Laporan Praktikum Uji Karbohidrat

Download Laporan Praktikum Uji Karbohidrat dan landasan teori mengenai Uji Karbohidrat lengkap dengan pembahasan dalam format PDF. Laporan Praktikum ini merupakan kelanjutan dari Laporan Praktikum biologi yang pernah admin bahas minggu lalu, laporan ini admin susun dari berbagai sumber agar informasi yang di berikan lebih banyak.

BAB I PENDAHULUAN

Tujuan :

Adapun tujuan dalam praktikum uji karbohidrat adalah sebagai berikut :

  1. Mengidentifikasi adanya gula pereduksi dalam glukosa, fruktosa, sukrosa, maltosa dan pati dengan uji fehling
  2. Mengetahui adanya karbohidrat dalam glukosa, fruktosa, sukrosa,maltosa dan pati dengan uji molish
  3. Mengetahui gugus ketosa dalam glukosa, fruktosa, sukrosa, maltosa dan pati dengan uji seliwanoff

A. Latar Belakang

Setiap manusia membutuhkan energi untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Energi tersebut dapat dihailkan dari makanan yang dikonsumsi. Namun tidak semua makanan akan langusng di olah tubuh menjadi energi seperti protein dan lemak. Lain halnya dengan karbohidrat, yang akan langsung di olah tubuh menjadi energi. Untuk itu karbohidrat menjadi sumber energi utama bagi tubuh.

Terdapat dua jenis pembagian karbohidrat yakni karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Karbohidrat sederhana mengandung gula dasar yang mudah dicerna oleh tubuh, sedangkan karbohidrat komplek mempunyai rantai gula yang lebih panjang, sehingga memerlukan waktu mencerna yang cukup lama.

Bahan makanan yang mengandung karbohidrat diantara adalah nasi, jagung, sagu serta umbi-umbian. Bahan makanan tersebut sebagian besar mengandung karbohidrat yang terdapat sebagai amilum atau pati. Amilum tergolong dalam karbohidrat polisakarida. Selain itu adapula gula, madu, serta buah-buahan yang tergolong dalam karbohidrat yang berbeda. Untuk mengetahui golongan-golongan dari karbohidrat maka dilakukanlah praktikum ini.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Karbohidrat

Menurut Irawan (2007), karbohidrat merupakan senyawa yang terbentuk dari molekul karbon, hidrogen dan oksigen. Sebagai salah satu jenis zat gizi, fungsi utama karbohidrat adalah penghasil energi di dalam tubuh. Tiap 1 gram karbohidrat yang dikonsumsi akan menghasilkan energi sebesar 4 kkal dan energi hasil proses oksidasi (pembakaran) karbohidrat ini kemudian akan digunakan oleh tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi-fungsinya seperti bernafas, kontraksi jantung dan otot serta juga untuk menjalankan berbagai aktivitas fisik seperti berolahraga atau bekerja.

Karbohidrat berasal dari pengertian atom karbon yang terhidrasi dengan rumus (CH2O)n. Tetapi pengertian ini sebenarnya sudah tidak tepat lagi karena banyak senyawa karbohidrat yang tidak mengandung atom hidrogen dan oksigen dengan perbandingan 2:1, misalnya gula deoksiribosa yang mempunyai rumus C5H10O4. Disamping itu banyak pula karbohidrat yang mengandung atom lain seperti nitrogen, sulfur dan lain-lain yang menunjukkan tidak sesuainya dengan rumus karbohidrat tersebut. Walaupun demikian, nama karbohidrat ini sampai sekarang masih terus dipergunakan (Girindra, 1990).

B. Kalisifikasi Karbohidrat

Menurut Yazid dan Nursanti (2006) bahwa dari rumus umum karbohidrat, dapat diketahui bahwa senyawa ini adalah suatu polimer yang tersusun atas monomer-monomer. Berdasarkan monomer yang menyusunnya, karbohidrat dibedakan menjadi 3 golongan, yaitu monosakarida, disakarida dan polisakarida.

