Laporan Pratikum Transistor Sebagai Saklar Elektronik

Download Laporan Pratikum Transistor Sebagai Saklar Elektronik Format DOC lengkap dengan Landasan teori, Daftar Pustaka dan pembahasannya. Laporan praktikum masih bertemakan tentang laporan praktikum fisika, artikel ini kami tulis dengan mengumpulkan teori-teori dari berbagai sumber yang relefan, semoga dapat membantu para pembaca.

1. Pendahuluan

Judul              : Transistor Sebagai Saklar Elektronik

Tujuan           :

Adapun tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut :

  1. Dapat mengidentifikasi karakteristik transistor sebagai saklar dengan baik.
  2. Dapat membedakan kaki-kaki transistor dengan benar.

2. Landasan Teori

Menurut Suwarno (2009;23-24) Transistor merupakan salah satu jenis komponen aktif yang banyak digunakan, baik dalam rangkaian analog maupun digital. Komponen ini terbuat dari bahan semikonduktor yang merupakan dua pertemuan antara jenis p dan jenis n. Transistor digunakan didalam rangkaian untuk memperkuat sinyal, artinya sinyal lemah pada masukan diubah menjadi sinyal yang kaut pada keluaran.

Transistor sebagai saklar dengan memberikan bias agar transistor bekerja pada daerah jenuh dan daerah mati (cut-off). Pada daerah jenuh dan daerah mati saklar tertutup dan saat berada pada daerah mati transisitor berfungsi sebagai saklar yang terbuka. Konfigurasi transistor bias basis dapat dilihat pada gambar berikut :

Transitor merupakan salah satu semikonduktor yang dianggap paling berperan dan dapat digunakan sebagai penyimpan arus, penguat arus, dan juga membangkitkan frekuensi rendah maupun frekuensi tinggi. Pembentuk transistor bipolar adalah emitor, basis dan colector. Mereka dapat mengkombinasi menjadi jenis NPN atau PNP yang menjadi satu sebagai tiga kaki transistor.

Transistor bipolar biasanya digunakan sebagai saklar dan penguat pada rangkaian elektronika digital. Transistor memiliki tiga kaki terminal komponen semikonduktor Menurut Budiharto (2005;60)

Menurut Setiyo (2017;138-140) Transistor berfungsi untuk menyalurkan arus listrik yang besar dengan pengerak arus yang kecil. Transistor terdiri dua jenis yaitu tipe transistor PNP dan, dimana lapisan tipe N semikonduktor dalam kristal semikonduktor telah disisipkan diantara dua semikonduktor P. Begitu pula sebaliknya untuk transistor NPN.

Transistor NPN

Konfigurasi yang paling umum digunakan adalah transistor NPN, persimpangan transistor bipolar dapat menjadi bias dalam salah satu dari tiga cara yang berbeda common base, common emitter, common colector

Transistor PNP

Pada dasarnya transistor PNP merupakan kebalikan dari NPN dengan konfigurasi positif-negatif-positif, dengan panah yang juga mendefinisikan terminal emitor yang mengarah kedalam simbol transistor.

Perbedaan utama antara dua jenis transistor adalah bahwa hole adalah pembawa yang lebih penting untuk transistor PNP, sedangkan elektron merupakan pembawa penting transistor NPN.

Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai pemguat, pemotong (switching), stabilisasi tegangan, modutasi sinyal atau fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET) memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat.

Pada umumnya, transistor memiliki tiga terminal. Tegangan atau arus yang lebih besar yang melalui dua terminal lainnya. Dalam rangkaian analog, transistor digunakan dalam bentuk penguat. Rangakaian analog melingkupi pengeras suara, sumber listrik stabil, dan penguat sinyal radio. Dalam rangkaian digital transistor digunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi Menurut Muda (2013;96)

Menurut Syammas (2014;30) It is a type of gas filled tube used as a high energy switch. Triode, tetrode and pantode variations of the thyratron have been manufactured in the past though most are of the triode design. Power semiconductor swithches these generally fall into three categories viz. Bipolar devices ( such as pn junction diodes, BJT transistor, Thyristors), unipolar devices (such as schottky diodes and power MOSFETS) and bi-mos devices such as igbts (which as is a combination of MOSFET and bipolar devices).

3. Alat Dan Bahan

Adapun alat dan bahan dalam Pratikum Transistor Saklar Elektronik ini adalah sebagai berikut:

  1. Resistor                       1KΩ    : 2 pcs
  2. Transistor                   NPN    : 1 pcs
  3. Potensiometer             10K     : 1 pcs
  4. Power Supply                         : 1 unit
  5. Multimeter                             : 1 unit
  6. Project Board/ Bridge Board : 1 unit
  7. Jumper .1 Mm                      : secukupnya

4. Prosedur Percobaan

Adapun langkah-langkah dalam Pratikum Transistor Saklar Elektronik ini adalah sebagai berukut:

  1. Disiapkan semua alat dan bahan yang diperlukan saat melaksanakan percobaan.
  2. Diperiksa semua alat dan bahan, pastikan semua dalam keadaan yang baik.
  3. Dirangkailah seperti gambar dibawah ini pada project board :
  4. Dihubungkan baterai 6 volt pada kaki pada kaki CE dan gunakan multimeter untuk mengukur :
    a.V baterai
    b. V resistor
  5. Diberi kesimpulan yang didapat dari langkah no.4
  6. Dilepas baterai dari kaki C kemudian pasangkan pada power supply kaki BC. Tentukan nilai:
    a. V power supply
    b. V resistor
  7. Diberi kesimpulan yang didapat dari langkah no.6
  8. Dihubungkan baterai 6 V pada rangakaian yang terhubung langsung pada resistor 1K.
  9. Dihubungkan power supply yang terhubung dengan kaki resistor 100Ω dimulai dari 0 volt.
  10. Diatur/putar tegangan power supply sampai LED  padam.
  11. Diukur tegangan yang ada pada LED (VD) di table.
  12. Diukur arus pada kaki IC dan IB. Untuk mengukur IB, lepas salah satu sumber tegangan lalu pasang multimeter (+) ke sumber tegangan (+) dan multimeter (-) ke kaki basis.
  13. Lalu mengukur IC, pasang multimeter (+) ke kaki kolektor dan pasang multimeter (-) ke ground.

5. Data Hasil Pengamatan

Transistor Sebagai Saklar

V2(Volt)V1(Volt)(Volt)(Volt)(Ampere)(Ampere)Keterangan
6            
6            
6            
6            
6            
6            
6,02            
6            
6            
6,02            

6. Pembahasan

Pada praktikum kali membahas tentang transistor sebagai saklar elektronik. Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai switching, stabilitas tegangan dan lainnya. Transistor memiliki tiga terminal, yaitu basis (B), emitor (E), dan kolektor (C). Dalam melakukan praktikum kali ini dibutuhkan beberapa alat dan bahan, yaitu potensiometer, power supply, multimeter, baterai 9volt, project board,LED dioda, jumper, transistor dan resistor.

Pada praktikum kali ini kami melakukan 10 kali percobaan. Pada percobaan pertama V2 tegangan tetap 6volt dan tegangan yang diubah-ubah, sebelum melakukan percobaan pengukuran untuk mencari nilai dan  rangakain, terlebih dahulu rangkaian dibuat sesuai dengan petunjuk yang ada. Potensiometer digunakan untuk mengukur tegangan pada baterai 9volt menjadi 6volt (Vz atau tegangan tetap).

Dari praktikum yang telah dilakukan diperolehlah nilai V1, yaitu tegangan yang diubah secara teratur menjadi semakin besar. Dimana dallam praktikum kali ini V1 yang digunakan secara berturut-turut adalah 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9volt.

Pada V1= 0 volt, besarnya tegangan resistor 1 (VR1) yang melalui LED dari kaki besarnya 5,31volt, begitu pula dengan tegangan resitor 2 yang melaui LED dari kaki kolektor besarnya adalah 0,16volt, IC dan IB 0A, dan lampu LED tidak menyala. Pada percobaan kedua V1=1volt, besarnya tegangan resistor 1 (VR1) yang melalui LED dari kaki besarnya 5,35volt, begitu pula dengan tegangan resistor 2 (VR2) yang melalui LED dari kaki kolektor besarnya 0,12volt, IC dan IB 0A dan lampu LED tidak menyala .

Pada percobaan ketiga V1=2volt, besar tegangan resistor 1 (VR1) yang melalui LED kaki besarnya 5,30volt, begitu pula dengan tegangan resitor 2 (VR2) yang melalui LED dari kaki kolektor besarnya 0,07volt, IC dan IB 0A dan lampu LED tidak menyala. Pada percobaan keempat V1=4volt , besar tegangan resistor 1 (VR1) yang melalui LED kaki besarnya 5,27volt, begitu pula dengan tegangan resitor 2 (VR2) yang melalui LED dari kaki kolektor besarnya 0,01volt, IC dan IB 0,01 dan 0 dan lampu LED tidak menyala. Pada percobaan kelima  V1=5volt, besarnya tegangan resistor 1 (VR1) yang melalui LED kaki besarnya 6,63volt, begitu pula dengan tegangan resitor 2 (VR2) yang melalui LED dari kaki kolektor besarnya 0volt sehingag nilai IC dan IB 0A.

Pada percobaan keenam V1=6volt, besarnya tegangan resistor 1 (VR1) yang melalui LED kaki besarnya 6,43volt, begitu pula tegangan resistor 2(VR2) 0,02volt, IC dan IB 0A. Pada percobaan ketujuh V1=7volt, besarnya tegangan resistor 1(VR1) yang melalui LED kaki besarnya 5,10volt, begitu pula dengan tegangan resistor 2 (VR2) 0volt, IC dan IB 0A. Pada percobaan ke delapan V1=8volt, besarnya tegangan resistor 1 (VR1) yang melalui LED kaki besarnya 5,01volt, begitu pula dengan tegangan resisitor 2 (VR2) 0volt, IB dan IC 0A. Pada percobaan ke kesembilan V1=9volt, besarnya tegangan resistor 1(VR1) yang melalui LED kaki besarnya 6,36volt, begitu pula dengan tegangan resistor 2 (VR2) 0volt, IC dan IB 0A.

Berdasarkan hasil praktikum yang diperoleh diatas, dapat dilihat bahwa jika tegangan diubah secara teratur menjadi tegangan yang lebih besar, maka tegangan resistor satu yang tidak melalui LED dengan tegangan tetap disamping kaki basis (VB), tegangannya menunjukkan nilai yang semakin besar. Begitu pula dengan tegangan resistor 2 yang melalui LED dari kaki kolektor (VC) menjadi semakin besar. LED akan menyala pada tegangan yang semakin besar, namun dalam praktikum ini hanya saat V1= 4volt,5volt, yang menunjukkan perubahan tegangan. Sedangkan untuk 0volt dan 2volt, hasil yang diperoleh adalah 0 dan lampu LED tersebut tidak menyala. Kesalahan pada percobaan disebabkan berbagai faktor salah satunya kurang fahamnyapraktikum dalam melakukan percobaan, seperti bread board yang rusak atau dalam kesalahan merangkai percobaan.

Prinsip kerja dari tansistor sebagai saklar adalah dengan memanfaatkan daerah kerja transistor pada keadaan saturasi dan (cut-off). Hal tersebut dapat dilihat saat arus yang diberikan Vin= 0volt atau arus yang kecil pada basis maka transistor akan bekerja seperti saklar terbuka cut-off atau kolektor dan emiter tak terhubung.

Sedangkan saat diberikan tegangan sebesar 4volt dan 5volt atau arus yang besar pada basis maka transisitor akan bekerja sebagai saklar yang tertutup (saturasi) dimana arus maksimum dicapai pada kolektor sehingga antar kolektor dan emiter tersanbung langsung. Hal tersebut dapat dilihat dari menyala tidaknya LED. Jadi kuat lemahnya nyala LED membuktikan transistor dapat berfungsi sebagai saklar.

7. Kesimpulan

Berikut merupakan kesimpulan dalam Pratikum Transistor Saklar Elektronik ini:

  1. Transistor sebagai saklar bekerja dengan memanfaatkan dua kondisi, yaitu cut-off  dan satu rasi, yang masing-masing memiliki karakter yang berbeda.
    Cut-off :
    -input dan basis digroundkan (0V)
    -basis emitor junction terangkai reverse bias
    -basis kolektor junction terangkai forward bias

    Saturasi :
    -input dan basis terhubung ke vcc
    -tegangan basis emitor >0,7V
    -transistor sepenuhnya dalam posisi ON
  2. Transistor memiliki 3 kaki, yaitu basis,emitor, dan kolektor. Sebelum menentukan kakinya, tentukan terlebih dahulu tipe transistornya PNP atau NPN dengan multimeter. untuk menentukan kaki transistor juga dapat menggunakan multimeter yaitu diatur pada ohm, hubungkan (-) pada emitor dan (+) basis, jika jarum berhenti transistor dalam keadaan baik. Jika (-) kolektor, bila jarum menunjukkan angka yang lebih besar maka bertipe NPN dan apabila sebaliknya bertipe PNP

8. Daftar Pustaka

  • Budiharto, Widodo (2005). Teknik Reparasi PC Dan Monitor. Jakarta; PT. Elex Media Putindo.
  • Muda, Imam (2013). Elektronika Dasar. Malang; Gunung Samudra.
  • Suwarno, Pujo, Widodo, Sri Thomas, Suryono (2009). Sistem Simulasi Retribusi Gerbang Parkir Menggunakan Mikrokontroler AT89S51. Jurnal Teknik Elektro, 1 (1) 23-24.
  • Setiyo,Muji (2017). Listrik Dan Elektronika Dasar Otomotif. Magelang; Universitas Muhammadiyah Magelang.
  • Shammas A, N.Y, Chammund, D (2014). Electronic Circuits For Switching- Time Reduction Of Bipolar Semiconductor Devices. Journal Of Engineering, ISSN 1350-2409.

9. Download Laporan Pratikum (DOC)

Anda dapat mendowload Laporan Pratikum Transistor Saklar Elektronik dengan format Ms. Word atau DOC dengan mengklik tombol download dibawah ini.

Tombol Download

Nilai Kualitas Artikel

Leave a Comment