Kumpulan Contoh Puisi Pendek

  • Whatsapp
puisi pendek

Puisi Pendek – Puisi adalah ungkapan perasaan seseorang yang dituangkan melalui tulisan dengan kata-kata yang padat dan berirama. Isi suatu puisi mencerminkan isi pembuatnya. Semakin dalam maknanya semakin bagus puisinya.

Namun tak sedikit puisi yang lebih menonjolkan bentuk dibandingkan kata atau diksi yang berirama.karena puisi tak harus melulu dengan kata-kata indah yang sentimentil.

Apakah kamu termasuk orang yang sering menyimpan perasaan? puisi adalah media ekspresi yang pas untuk meluapkan segala gambaran isi hati yang di muntahkan lewat kata-kata berwujud tulisan.

Puisi sendiri ada berbagai kategori dalam pembagianya,Mulai dari puisi lama sampai puisi baru, puisi pendidikan dan masih banyak lagi.nah, sebelum melihat contoh-contoh puisi pendek ada baiknya kita bahas dulu perbedaan puisi baru dan puisi lama.

Perbedaan mendasar pada puisi lama dan puisi baru adalah pada unsur-unsur intrisik dan ekstrisiknya, bukan pada waktu pembuatanya melainkan pada ciri dan ketentuan pembuatanya.

Contohnya puisi yang baru saja dibuat bisa saja itu adalah puisi lama, sedangkan puisi yang dibuat tahun lalu adalah puisi baru.untuk lebih jelasnya mari simak penjelasan berikut.

[powerkit_toc title=”DAFTAR ISI” depth=”2″ min_count=”4″ min_characters=”900″]

Perbedaan Puisi Lama dan Puisi Baru

Puisi Lama

Adalah karya sastra yang masih terikat dengan aturan-aturan tertentu yang meliputi baris, rima, bunyi, jumlah baris, dan jumlah bait.

  • Jumlah baris dan bait sudah ditentukan
  • Bunyi akhir baris berirama
  • Beredar dari lisan ke lisan tanpa tulisan
  • Menjadi bagian tradisi masyarakat
  • Menjadi adat serta ritual pada masyarakat

Puisi Baru

Adalah karya sastra yang bebas, tak terikat oleh aturan bait ,baris, rima maupun bunyi. Puisi baru lebih menonjolkan keunikan bentuk dan permainan diksi bunyi yang unik.

  • Jumlah suatu baris bebas tak terbatas
  • Tak ada aturan dalam jumlah bait meski sedikit
  • Beredar dalam bentuk buku bahkan di situs online
  • Benggunaan rima sesuai kehendak penyair

Kumpulan Puisi Pendek

Contoh Puisi Pendek #1

[powerkit_alert type=”info” dismissible=”false” multiline=”false”]

Bobrok

Dunia semakin kurus

Anak tak terurus orang tua asyik bikin status

Dunia semakin lelah

Sosial media jadi tempat bercurah keluh kesah

Dunia semakin usang

Kerja keras banting tulang lalu mati karena uang

Dunia semakin gerah

Mereka yang berulah kita yang kena getah

Dunia semakin gila

Mereka berebut tahta kita menanggung dosa

Dunia semakin busuk

Banyak muka khusyu’ perilaku terkutuk

Dunia semakin bejat!

yang salah mendebat yang benar di hujat

Dunia semakin tua

Aku yang semakin hari semakin habis angka

[/powerkit_alert]

Puisi Pendek Tentang Ibu #2

[powerkit_alert type=”info” dismissible=”false” multiline=”false”]

Penuhi Amanatmu

Kala itu

Saat petang melanda desaku

Kumandang adzan baru saja tertimpa waktu

Bunda berseru padaku

Wahai anakku…

Jangan bersedih karna waktu

Bunda melakukan itu karna kebaikanmu

Berdebar hatiku tak menentu

Bagaimana beliau bisa berkata kebaikanku

Dia membuangku!

Dia tak sayang lagi padaku!

Namun bunda, kini ku sadar

Aku takl lagi berada digendongan tanganmu yang kekar

Kakiku telah menyusuri jalan sekitar

Bahuku harus siap menangani kejamnya dunia dasar

Bila aku tetap berada disampingmu bagaimana aku bisa berlayar

Bunda aku disini seperti permintaanmu

Membawa Qur’an di dadaku

Bersorak tasbih di setiap malamku

Menuju penjuru masjid kala dia memanggilku

Bunda, kelak ku ingin retinamu melihatku diatas panggung dan berseru namamu

Dengan membawa kebahagiaan untukmu

Bunda doakan aku

[/powerkit_alert]

Puisi Cinta Pendek #3

[powerkit_alert type=”info” dismissible=”false” multiline=”false”]

Gadis Pujaan

Oh adek berjilbab ungu

Senyum manismu membuatku layu

Seakan mulut ini jadi membisu

Tapi hati tak tak mampu menahan rasa rindu

Siang ini tak begitu cerah

Tak secerah raut senyummu

Karena hati sudah semakin candu

Sakau ketika tak menatap parasmu

Oh adek kufurkah aku ?