a. Monosakarida

Monosakarida merupakan jenis karbohidrat sederhana yang terdiri dari 1 gugus cincin. Contoh dari monosakarida yang banyak terdapat di dalam sel tubuh manusia adalah glukosa, fruktosa dan galaktosa. Glukosa di dalam industri pangan lebih dikenal sebagai dekstrosa atau juga gula anggur. Di alam, glukosa banyak terkandung di dalam buah-buahan, sayuran dan juga sirup jagung. Fruktosa dikenal juga sebagai gula buah dan merupakan gula dengan rasa yang paling manis. Di alam fruktosa banyak terkandung di dalam madu (bersama dengan glukosa), dan juga terkandung diberbagai macam buah-buahan. Sedangkan galaktosa merupakan karbohidrat hasil proses pencernaan laktosa sehingga tidak terdapat di alam secara bebas. Selain sebagai molekul tunggal, monosakarida juga akan berfungsi sebagai molekul dasar bagi pembentukan senyawa karbohidrat kompleks pati (starch) atau selulosa.

a. Struktur glukosa rantai lurus,
b. Stuktur glukosa berbentuk cincin
a. Struktur fruktosa rantai lurus,
b. struktur fruktosa berbentuk cincin
a. Struktur galaktosa rantai lurus,
b. Stuktur galaktosa berbentuk cincin

b. Disakarida

Disakarida merupakan jenis karbohidrat yang banyak dikonsumsi oleh manusia di dalam kehidupan sehari-hari. Setiap molekul disakarida akan terbentuk dari gabungan 2 molekul monosakarida. Contoh disakarida yang umum digunakan dalam konsumsi sehari-hari adalah sukrosa yang terbentuk dari gabungan 1 molekul glukosa dan fruktosa dan juga laktosa yang terbentuk dari gabungan 1 molekul glukosa & galaktosa, kemudia maltosa yang terdiri dari 2 molekul glukosa . Di dalam produk pangan, sukrosa merupakan pembentuk hampir 99% dari gula pasir atau gula meja (table sugar) yang biasa digunakan dalam konsumsi sehari-hari sedangkan laktosa merupakan karbohidrat yang banyak terdapat di dalam susu sapi dengan konsentrasi 6.8 gr / 100 ml.

Struktur sukrosa
Struktur laktosa
Struktur maltosa

c. Polisakarida

Polisakarida disebut juga glikan, yang berbeda dalam kandungan unit monosakarida, panjang rantai, dan percabangan. Terdapat dua jenis polisakarida yaitu homopolisakarida yang mengandung hanya satu jenis unit monomer contoh pati yang mengandung hanya unit D-glukosa, dan heteropoli sakarida yang mengandung dua atau lebih jenis monosakarida yang berdeda, contoh asam hialuronat pada jaringan pengikat, yang mengandung secara berganti-ganti residu dari dua jenis gula. Polisakarida penyimpan yang paling penting adalah pati yang khas sebagai polisakarida tanaman dan glikogen pada hewan. Pati dan glikogen terdapat dalam sel dalam bentuk gumpalan atau granula (Haribi R, 2009).

C. Fungsi Karbohidrat

Menurut Budianto (2009), dalam konteks imu gizi karbohidrat mempunyai fungsi yang cukup banyak, diantaranya adalah :

  1. sebagai sumber energi utama (1 gr = 4 kalori),
  2. Ikut terlibat dalam metabolisme lemak (terkait dengan sintesis lemak),
  3. Menghemat protein (protein spatter). Jika asupan karbohidrat mencukupi tubuh akan terhindar dari glukoneogenesis asam amino,
  4. Glukosa sebagai sumber energi utama bagi otak dan sistem syaraf,
  5. Sebagai energi cadangan dalam bentuk glikogen (glikogenesis) yag disimpan di hati dan otot,
  6. Serat berfungsi memperbaiki kinerja peristaltik usus dan pemberi muatan pada sisa makanan, punya efek hipolipidemik, efek hipoglikemik dan lain sebagainya.

BAB III METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat

Praktikum uji karbohidrat ini kami lakukan pada :

Hari :

Tempat :

B. Alat dan Bahan

Berikut ini merupakan alat dan bahan yang kami gunakan dalam Praktikum Uji Karbohidrat ini, sebagai berikut:

Alat

Bahan

  • pereaksi fehling (fehling A + fehling B)
  • H2SO4 pekat
  • pereaksi molish (larutan α-napthol 10% dalam ethanol/mathanol)
  • pereaksi seliwanoff (0,05% resorsinol dalam HCl 3N)
  • larutan sampel (tepung beras, tepung jagung, larutan gula, madu, glukosa, fruktosa dan maltosa)

C. Prosedur Kerja atau Cara Kerja

Berikut ini berbagai langkah dalam Praktikum Uji Kabohidrat:

a. Uji Fehling pada Karbohidrat

  • campurkan fehling A dan fehling B
  • masukkan 1 ml larutan sampel pada masing-masing tabung reaksi
  • tambahkan 2 ml pereaksi fehling pada masing-masing larutan sampel
  • panaskan dengan penangas air selama 5 menit. Amati perubahan yang terjadi

b. Uji Molish pada Karbohidrat

  • Masukkan 2 ml larutan sampel pada masing-masing tabung reaksi
  • Pipet 3 tetes pereaksi molish
  • Kocok perlahan selama 5 detik
  • Tambahkan 2 ml larutan H2SO4. Amati perubahan yang terjadi

c. Uji Seliwanoff pada Karbohidrat

  • Masukkan 1 ml pereaksi seliwanoff pada 7 tabung reaksi
  • Tambahkan 2 tetes larutan sampel
  • Panaskan dengan penangas air maksimal selama 5 menit. Amati perubahan yang terjadi

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Percobaan

Tabel Uji Fehling
Tabel Uji Molish
Tabel Uji Seliwanoff

B. Pembahasan

Adapun pembahasan dalam laporan biokimia ini adalah sebagai berikut :

Pada praktikum kali ini kami melakukan percobaan mengenai uji karbohidat, yang merupakan polidroksi aldehid atau keton. Karbohidrat terdiri dari 3 kelompok yaitu monosakarida, disakarida, dan polisakarida. Monosakarida merupakan karbohidrat yang paling sederhana. Disakarida merupakan senyawa yang dihidrolisis menghasilkan 2 sampai 6 gula monosakarida. Sedangkan polisakarida merupakan monomer-monomer yang berasal dari monosakarida. Terdapat 3 percobaan yang dilakukan pada praktikum uji karbohidrat ini yaitu : uji fehling, uji molish, dan uji seliwanoff. Sampel yang kami gunakan ada 7 yaitu : tepung beras, tepung jagung, larutan gula, madu, glukosa, fruktosa dan maltosa.

a Uji Fehling pada Karbohidrat

Uji fehling digunakan untuk menunjukkan adanya gula pereduksi. Monosakarida dan beberapa disakarida mempunyai sifat dapat mereduksi terutama dalam suasan basa. Sifat sebagai reduktor ini dapat digunakan untuk keperluan identifikasi karbohidrat maupun analisis kuantitatif. Sifat mereduksi ini disebabkan oleh adanya gugus aldehida atau keton bebas dalam molekul karbohidrat. Uji Fehling sendiri bertujuan untuk mengetahui adanya gugus aldehid. Reagent yang digunakan dalam pengujian ini adalah Fehling A (CuSO4) dan Fehling B (NaOH dan KNa tartarat). Reaksinya adalah :

Fehling dibuat dengan mencampurkan larutan fehling A dan fehling B, sehingga diperoleh suatu larutan yang berwarna biru tua. Dalam pereaksi Fehling, ion Cu2+ terdapat  sebagai ion kompleks. Pereaksi Fehling dapat dianggap sebagai larutan CuO. Dalam pereaksi ini ion Cu2+ direduksi menjadi ion Cu+ yang dalam suasana basa akan diendapkan sebagai Cu2O. Uji positif akan menghasilkan warna merah bata.

Percobaan dilakukan dengan mencampur 1 ml sampel dengan 2 ml pereaksi fehling, kemudian dipanaskan dengan penangas air. Pemanasan dalam reaksi ini bertujuan agar gugus aldehida pada sampel terbongkar ikatannya dan dapat bereaksi dengan ion OH membentuk asam karboksilat. Cu2O (endapan merah bata) yang terbentuk merupakan hasil sampingan dari reaksi pembentukan asam karboksilat. Sampel yang positif pada uji ini adalah glukosa, fruktosa dan maltosa. Sedangkan tepung beras dan tepung jagung negatif karena mengandung amilum yang merupakan polisakarida.  Amilum bukan gula pereduksi yang tidak mempunyai gugus aldehid dan keton bebas, sehingga tidak terjadi oksidasi antara amilum + larutan Fehling, maka tidak terbentuk endapan dan larutan tetap berwarna biru atau hijau pekat setelah dipanaskan. Kemudian larutan gula dan madu dengan hasil negatif karena mengandung sukrosa. Sukrosa tidak mengandung gugus aldehida dan keton bebas sehingga tidak dapat bereaksi dengan pereaksi fehling.

b. Uji Molish pada Karbohidrat

Tujuan dari uji molish adalah untuk melihat ada atau tidak kandungan karbohidrat dalam suatu senyawa atau makanan. Pereaksi molish dapat dibuat dengan mencampurkan α-napthol 10% dengan ethanol, yang akan bereaksi dengan furfular membentuk senyawa kompleks berwarna ungu yang disebabkan oleh daya hidrasi asam sulfat pekat terhadap katbohidrat dan akan membentuk cincin berwara ungu pada larutan yang mengandung karbohidrat.

Percobaan dilakukan dengan mencampurkan 2 ml larutan sampel dengan 3 tetes pereaksi molish, kemudian ditambahkan dengan 2 ml H2SO4 pekat. Tujuan ditambahkannya H2SO4 pekat adalah untuk menghidrolisi ikatan pada sakarida agar menghasilkan fulfular. Semua sampel dinyatakan positif mengandung karbohidrat karena menghasilkan warna ungu. Reaksinya adalah :

c. Uji Seliwanoff pada Karbohidrat

Pada uji seliwanoff ini bertujuan untuk membedakan karbohidrat (gula) termasuk kategori ketosa atau aldosa. Gula aldosa memiliki gugus aldehida, sedangkan gula ketosa memiliki gugus keton. Pijakan dari uji ini adalah ketosa lebih cepat terdehidrasi dibandingkan aldosa saat dipanaskan. HCl dalam reagen seliwanoff akan mendehisrasi gula menjadi furfural yang akan bereaksi dengan resorsinol membentuk senyawa berwarna merah ceri.

Pada uji seliwanoff yang telah dilakukan hasil positif didapatkan oleh tepung beras, tepung jagung, larutan gula, madu, fruktosa, dan maltosa. Menurut literatur hasil positif uji seliwanoff didapatkan pada fruktosa, sukrosa dan amilum karena mengandung gula ketosa. Seharusnya maltosa memberikan hasil negatif. Maka dari itu terdapat kesalahan atau ketidaktelitian dari percobaan yang telah kami lakukan. Bisa jadi kesalahan akibat pemanasan yang tidak sesuai dengan prosedur yakni lebih dari 5 menit, gula aldosa terkadang akan menghasilkan warna merah muda. Glukosa memberikan hasil negatif, karena glukosa tergolong kedalam gula aldosa. Reaksi yang terjadi adalah :

BAB V PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan dari percobaan yang telah dilakukan, maka dalam Praktikum Uji Karbohidrat dapat disimpulkan bahwa :

  1. Semua gula sederhana (monosakarida dan disakarida) merupakan gula pereduksi kecuali sukrosa. Sedangkan polisakarida bukan merupakan gula pereduksi. Kandungan gula pereduksi dapat ditunjukkan dengan pereaksi Fehling.
  2. Hasil positif pada uji fehling akan memberikan warna merah bata. Sampel yang memberikan hasil positif adalah glukosa, fruktosa dan maltosa.
  3. Uji Molisch adalah Uji untuk mengidentifikasi adanya karbohidrat pada suatu sampel. Hasil positif akan menghasilkan warna ungu.
  4. Sampel yang memberikan hasil positif adalah tepung beras, tepung jagung, larutan gula, madu, glukosa, fruktosa dan maltosa, karena semua sampel termasuk kedalam karbohidrat.
  5. Uji seliwanoff untuk mengetahui adanya gugus keton pada karbohidrat. Hasil positif akan memberikan warna merah ceri.
  6. Sampel yang memberikan hasil positif adalah fruktosa, tepung beras, tepung jagung, larutan gula, dan madu.

Download Laporan Praktikum (PDF)

Anda dapat mendownload Laporan Praktikum Uji Karbohidrat ini dalam format PDF dengan mengklik tombol download dibawah ini.

Download Laporan Praktikum
Klik Tombol Diatas

Leave a Comment