Minyak Bumi

  • Whatsapp
Materi minyak bumi
Gas Station

Proses Pembentukan Minyak Bumi – Minyak bumi diyakini sebagai sumber energi yang tidak dapat diperbarui. Dalam kehidupan sehari-hari minyak bumi memiliki peran yang sangat penting sebagai penunjang kehidupan. Minyak bumi berperan sebagai salah satu komoditas strategis yang menggerakkan roda perekonomian negara.

Apa itu minyak bumi?

Minyak bumi adalah minyak mentah yang diangkut dari bawah tanah yang berbentuk cairan kental berwarna hitam dan diolah untuk kepentingan hidup manusia.

minyak bumi
Minyak mentah

Minyak bumi (bahasa inggris : petroleum) Minyak bumi adalah cairan kental, berwarna hitam atau kehijauan, mudah terbakar, dan berada di lapisan atas dari beberapa tempat di kerak bumi. Minyak bumi merupakan salah satu bentuk hidrokarbon, yaitu senyawa kimia yang mengandung hidrogen dan karbon. Minyak bumi yang belum diolah disebut minyak mentah (crude oil) dan belum dapat digunakan.

Penggunaan energi berbasis minyak bumi semakin meningkat dari tahun ketahun. Namun, tahukah kamu bagaimana minyak bumi dapat terbentuk? Bagaimana cara pengolahan minyak bumi hingga bisa digunakan? Apakah benar minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui?

Proses Pembentukan Minyak Bumi

Terdapat 3 teori yang mendasari proses terbentuknya minyak bumi, yakni teori biogenesis (organik), teori abiogenesis (anorganik), dan teori duplex. Namun, teori yang sering ditemui dalam buku-buku paket sekolah adalah teori duplex.

1. Teori biogenesis (organik)

Teori ini menerangkan bahwa minyak mentah bersumber dari bahan-bahan organik, sepert tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan kecil. Kumpulan jasad dari makhluk hidup dibawa oleh aliran air bersama dengan lumpur yang akan terkumpul dan mengendap didasar laut. Waktu yang dibutuhkan pada peristiwa tersebut sangat lama. Endapan ini mendapat tekanan dan panas yang besar, kemudian menjadi bintik-bintik, gelembung gas serta minyak.Orang pertama yang mengemukakan bahwa minyak bumi berasal dari tumbuh-tumbuhan adalah Macquir (Perancis, 1758).

Apabila makhluk hidup tersebut mati, maka 99,9% senyawa karbon dari mahluk hidup akan kembali mengalami siklus sebagai rantai makanan, sedangkan sisanya 0.1 % senyawa karbon terjebak dalam tanah dan dalam sedimen. Inilah yang merupakan cikal bakal senyawa-senyawa fosil atau dikenal juga sebagai embrio minyak bumi.

2. Teori abiogenesis (anorganik)

Teori ini menjelaskan bahwa minyak mentah berasal dari bahan-bahan mineral atau an organik.

Barth Barthelot (1866) mengemukakan di dalam minyak bumi terdapat logam alkali, yang dalam keadaan bebas dengan temperatur tingi akan bersentuhan denagn C02 membentuk asitilena. Kemudian Mendeleyev (1877) mengemukakan bahwa minyak bumi tebentuk akibat adanya pengauh kerja uap pada kabida-karbida logam di dalm bumi. Yang lebih ekstrim lagi adalah pernyataan beberapa ahli yang mengemukakan bahwa minyak bumi mulai terbentuk sejak zamn prasejarah, jauh sebelum bumi terbentuk dan besamaan dengan proses terbentuknya bumi.pernyataan itu berdasar fakta ditemukannya material hidrokarbon dalam beberapa batuan meteor dan di atmosfir bebeapa planet lain.

3. Teori duplex

Teori duplex merupakan gabungan dari teori biogenesis dan abiogenesis. Menurut teori duplex “Minyak bumi terbentuk dari pelapukan organisme seperti tumbuhan-tumbuhan dan binatang-binatang kecil yang mengendap dan tertimbun pada daerah subsidence (turun) secara perlahan”. Daerah pantai yang memiliki muara sungai menghadap kelaut terbuka memiliki kemungkinan lebih besar memproduksi zat organik. Akibat adanya tekanan dan suhu bumi endapan tersebut membentuk minyak bumi yang membutuhkan waktu yang sangat lama.

Langkah-langkah dari proses terbentuknya minyak bumi :

Ganggang air tawar maupun air laut, mengumpulkan energi dari matahari dengan fotosintesis.

Biota yang memiliki peran terpenting dalam proses pembentukan minyak bumi adalah ganggang. Selain ganggang juga terdapat biota lain seperti daun-daun dan sisa jesat renik.

Setelah ganggang-gangang yang berada di laut maupun di danau ini mati, maka akan terendap di dasar cekungan sedimen kemudian akan bercampur dengan batuan sedimen sehingga membentuk batuan induk (source rock). Batuan induk merupakan batuan yang banyak mengandung karbon (high TOC-Total Organik Carbon). Batuan ini kaya akan bahan organik yang mengalami pematangan sehingga membentuk hidrokarbon.

Proses pembentukan karbon dari ganggang menjadi batuan induk sangat spesifik. Kecepatan pengendapan sedimen harus berlangsung cepat, jika gas karbon teroksidasi maka akan terurai dan bahkan menjadi rantai karbon yang tidak mungkin dimasak. Maka dari itu tidak semua cekungan sedimen akan mengandung minyak bumi.

Seiring berjalannya waktu daerah pengendapan semakin terbenam, akibat proses pengendapan yang terjadi terus menerus. Material organik yang terbenam semakin dalam akan mengalami tekanan dan terpanaskan dengan adanya pertambahan suhu.

Proses pemasakan batuan iduk bergantung pada suhu, namun karena suhu berdasarkan gradien geothermal maka tiap tempat tidak sama tingkat kematangannya. Minyak dapat terentuk pada suhu antar 50 – 180C. Dan untuk nilai kematangan yang bagus akan tercapai bila suhunya mencapai 100C. Ketika suhu terus bertambah karena cekungan itu semakin turun dalam yang juga diikuti penambahan batuan penimbun, maka suhu tinggi ini akan memasak karbon yang ada menjadi gas.

Salah satu batuan yang menimbun batuan induk adalah batuan reservoir (batuan sarang). Batuan reservoir umumnya terdiri dari batuan sedimen, yang berupa batupasir, batuan karbonat dan shale atau kadang-kadang vulkanik.

Minyak yang dihasilkan oleh batuan induk yang telah matang berupa minyak mentah.Walaupun berupa cairan, ciri fisik minyak bumi mentah berbeda dengan air. Salah satunya yang terpenting adalah berat jenis dan kekentalan. Kekentalan minyak bumi mentah lebih tinggi dari air, namun berat jenis minyak bumi mentah lebih kecil dari air. Minyak bumi yang memiliki berat jenis lebih rendah dari air cenderung akan pergi ke atas. Ketika minyak tertahan oleh sebuah bentuk batuan yang menyerupai mangkok terbalik, maka minyak ini akan tertangkap dan siap ditambang.

Komponen Minyak Bumi

Minyak bumi merupakan campura senyawa-senyawa hidrokarbon. Komponen-komponen utama penyusun minyak bumi ini berupa campuran komplek hidrokarbon. Campuran kompleks hidrokarbon ini terdiri dari

1. Senyawa hihrokarbon alifatik jenuh rantai lurus.

Senyawa ini banyak terdapat dalam gas alam dan minyak bumi yang memiliki rantai karbon pendek. Pada umumnya minyak bumi mengandung 5 – 40 atom karbon permolekulnya, meskipun molekul dengan jumlah karbon yang lebh sedikit/ lebih banyak juga mungkin ada di dalam campuran tersebut.

2. Senyawa hidrokarbon berbentuk siklik

yang merupakan golongan sikloalkana atau sikloparafin. Senyaw hidrokarbon ini memiliki rumus molekul sama dengan alkena (CnH2n), tetap tidak memiliki ikatan rangkap. Senyawa hidrokarbon siklik dalam minyak bumi berupa campuran siklopentana dan sikloheksana yang disebut naften/ neptena.

Neptena merupakan hidrokarbon tersaturasi yang mempunyai satu atau lebih ikatan rangkap pada rantai karbonnya. Sikloalkana memiki ciri yang mirip dengan alkana tetapi memiliki titik didih yang lebih tinggi.

3. hidrokarbon alifatik rantai bercabang

Golongan senyawa yang termasuk kedalam senyawa hidrokarbon ini adalah senyawa golongan isoalkana atau isoparafin. Jumlah senyawa hidrokarbon ini tidak sebanyak senyawa hidrokarbon alifatik rantai lurus dan senyawa hidrokarbon siklik.

4. Senyawa hidrokarbon aromatik

Hidrokarbon aromatik merupakan hidrokarbon tidak tersaturasi/ tak jenuh. Senyawa ini berbentuk siknik segi enam, berikatan rangkap dua selang seling dan merupakan senyawa hidrokarbon tak jenuh. Terdapat dalam minyak bumi yang memiliki atom C besar. Rumus umum dar hidrokarbon aromatik ini adalah CnHn. Jika dibakar hidrokarbon ini akan menimbulkan asap hitam pekat.

Selain mengandung unsur karbon (C) dan hidrogen (H) , kadang-kadang minyak bumi juga mengandung belerang (S), nitrogen (N), oksigen (O), dan organo logam.

Persentase kadungan senyawa dalam minyak bumi

Jenis SenyawaPersentaseKandungan Senyawa
Hidrokarbon90 – 99%Alifatik jenuh, aromatik, dan sikloalkana
Belerang0,7 – 7%Tio alkana, alkana tio
Nitrogen0,01 – 0,9%Pirol (C4H5N)
Oksigen0,01 – 0,4 % Asam karboksilat
Organo logamsangat kecilLogam nikel

Penampakan fisik dari minyak bumi sangat beragam, ini tergantung dari komposisi didalamnya. Cairan berrwarna hitam atau coklat gelap merupakan ciri yang umum pada minyak bumi. Namun, ada juga yang berwarna kekuningan, kemerahan, dan bahkan kehijauan. Setiap minyak unik berdasarkan molekulnya masing-masing. Hal ini dapat diketahui dari penampakan fisik dan ciri-ciri kimia, warna dan viskositas.

Untuk mengetahui proses pengolahan, Fraksi minyak bumi, serta dampak negatif yang ditimbulkan, silahkan klik di bawah ini :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *