Minyak Bumi : Pembentukan, Pengolahan, Fraksi dan Manfaatnya

Tahukah kalian kalau minyak bumi atau petroleum termasuk sebagai salah satu SDA (sumber daya alam) yang tak bisa diperbarui? Komoditas dari hasil tambang ini memiliki manfaat dan peranan penting dalam kehidupan manusia. Agar kalian lebih paham lagi, yuk simak materi berikut.

Definisi dan Komponen Minyak Bumi

Definisi minyak bumi secara harfiah adalah minyak batu. Kata tersebut berasal dari bahasa latin yaitu petroleum yang terdiri dari petru (batu atau karang) dan oleum (minyak). Karena hal tersebutlah SDA tersebut dikenal juga dengan nama petroleum.

Petroleum disebut juga dengan minyak mentah dan memiliki kandungan gas mulia seperti helium dengan jumlah sangat sedikit. Namun pengertian secara umum adalah campuran kompleks senyawa hidrokarbon sekitar 90-97% di bumi dalam bentuk padat, gas maupun cair. 

Komponen kompleks dari senyawa hidrokarbon dan yang ada di minyak ini adalah:

  1. Hidrokarbon alifatik bersifat jenuh dan memiliki wujud alkana.
  2. Hidrokarbon aromatic berwujud benzene.
  3. Hidrokarbon sikloalkana memiliki bentuk sikloheksana dan siklopentana.
  4. Nitrogen, oksigen, belerang, organo logam.

Jadi, secara teknis, petroleum ini terdiri dari gas alam dan bitumen di pasir tar yang bentuknya kental atau padat. Uniknya karena terdiri dari cairan yang berwarna kehijauan atau hitam, petroleum disebut juga dengan emas hitam.

Plus Minus Petroleum

Tidak bisa dipungkiri jika senyawa ini memiliki manfaat yang banyak untuk kehidupan sehari-hari. Jika dibandingkan dengan jenis bahan baku yang lainnya, ada keunggulan dan kelemahan dari senyawa ini yang perlu kalian tahu sebagai berikut:

1. Keunggulan:

  • Mudah diekstraksi.
  • Bahan bakar memiliki kepadatan yang tinggi.
  • Mudah diangkut bahkan dalam jarak yang jauh.
  • Menghasilkan bahan bakar yang banyak digunakan dan dibutuhkan untuk berbagai infrastruktur.
  • Bisa digunakan untuk beragam cara.
  • Menghasilkan sumber daya engeri yang stabil.

2. Kelemahan:

  • Menghasilkan gas yang berbahaya untuk lingkungan/
  • Termasuk sumber daya yang terbatas dan tak bisa diperbarui.
  • Menciptakan dampak suhu yang tinggi.
  • Proses pemindahan atau transportasi tidak bisa 100% aman dilakukan.
  • Termasuk sebagai komoditas yang dieksploitasi untuk kepentingan politik.

Proses Pembentukan Minyak Bumi

Seperti yang kalian tahu, minyak bumi ini berasal dari jasad makhluk hidup yang sudah terkubur hingga jutaan tahun yang lalu. Sebelum menjadi minyak bumi, ada 6 perubahan kimiawi seperti berikut ini:

1. Diagenesis

Diagenesis adalah zona tidak matang dan tidak mempunyai perengkahan yang terlalu banyak atau hanya 10% saja, di bagian ini, ada 3 proses yaitu diagenesis dini, pertengahan, akhir.

2. Katagenesis

Katagenesis adalah zona gas basah dan minyak dengan perengkahan yang jumlahnya cukup banyak. di tahapan inilah, senyawa kimia akan mengalami perubahan karena suhu dan kedalamannya. Akibatnya, penguraian termal kerogen terjadi di tahapan ini.

3. Metagenesis

Metagenesis merupakan kerusakan termal senyawa cairan yang berubah menjadi residu yang berupa padatan. Dengan kata lain, senyawa organic akan berubah menjadi senyawa yang kekurangan hidrogen sehingga terbentuk material seperti grafit dan intan.

Jika dijabarkan, proses pembentukan minyak bumi terjadi karena pelapukan sisa organisme dan jasad renik di dasar lautan bersama dengan lumpur. Jutaan tahun terlewati dan kemudian lumpur menjadi sedimen dan sisa organisme tersebut mengalami penguraian menjadi gas dan minyak bumi di tekanan suhu tinggi.

Karena hal tersebutlah, senyawa ini juga disebut dengan bahan bakar fosil. Prosesnya yang sangat lama hingga bisa diolah dan dimanfaatkan, membuat bahan bakar ini termasuk sebagai SDA tak bisa diperbarui.

4. Teori biogenesis (organik)

Teori ini menerangkan bahwa minyak mentah bersumber dari bahan-bahan organik, sepert tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan kecil. Kumpulan jasad dari makhluk hidup dibawa oleh aliran air bersama dengan lumpur yang akan terkumpul dan mengendap didasar laut. Waktu yang dibutuhkan pada peristiwa tersebut sangat lama. Endapan ini mendapat tekanan dan panas yang besar, kemudian menjadi bintik-bintik, gelembung gas serta minyak.Orang pertama yang mengemukakan bahwa minyak bumi berasal dari tumbuh-tumbuhan adalah Macquir (Perancis, 1758).

Apabila makhluk hidup tersebut mati, maka 99,9% senyawa karbon dari mahluk hidup akan kembali mengalami siklus sebagai rantai makanan, sedangkan sisanya 0.1 % senyawa karbon terjebak dalam tanah dan dalam sedimen. Inilah yang merupakan cikal bakal senyawa-senyawa fosil atau dikenal juga sebagai embrio minyak bumi.

5. Teori abiogenesis (anorganik)

Teori ini menjelaskan bahwa minyak mentah berasal dari bahan-bahan mineral atau an organik.

Barth Barthelot (1866) mengemukakan di dalam minyak bumi terdapat logam alkali, yang dalam keadaan bebas dengan temperatur tingi akan bersentuhan denagn C02 membentuk asitilena. Kemudian Mendeleyev (1877) mengemukakan bahwa minyak bumi tebentuk akibat adanya pengauh kerja uap pada kabida-karbida logam di dalm bumi. Yang lebih ekstrim lagi adalah pernyataan beberapa ahli yang mengemukakan bahwa minyak bumi mulai terbentuk sejak zamn prasejarah, jauh sebelum bumi terbentuk dan besamaan dengan proses terbentuknya bumi.pernyataan itu berdasar fakta ditemukannya material hidrokarbon dalam beberapa batuan meteor dan di atmosfir bebeapa planet lain.

6. Teori duplex

Teori duplex merupakan gabungan dari teori biogenesis dan abiogenesis. Menurut teori duplex “Minyak bumi terbentuk dari pelapukan organisme seperti tumbuhan-tumbuhan dan binatang-binatang kecil yang mengendap dan tertimbun pada daerah subsidence (turun) secara perlahan”. Daerah pantai yang memiliki muara sungai menghadap kelaut terbuka memiliki kemungkinan lebih besar memproduksi zat organik. Akibat adanya tekanan dan suhu bumi endapan tersebut membentuk minyak bumi yang membutuhkan waktu yang sangat lama.

Langkah-langkah proses terbentuknya minyak bumi

Minyak Bumi
Proses pembentukan minyak bumi

Ganggang air tawar maupun air laut, mengumpulkan energi dari matahari dengan fotosintesis.

Biota yang memiliki peran terpenting dalam proses pembentukan minyak bumi adalah ganggang. Selain ganggang juga terdapat biota lain seperti daun-daun dan sisa jesat renik.

Minyak Bumi
Proses pembentukan minyak bumi

Setelah ganggang-gangang yang berada di laut maupun di danau ini mati, maka akan terendap di dasar cekungan sedimen kemudian akan bercampur dengan batuan sedimen sehingga membentuk batuan induk (source rock). Batuan induk merupakan batuan yang banyak mengandung karbon (high TOC-Total Organik Carbon). Batuan ini kaya akan bahan organik yang mengalami pematangan sehingga membentuk hidrokarbon.

Proses pembentukan karbon dari ganggang menjadi batuan induk sangat spesifik. Kecepatan pengendapan sedimen harus berlangsung cepat, jika gas karbon teroksidasi maka akan terurai dan bahkan menjadi rantai karbon yang tidak mungkin dimasak. Maka dari itu tidak semua cekungan sedimen akan mengandung minyak bumi.

Minyak Bumi
Proses pembentukan minyak bumi

Seiring berjalannya waktu daerah pengendapan semakin terbenam, akibat proses pengendapan yang terjadi terus menerus. Material organik yang terbenam semakin dalam akan mengalami tekanan dan terpanaskan dengan adanya pertambahan suhu.

Proses pemasakan batuan iduk bergantung pada suhu, namun karena suhu berdasarkan gradien geothermal maka tiap tempat tidak sama tingkat kematangannya. Minyak dapat terentuk pada suhu antar 50 – 180C. Dan untuk nilai kematangan yang bagus akan tercapai bila suhunya mencapai 100C. Ketika suhu terus bertambah karena cekungan itu semakin turun dalam yang juga diikuti penambahan batuan penimbun, maka suhu tinggi ini akan memasak karbon yang ada menjadi gas.

Salah satu batuan yang menimbun batuan induk adalah batuan reservoir (batuan sarang). Batuan reservoir umumnya terdiri dari batuan sedimen, yang berupa batupasir, batuan karbonat dan shale atau kadang-kadang vulkanik.

Minyak Bumi
Proses pembentukan minyak bumi

Minyak yang dihasilkan oleh batuan induk yang telah matang berupa minyak mentah. Walaupun berupa cairan, ciri fisik minyak bumi mentah berbeda dengan air. Salah satunya yang terpenting adalah berat jenis dan kekentalan. Kekentalan minyak bumi mentah lebih tinggi dari air, namun berat jenis minyak bumi mentah lebih kecil dari air. Minyak bumi yang memiliki berat jenis lebih rendah dari air cenderung akan pergi ke atas. Ketika minyak tertahan oleh sebuah bentuk batuan yang menyerupai mangkok terbalik, maka minyak ini akan tertangkap dan siap ditambang.

Proses Pengeboran Minyak Bumi

minyak bumi yang ditemukan tidak bisa digunakan secara langsung. Bahkan untuk menemukan adanya minyak bumi, kalian harus melakukan proses yang panjang. Ada 6 tahapan dalam proses pengeboran minyak bumi yang perlu kalian tahu seperti berikut:

  1. Seismic: proses untuk mencari tempat yang memiliki kandungan minyak maupun gas bumi.
  2. Drilling and well construction: penggunaan rig untuk proses pengeboran.
  3. Well logging: tahapan pemetaan lapisan tanah. Pada tahapan ini juga dilakukan pengecekan kandungan yang ada di tanah tersebut.
  4. Well testing: proses menembak lokasi yang memiliki kandungan minyak. Kemudian minyak akan dialirkan ke tempat yang memiliki tekanan lebih rendah.
  5. Well completion: tahapan untuk instalasi sumur sebelum minyak diproduksi dan digunakan.
  6. Production: tahapan akhir dimana minyak mentah akan diolah dan kemudian digunakan. Misalnya menjadi bensin ataupun aspal.

Proses Pengolahan Minyak Bumi

Saat ditemukan, campuran gas alam masih ada di minyak bumi. Kemudian setelah dipisahkan akan menjadi minyak mentah yang berupa cairan kental hitam dan berbau atau yang disebut dengan crude oil. Namun, minyak mentah ini tetap belum bisa digunakan secara langsung dan butuh proses lain.

Ada 6 proses yang harus dilalui seperti berikut ini agar minyak mentah bisa digunakan.

1. Proses Destilasi

Tahapan pemisahan fraksi di minyak bumi berdasarkan perbedaan titik didih ini menggunakan tabung tinggi kedap udara. Kemudian minyak mentah tersebut akan dipanaskan pada suhu 370o dengan tekanan 1 atm. Nantinya, hasil fraksi akan terpisah dengan titik didih rendah ada di tabung paling atas.

Minyak Bumi
Tahapan pemisahan fraksi di petroleum

(Sumber: https://surabaya.proxsisgroup.com)

2. Proses cracking

Proses pengolahan bertujuan agar molekul besar bisa diuraikan ke molekul hidrokarbon yang ukurannya lebih kecil. Ada 3 jenis proses refiner, yaitu:

  • Thermal cracking: tahapan pemecahan rantai senyawa panjang ke rantai senyawa hidrokarbon yang lebih kecil lewat pemanasan.
  • Catalytic cracking: proses cracking dengan suhu tinggi di tekanan yang rendah menggunakan katalis agar laju reaksi fraksi lebih cepat.
  • Hydrocracking: kombinasi antara termal dan catalytic cracking untuk menghasilkan senyawa jenuh. Prosesnya dilakukan dengan tekanan tinggi.

3. Proses Reforming

Proses reforming disebut juga dengan isomerisasi. Di tahapan ini, struktur molekul fraksi dengan mutu buruk akan dirubah agar molekulnya bermutu baik menggunakan katalis.

4. Proses Polimerisasi dan Alkilasi

Proses alkilasi adalah perbaikan dan perubahan struktur molekul fraksi ini bertujuan agar molekul menjadi lebih panjang dan bercabang. Sedangkan proses polimerisasi adalah penggabungan antar molekul kecil sehingga menjadi lebih besar agar mutu produk meningkat.

5. Proses Treating

Proses pemurnian fraksi ini menghilangkan bahan pengotor yang ada selama pengolahan. Dengan begitu, hasil pengolahan minyak akan memiliki mutu lebih baik.

6. Proses Blending

Proses ini bertujuan agar kualitas produk meningkat. Caranya adalah dengan menambahkan bahan aditif ke fraksi minyak bumi, seperti TEL untuk meningkatkan bilangan oktan bensin. Namun, cara ini diganti dengan penggunaan MTBE karena lebih ramah lingkungan dan tidak menyebabkan masalah untuk lingkungan dan tubuh.

Fraksi Minyak Bumi

Melalui proses pengolahan, diperoleh fraksi minyak bumi. Fraksi dan manfaat dari hasil pengolahan disajikan dalam tabel berikut ini:

Minyak Bumi
Fraksi Petroleum

Bensin

Salah satu hasil pengolahan minyak bumi yang paling banyak dimanfaatkan oleh masyarakat adalah bensin. Sekitar 10% distilasi minyak mentah merupakan fraksi bensin rantai tak bercabang. Bensin sendiri tersusun dari alkana berupa n-heptana dan isooktana.

Di Indonesia sendiri, ada beberapa jenis bensin dan masing-masing memiliki mutu yang berbeda. Bilangan oktan digunakan untuk menentukan mutu bensin. Mutu dari bensin tersebut ditentukan berdasarkan pada efektivitas dari pembakaran yang terjadi di dalam mesin.

Efektivitas pembakaran tersebut juga dipengaruhi oleh ketepatan waktu untuk pembakaran. Alhasil, tidak terjadi knocking atau ketukan yang bisa mengganggu pergerakan piston mesin. Akibatnya, bahan bakar menjadi lebih efisien dan mesin bisa terjaga dengan baik.

n-heptana dan 2,2,4-trimetil heptana atau Isooktana adalah campuran hidrokarbon untuk standar bilangan oktan. Jadi, jika suatu bensin memiliki campuran 87% isooktana dan 13% n-heptana, artinya adalah bilangan oktan bensin sebesar 87 satuan.

Semakin tinggi bilangan oktan dari suatu bensin, artinya bensin tersebut memiliki kualitas mutu yang bagus dan lebih efisien untuk menghasilkan energy. Di Indonesia sendiri, bensin premium memiliki bilangan oktan terendah yaitu 80-84. Diikuti oleh pertamax dengan bilangan oktan 92-94 dan pertamax plus dengan 98.

Untuk menambahkan bilangan oktan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan sebagai berikut:

  1. Mengubah fraksi hidrokarbon rantai lurus menjadi rantai bercabang lewat proses reforming.
  2. Menambahkan hidrokarbon aromatic ataupun alisiklik ke campuran akhir dari fraksi bensin.
  3. Menambahkan zat aditif anti knocking yaitu tetraethyl lead atau TEL ( Pb(C2H5)4 ) ke bensin untuk memperlambat pembakaran bensin. 

Sayangnya TEL bisa menyebabkan kerusakan otak, terganggunya pembentukan sel darah merah dan mengganggu proses metabolisme. Karena itu diganti dengan etanol atau methyl tertiary-butyl ether (MTBE).

Eksplorasi Minyak Bumi

Sebelum minyak mentah (crude oil) diolah ada tahapan yang harus dilalui untuk mendapatkannya. Tahapan tersebut dapat berupan tahapan geologi maupun tahapan geofisika.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya pada bagian 1, bahwa minyak mentah yang terdapat di dalam tanah tidak terbentuk seperti danau. Minyak yang ada di dalam tanah berada di dalam pori-pori batuan yang bercampur bersama air, tergantung pada air dimana minyak itu berasal.

Maka, untuk menemukan suatu daerah yang berpotensi akan adanya minyak bumi, terdapat beberapa kondisi yang harus ada di daerah tersebut dalam eksplorasi minyak bumi. Bila salah satu kondisi saja tidak ada, maka daerah tersebut tidak berpotensial bahkan tidak mengandung hidrokarbon. Berikut ini kondisi yang harus terpenuhi :

1. Batuan Induk (source rock)

Batuan induk adalah batuan yang banyak mengandung karbon. Batuan induk merupakan bahan baku pembentukan hidrokarbon. Batuan ini adalah batuan karbonat yang berasal dari zat-zat organik yang terendapkan oleh batuan sedimen. Sehingga tidak terjadi siklus karbon seperti selayaknya.

2. Tekanan dan temperatur

Tekanan dan temperatur diperlukan, untuk mengubah fosil tersebut menjadi hidrokarbon, tekanan dan temperatur yang tinggi di perlukan. Tekanan dan temperatur ini akan mengubah ikatan kimia karbon yang ada dibatuan menjadi rantai hidrokarbon.

3. Migrasi

Hirdokarbon yang telah terbentuk dari proses di atas harus dapat berpindah ke tempat dimana hidrokarbon memiliki nilai ekonomis untuk diproduksi. Di batuan sumbernya sendiri dapat dikatakan tidak memungkinkan untuk di ekploitasi karena hidrkarbon di sana tidak terakumulasi dan tidak dapat mengalir. Sehingga tahapan ini sangat penting untuk menentukan kemungkinan eksploitasi hidrokarbon tersebut.

4. Reservoir

Reservoir (batuan sarang) adalah batuan yang merupakan wadah bagi hidrokarbon untuk berkumpul dari proses migrasinya. Reservoar ini biasanya adalah batupasir dan batuan karbonat, karena kedua jenis batu ini memiliki pori yang cukup besar untuk tersimpannya hidrokarbon. Reservoar sangat penting karena pada batuan inilah minyak bumi di produksi.

5. Caps rock

Minyak bumi dan gas alam berada di dalam reservoir, agar dapat menahan serta melindungi fluida tersebut lapisan reservoir harus memiliki penutup pada bagian luar lapisan. Sebagai penutup lapisan reservoir biasanya merupakan lapisan batuan yang rnempunyai sifat impermeabel, yaitu sifat yang tidak dapat meloloskan fluida yarg dibatasinya. Jadi lapisan penutup didefinisikan sebagai lapisan yang berada  dibagian atas dan tepi reservoir yang dapat dan melindungi fluida yang berada di dalam lapisan di bawahnya.

