauh lebih mahal dan rumit.

2.2.2 Bioremediasi

Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun (karbon dioksida dan air).

2.3 Jenis-Jenis Pencemaran Lingkungan

2.3.1 Pencemaran Udara

Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansifisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.

Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia.Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global.

Pencemar udara dibedakan menjadi pencemar primer dan pencemar sekunder. Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. Karbon monoksida adalah sebuah contoh dari pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran. Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer.

Pembentukan ozon dalam smog fotokimia adalah sebuah contoh dari pencemaran udara sekunder. Atmosfer merupakan sebuah sistem yang kompleks, dinamik, dan rapuh. Belakangan ini pertumbuhan keprihatinan akan efek dari emisi polusi udara dalam konteks global dan hubungannya denganpemanasan global, perubahan iklim dan deplesi ozon di stratosfer semakin meningkat.

2.3.2 Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena: kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial; penggunaan pestisida; masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan; kecelakaan kendaraaan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah; air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat (illegal dumping).

Ketika suatu zat berbahaya/beracun telah mencemari permukaan tanah, maka ia dapat menguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepadamanusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya.

2.3.3 Pencemaran Air

Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia.Walaupun fenomena alam seperti gunung berapi, badai, gempa bumi dan lain-lain juga mengakibatkan perubahan yang besar terhadap kualitas air, hal ini tidak dianggap sebagai pencemaran.

Pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Meningkatnya kandungan nutrien dapat mengarah pada eutrofikasi. Sampah organik seperti air comberan (sewage) menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh ekosistem.

Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti logam berat, toksinorganik, minyak, nutrien dan padatan. Air limbah tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air.

BAB 3 Metode Praktikum

3.1. Waktu dan Tempat

Praktikum Pencemaran Lingkungan ini kami lakukan pada :
Hari : Selasa
Tempat : 13 Oktober 2020
Tempat : Lingkungan Sekolah
Objek Pengamatan : Semua jenis sumber pencemaran (polutan) yang ada di lokasi pengamatan

3.2. Alat dan Bahan

Berikut ini merupakan alat dan bahan yang kami gunakan dalam Praktikum Pencemaran Lingkungan ini, sebagai berikut:

3.2.1 Alat

  • Kamera digital
  • Buku Tulis
  • Pena / pensil

3.2.2 Bahan

  • Sampah organik
  • Sampah anorganik
  • Sampah domestik

3.3. Prosedur Kerja atau Cara Kerja

Berikut ini berbagai langkah dalam Praktikum Pencemaran Lingkungan:

  • Perhatikan di lingkungan tempat praktek anda.
  • Amatilah hal yang berkaitan tentang pencemaran udara, air, dan tanah yang meliputi bau di timbulkan oleh sampah di lokasi pengamatan.
  • Dokumentasikan mulai dari awal hingga selesai, mulai pencatatan, foto dan video.
  • Susunlah hasil dokumentasi agar bisa di presentasikan di akhir praktikum.
  • Lakukan wawancara dengan penjaga lokasi pengamatan terkait dengan kondisi lingkungan yang ada dapatkan.

BAB 4 Hasil dan Pembahasan

4.1. Hasil Pengamatan

sampah berserakan
Lokasi belakang kantin
Jenis SampahKondisi SampahBauDeskripsi Pencemaran
Sampah Organik Berupa:
– Tas plastik
– kertas/buku
– bekas minuman kaleng
– bekas minuman plastik
– bekas plastik jajan
Kering dan basah sampahnya berserakan di mana-mana.BerbauMenghasilkan berbagai macam bau sehigga berpotensi mencemari udara, selain itu juga mencemari tanah.

4.2. Pembahasan

Adapun pembahasan dalam Praktikum Pencemaran Lingkungan ini adalah sebagai berikut :

Dari hasil pengamatan praktikum kami tentang sampah yang menimbulkan pencemaran udara, air dan tanah di lingkungan sekolah tepatnya di belakng kanting sekolah. Berdasarkan hasil yang kami dapat melalui pengamatan langsung bahwa kebiasaan penjual dan pembeli di kantin sekolah suka sekali membuang sampah di belakang kantin. Alasannya karna tidak ada yang melihat dan juga karna lokasi tong sampah cukup jauh dari kantin.

Pemilik kantin juga sudah menyediakan tong sampah namun sudah penuh dan tidak juga diangkut oleh petugas kebersihan.Dari aktifitas ini, murid dan pemilik kantin turut serta dalam mencemari lingkungan sekolah, baik itu pencemaran udara, air, dan tanah. Dilokasi pengamatan sangat banyak sampah yang menimbulkan aroma kurang sedap, selain itu juga dapat mencemari sumber air didekat sumur. Tanah juga jadi kotor dan banyak plastik yang tidak terurai di atas tanah sehingga merusak kandungan tanah dan mencegah air hujan diresap oleh tanah.

BAB 5 Kesimpulan

Berdasarkan dari percobaan yang telah dilakukan, maka dalam Praktikum Pencemaran Lingkungan dapat disimpulkan bahwa :

  1. Pencemaran lingkungan berakibat pada diri manusia sendiri, maka kita haruslah menjaga lingkungan dengan baik.
  2. Pencemaran udara dapat berupa bau yang timbul dari sampah dan asep kendaraan.
  3. Pencemaran tanah dapat berupa sampah organik seperti plastik dan zat organik lainnya yang tidak dapat terurai di tanah.

Nilai Kualitas Artikel

Leave a Comment