Yang sekarang ini menggantungkan hati ini padamu

Ibadahku serasa tak sempurna

Tanpa kau tuik jadi makmum dibelakangku

Oh adek

Hanya sedikit pintaku

Bila mampu kan kuhalalkan ragamu

Dalam menemani perjuanganku

Oh adek

Jika memang tulang rusukku adalah dirimu

Semoga saja dalam istikhorah kita kan bertemu

Merajut asa sampai kita takkan mampu

[/powerkit_alert]

Puisi Pendek Tentang Rindu #4

[powerkit_alert type=”info” dismissible=”false” multiline=”false”]

Secangkir Rindu Dalam Tegukan Kopi

Dalam secangkir kopi aku berindu

Menemani dinginnya malam yang kian syahdu

Hati ini rasannya kian candu

Ditemani sebatang cerutu penghilang pilu

Oh Tuhan…

Jadikankanlah malam ini hanya untukmu

Bernostalgia tentang kehidupanku

Tentang kemesraan yang kurajut hanya denganMu

Oh Tuhan…

Pekatnya kopi ini mungkin tak sepekat dosa-dosaku

Namun kutahu ampunannmu lebih manis dari pada kopiku

Yang kusruput telah berlalu

Kini kopiku telah dingin Tuhan

Mungkin besok kan kutuang kembali secangkir kopi rindu

Rindu yang semakin menggebu

Tak terkendali didalam kalbu

[/powerkit_alert]

Puisi Perpisahan Pendek #5

[powerkit_alert type=”info” dismissible=”false” multiline=”false”]

Perpisahan

Gelak tawamu kini tak terdengar lagi sobat

Riuh gemuruh candamu tak terdengar dalam gendang telingaku

Kini kita akan berpisah

Bukan tuk tak bertemu

Tapi untuk melangkah ke kehidupan yang baru

Wahai kawan-kawanku

Jangan lupakan aku

Jika kelak ada sedikit waktu

Tolong luangkan sedikit saja untukku

Membicarakan sebuah kenangan tentang masa lalu

Bila dulu kita pernah saling mengenal

Jangan putus tali ini sampai tak kenal

Tali yang sangat erat penuh empati

Yang terjalin sampai kita tua nanti

Sampai kita tak mampu berpijak dibumi ini

Kita berpisah untuk saling melangkah

Menggapai angan menuju asa

Asa dimana kita berada diatas awan

Terbang melayang menatap masa depan

Masa depan secerah langit biru

[/powerkit_alert]

Puisi Pahlawan Pendek #6

[powerkit_alert type=”info” dismissible=”false” multiline=”false”]

Pahlawan

Kini kau telah tiada

Pejuang sejati pembela sang saka

Jiwa harta dan nyawa rela kau korbankan

Demi para penerus bangsa

Andai saja kau terbangun dari pemakaman

Mungkin kau kan menangis tersedu-sedu

Mungkin juga kan murka

Namun entah murka pada siapa

Duhai para pahlawan

Kini penerusmu sedang pesakitan

Buku-buku pelajaran pun telah tergantikan

Game online sudah jadi kewajiban

Lalu kepada siapa lagi kami angkluhkan

Jika tak mulai dirubah dari sekarang

Entah bagaimana nasib negara yang kau perjuangkan

Sedang mereka kaum muda sedang mabuk kepayang

Duhai kau para pahlawan

Harusnya kau sudah tenang dibawah nisan

Tak usah berpilu atas keadaan

Karena perjuanganmu sudah jadi amal

[/powerkit_alert]

Puisi Satire Pendek #7

[powerkit_alert type=”info” dismissible=”false” multiline=”false”]

Paling Pancasila

Aku pancasila…

Aku kenyang kau nestapa

Aku pancasila…

Aku kaya kau menderita

Aku pancasila

Aku yang korupsi kau yang sumbang dana

Aku pancasila

Kutidur dispringbet kau digubug derita

Aku pancasila

Ku foya-foya kau menahan dahaga

Aku pancasila

Ku Naik mercy kau berjalan terlonta-lonta

Ha ha ha

aku pejabat yang pancasila

[/powerkit_alert] [powerkit_alert type=”info” dismissible=”false” multiline=”false”]

Manusia Anjing

Anjing masuk masjid

Kau murka

Anjing lewat jalan

Kau murka

[/powerkit_alert]

Semoga kumpulan puisi pendek ini dapat memberi manfaat dan menjadi referensi yang baik untuk anda. Jangan lupa share ke teman-teman jika suka dengan contoh puisi pendek dari kami ya.

Baca Juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *