Pengertian, Penyebab, dan Dampak Pencemaran Tanah

Pencemaran Tanah – Sebelum kita membahas mengenai pencemaran tanah, kita tilik dahulu apa itu tanah? Tanah (bahasa Yunani: pedon; bahasa Latin: solum) adalah bagian kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik.

Tanah sangat vital peranannya bagi semua kehidupan di bumi karena tanah mendukung kehidupan tumbuhan dengan menyediakan hara dan air sekaligus sebagai penopang akar. Struktur tanah yang berongga-rongga juga menjadi tempat yang baik bagi akar untuk bernapas dan tumbuh. Tanah juga menjadi habitat hidup berbagai mikroorganisme. Bagi sebagian besar hewan darat, tanah menjadi lahan untuk hidup dan bergerak (WikiPedia).

Pengertian Pencemaran Tanah

Dampak Pencemaran Tanah
Tanah yang subur

Pencemaran tanah adalah tercemarinya permukaan atau bawah tanah oleh polutan dan kontaminan. Akibat polusi tanah dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia dan ekosistem secara keseluruhan. Penyebab terjadinya polusi tanah dapat berasal dari manusia atau alam.

Pencemaran tanah didefinisikan sebagai keadaan terkontaminasinya tanah dari polutan yang dapat mempengaruhi karakteristik tanah baik secara fisik, kimia, ataupun biologisnya sehingga mengganggu kehidupan makhluk hidup.

Pencemaran ini sendiri umumnya terjadi karena kebocoran limbah cair atau bahan kimia. Baik itu yang berasal dari rumah tangga, pertanian ataupun sektor industri. Dampaknya, bukan cuma berefek pada manusia, tetapi juga hewan, tumbuhan dan lingkungan. Tanah menjadi tidak subur, produktivitas pertanian menurun, tumbuhan menjadi layu serta bagi manusia bisa berdampak pada kesehatan.

Penyebab Pencemaran Tanah

Penyebab pencemaran atau polusi tanah terdiri dari dua sumber utama yaitu penyebab antropogenik (buatan manusia) dan penyebab alami.

  1. Polutan alami. Proses alami dapat menyebabkan akumulasi bahan kimia beracun di dalam tanah. Jenis kontaminasi ini hanya tercatat dalam beberapa kasus, seperti akumulasi tingkat perklorat yang lebih tinggi di tanah di Gurun Atacama di Cile. Ini sejenis akumulasi yang murni terjadi karena proses alami di lingkungan gersang.
  2. Polutan dihasilkan manusia. Kontaminan buatan manusia adalah penyebab utama polusi tanah. la terdiri dari berbagai macam kontaminan atau bahan kimia, baik organik maupun anorganik. Mereka bisa mencemari tanah baik sendiri atau dikombinasikan dengan beberapa kontaminan tanah alami. Polusi tanah akibat manusia biasanya disebabkan oleh pembuangan limbah yang tidak tepat yang berasal dari sumber industri atau perkotaan, kegiatan industri, dan pestisida pertanian.
  3. Limbah industri
  4. Limbah Pertanian, misalnya saja penggunaan pestisida, insektisida, dan fungisida yang tidak sesuai dengan ambang batas resisten tanah
  5. Kondisi sistem irigasi yang buruk
  6. Pengelolaan limbah yang buruk, misalnya membuang limbah ke tempat pembuangan atau badan air tanpa diolah terlebih dahulu
  7. Gas beracun yang berasal hujan asam

Jenis Polutan Pencemaran Tanah

Polutan Penyebab Pencemaran Tanah
Pabrik Penghasil Polutan

Terdapat banyak macam polutan yang bisa meracuni tanah. Contoh polutan tanah yang paling umum dan bermasalah dapat ditemukan di bawah ini.

  1. Lead (PB) Sumber potensial diantaranya cat timbal, pertambangan, aktivitas pengecoran, knalpot kendaraan, kegiatan konstruksi, kegiatan pertanian.
  2. Merkuri (HG) Sumber potensial bisa berupa pertambangan, pembakaran batubara, pengolahan alkali dan logam, limbah medis, akumulasi pada sayuran yang ditanam di tanah tercemar.
  3. Arsenic (AS) Sumber potensial dapat berasal dari pertambangan, pembangkit listrik berbahan bakar batubara, fasilitas kayu, industri elektronik, kegiatan pengecoran, pertanian, akumulasi alam.
  4. Tembaga (CU) Sumber potensial bisa berupa pertambangan, kegiatan pengecoran; kegiatan konstruksi.
  5. Seng (ZN) Sumber-sumber potensial diantaranya dari sektor pertambangan; kegiatan pengecoran; kegiatan konstruksi.
  6. Nikel (NI) Sumber-sumber potensial, misalnya sektor pertambangan; kegiatan pengecoran; kegiatan konstruksi.
  7. PAHS (HIDROKARBON POLIAROMATIK) Dapat bersumber dari aktivitas pembakaran batubara, emisi kendaraan, akumulasi pada tanaman dan sayuran yang ditanam di tanah tercemar; asap rokok; kebakaran hutan, pembakaran pertanian; pembakaran kayu, konstruksi.
  8. Heribisida / Insektisida Sumber-sumber potensial berupa kegiatan pertanian; berkebun

Dampak Pencemaran Tanah

Adapun dampak yang ditimbulkan dari pencemaran tanah adalah sebagai berikut.

1. Dampak Kesehatan

Pencemaran ini berdampak pada kesehatan meliputi:

  • Penyakit kulit
  • Penyumbatan otot
  • Gangguan sistem saraf pusat
  • Pencernaan -> keracunan makanan karena menggunakan produk tanaman yang ditanam di tanah tercemar
  • Merusak fungsi hati dan ginjal -> timbal dan merkuri

2. Dampak Pertanian

Pencemaran ini berdampak pada pertanian meliputi:

  • Menurunkan kesuburan tanah -> kadar nutrisi tanah
  • Meningkatkan erodibilitas (kepekaan terhadap erosi) -> akan lebih mudah erosi
  • Menurunkan hasil pertanian -> mengganggu perekonomian
  • Meningkatkan salinitas tanah
  • Kontaminasi air, hal ini dikarenakan adanya zat berbahaya yang masuk ke air tanah dan mencemari limpasan menuju danau, sungai, ataupun laut
  • Hujan asam, meliputi sulfur dan nitrogen yang bercampur dengan oksigen sehingga membentuk natrium dioksida dan sulfur dioksida

Cara Menanggulangi Pencemaran Tanah

Adapun cara menanggulangi pencemaran tanah adalah sebagai berikut.

1. Remediasi

Remediasi yaitu upaya untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar, meliputi :

  • Remediasi in situ: upaya membersihkan tanah yang tercemar tanpa harus berpindah tempat (tetap di lokasi pencemaran)
  • Remediasi ex situ: menggali tanah yang tercemar dan dipindahkan ke lokasi yang lebih aman, baru setelah itu dilakukan pembersihan tanah.

2. Bioremediasi

Bioremediasi adalah upaya membersihkan tanah dengan bantuan mikroorganisme seperti jamur dan bakteri.

3. Pengolahan limbah cair

Pengolahan limbah cair dilakukan dengan menampung limbah cair hasil rumah tangga atau industri yang kemudian diolah sehingga lebih ramah lingkungan dan tidak berbahaya bagi ekosistem tanah / air.

4. Daur ulang

Daur ulang, dilakukan dengan pemisahan sampah organik dan anorganik. Sampah anorganik didaur ulang untuk membuat barang baru seperti kerjainan tangan. Contohnya plastik, botol plastik, gelas, dan lain – lain. Sedangkan sampah organik dapat dijadikan untuk membuat pupuk kompos.

5. Pengurangan penggunaan bahan kimia

Pengurangan penggunaan bahan kimia, hal ini dikarenakan tidak ramah lingkungan. Bahan kimia tersebut dapat diubah dengan bahan organik. Misalnya mengganti jenis bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

Nilai Kualitas Artikel

Leave a Comment