6. Perangkap (trap)

Suatu reservoar harus dilindungi oleh perangkap. Hal ini agar hidrokarbon yang terdapat di reservoar itu terakumulasi ditempat itu saja.

Minyak Bumi
Pengambilan minyak bumi dalam laut

Setelah dilakukan pengkajian secara geologi mengenai lokasi dari minyak bumi. Kemudian dilanjutkan dengan kajian geofisika. Pada tahap ini digunakan metode-metode khusus untuk mendapatkan data yang lebih akurat mengenai keberadaan senyawa ini. Sesuai dengan namanya, pada metode ini digunakan prinsip fisika. Metode tersebut adalah :

  1. Survei geologi permukaan
  2. Eksplorasi seismik
  3. Data resistivity
  4. Data porositas
  5. Data berat jenis

Sebagai tambahan semua propek yang telah dipilih serta dinilai dalam suatu sistem penilaian, kemudian dipih untuk dilakukan pemboran eksplorasi terhadapnya.

Dampak Pembakaran minyak bumi

Tidak hanya memberikan manfaat namun juga bisa memberikan dampak buruk terutama untuk lingkungan. Misalnya kualitas udara menjadi berkurang. Beberapa gas hasil pembakaran minyak bumi yang menyebabkan kerusakan lingkungan yaitu:

1. Karbon Monoksida (CO)

Gas ini tidak berwarna, berbau dan berasa sehingga susah untuk dideteksi. Walaupun begitu, CO memiliki dampak yang sangat berbahaya untuk kesehatan karena bisa menimbulkan sesak nafas. Bahkan dengan kadar CO yang tinggi dapat menyebabkan kematian karena membentuk HbCO2 yang beracun untuk tubuh.

CO terbentuk karena pembakaran tak sempurna dari bahan bakar ini seperti pembakaran bensin. Selain itu CO juga terbentuk dari pembakaran tak sempurna di proses industri seperti dari pembakaran sampah.

2. Karbon dioksida (CO2)

Gas ini memiliki sifat yang hampir sama dengan CO karena tidak berasa, berbau dan berwarna. CO2 dihasilkan dari pembakaran seperti bahan bakar di kendaraan bermotor dan pembakaran dari pabrik. 

Walaupun tidak berakibat langsung seperti CO namun jika terhirup dalam waktu lama dan pekat, maka akan menimbulkan gangguan pernafasan.

3. Oksida Belerang (SO2 dan SO3)

Oksida belerang tidak berwarna namun memiliki bau menyengat yang dapat menyebabkan sesak nafas. Gas ini dihasilkan dari pembakaran belerang di industri pertambangan dan oksidasi belerang dalam bahan minyak bumi.

Jika terjadi hujan asam karena oksida belerang, hal tersebut akan sangat membahayakan untuk kelangsungan hidup manusia. Tidak hanya itu, korosi logam juga bisa diakibatkan karena hujan asam.

4. Oksida Nitrogen (NO dan NO2)

Nitrogen monoksida memiliki konsentrasi tinggi yang bisa menyebabkan keracunan. Gas berwarna ini juga menjadi salah satu penyebab terjadinya hujan asam.

Apakah Minayk Bumi Bisa Diganti?

Tidak bisa dipungkiri jika minyak bumi memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan. Sayangnya, senyawa ini termasuk sebagai salah satu SDA yang tak bisa diperbarui. Karena hal tersebut, sebagai alternative, kalian bisa menggunakan jenis energy berikut ini.

1. Ethanol

Etanol adalah bahan bakar dengan penggunaan alkohol dari fermentasi tanaman. Seperti jagung dan gandum. Menariknya, jika ethanol ini dicampur dengan bensin, maka bisa meningkatkan kualitas emisi.

Sayangnya, jika hal tersebut dilakukan tanpa ada pertimbangan dan tata kelola yang baik, akan mengancam harga jual pangan. Selain itu, bahan baku yang minim karena hanya menggunakan jagung dan gandum saja.

2. Gas Alam

Keunggulan dari gas alam adalah lebih ramah lingkungan. Namun sayangnya, penggunaan gas alam sebagai pengganti minyak bumi justru 21x lebih buruk dan menimbulkan efek rumah kaca yang buruk.

3. Listrik

Penggunaan listrik sebagai pengganti bahan bakar sudah mulai dilakukan. Misalnya dengan penggunaan mobil berbasis listrik. Keunggulannya adalah dapat diisi ulang jika baterainya habis. 

Sayangnya, saat ini penggunaan listrik masih dihasilkan dari batubara. Penggunaan SDA tersebut dapat menghasilkan gas karbon yang dapat mencemari lingkungan.

4. Hydrogen

Hydrogen bisa dicampurkan dengan gas alam sehingga dapat dipergunakan sebagai bahan bakar kendaraan. Namun, dari segi harga, hidrogen memiliki harga yang relatif mahal sehingga tidak mampu dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

5. Propane atau LPG

Hasil olahan minyak mentah dan gas alam ini sudah banyak digunakan untuk pengganti bahan bakar terutama untuk memasak. Untuk emisinya, LPG lebih sedikit dibandingkan dengan bensin. Namun, metana yang dihasilkan bahkan lebih buruk hingga 21x lipatnya.

6. Biodiesel

Energy alternative ini berasal dari lemak binatang dan tumbuhan. Untuk kendaraan, kalian bisa menggunakan biodiesel yang masih murni atau yang telah dicampurkan dengan minyak. Walaupun bisa mengurangi polusi udara dan efisien, sayangnya, infrastrukturnya masih terbatas sehingga tidak bisa maksimal.

Contoh Soal

Agar kalian tahu seberapa jauh memahami mengenai materi ini, simak contoh soal berikut ini ya.

  1. Berapa bilangan oktan dari bensin dengan campuran 30% n-heptana dengan 70% isooktana dan berapa komposisi bensin dengan bilangan oktan 90?

Bilangan oktan = (30/100 x 0) + (70/100 x 100) = 70. Jadi, bilangan oktannya adalah 70.

Komposisi bensin 100%-90% = 10%. Jadi komposisi bensin untuk bilangan oktan 990% adalah 90% isooktana dan 16% n-heptana.

  1. Apa itu minyak bumi Eter?

Minyak bumi eter merupakan fraksi minyak bumi dengan jumlah atom C5-C7 dengan titik didih 30-90o C yang bisa dimanfaatkan untuk bahan baku pelarut dan cairan pembersih.

  1. Sebutkan 6 tahapan penyulingan minyak bumi!

Tahapan penyulingan adalah destilasi, cracking, reforming, alkilasi dan polimerisasi, treating dan blending.

Daftar Pustaka

  • www.quipper.com/id/blog/mapel/ kimia/minyak-bumi-dan-manfaatnya/
  • ilmugeografi.com/ilmu-bumi/ proses-pengolahan-minyak-mentah
  • www.studiobelajar.com/minyak-bumi/
  • belajargiat.id/minyak-bumi/
  • blog.ruangguru.com/manfaat-minyak -bumi-dalam-kehidupan-manusia
  • www.siswapedia.com/fraksi-fraksi -minyak-bumi-dan-kegunaannya/
  • salamadian.com/pengertian- minyak-bumi/
  • surabaya.proxsisgroup.com/ fraksi-fraksi-minyak-bumi/
  • surabaya.proxsisgroup.com/energi -alternatif-pengganti-minyak -bumi-untuk-diketahui/
  • www.alatberat.com/blog/proses- dasar-pengolahan-minyak-bumi/ fraksi-fraksi-minyak-bumi-alat-berat-blog/
  • www.autoexpose.org/2019/06/ pengolahan-minyak-bumi.html
  • www.kajianpustaka.com/2019/11/ pembentukan-komposisi-pengolahan -minyak-bumi.html

Nilai Kualitas Artikel

Leave a Comment